Kompas.com - 04/10/2020, 13:16 WIB
Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi (tengah) di kantor LPAI, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (25/10/2019). Kompas.com/Fitria Chusna FarisaKetua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi (tengah) di kantor LPAI, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (25/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi (Kak Seto) menyarankan orang tua mengubah pola pendidikan agar anak betah di rumah selama pandemi Covid-19.

“Memang pada kesempatan ini kan semua berada di rumah, jadi pola pendidikan yang selama ini ada nuansa kekerasan, pemaksaan dan sebagainya itu memang harus diubah segera,” kata Seto dalam diskusi di Graha BNPB, Minggu (4/10/2020).

Baca juga: Orang tua Perlu Beradaptasi dalam Menghadapi Anak di Masa Pandemi

“Jadi yang penting anak betah di rumah, anak gembira, anak bahagia, jadi polanya juga harus dikembangkan pola yang lebih demokratis,” ucap dia.

Seto mengatakan, orang tua dapat mengubah pola pendidikan yang sebelumnya cenderung memaksa menjadi lebih bersifat diskusi keluarga. Terutama, terkait edukasi mengenai bahaya Covid-19. 

Ia menekankan, dalam memberikan penjelasan kepada anak, orang tua juga harus memperhatikan situasi dan usia anak.

Baca juga: Kak Seto Akan Beri Fasilitas Pendidikan Anak yang Jual Bansos di Serpong

Untuk anak balita misalnya dapat dilakukan dengan dongeng, gambar, lagu dan dengan menyanyi.

“Jadi dengan cara-cara yang lebih mudah, lebih sederhana, tapi tidak ada pemaksaan, tidak kekerasan, lama-lama anak-anak juga bisa mengikuti dan memahami itu,” ujar Seto.

Kemudian, untuk anak usia remaja, Seto menyarankan orang tua memberikan penjelasan dengan berdiskusi.

“Yang sudah remaja melalui diskusi, dengan berbagai data-data. Kan sumber data bisa dari mana saja, dengan media sosial kita mendapatkan banyak, mungkin beberapa bisa mengakses jurnal-jurnal ilmiah dan sebagainya,” tutur dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Eks Dirut Bosowa Corporindo Sadikin Aksa, Polri Sudah Periksa 26 Saksi dan 3 Ahli

Kasus Eks Dirut Bosowa Corporindo Sadikin Aksa, Polri Sudah Periksa 26 Saksi dan 3 Ahli

Nasional
Gubernur: 1.023 KK yang mengungsi akibat Bencana di NTT

Gubernur: 1.023 KK yang mengungsi akibat Bencana di NTT

Nasional
Jokowi Jelaskan Alasan Pemerintah Larang Mudik Lebaran 2021

Jokowi Jelaskan Alasan Pemerintah Larang Mudik Lebaran 2021

Nasional
Jokowi: Saya Paham Kita Rindu Sanak Saudara, tapi Mari Utamakan Keselamatan

Jokowi: Saya Paham Kita Rindu Sanak Saudara, tapi Mari Utamakan Keselamatan

Nasional
Jokowi Tegaskan Larangan Mudik Berlaku untuk Seluruh Masyarakat

Jokowi Tegaskan Larangan Mudik Berlaku untuk Seluruh Masyarakat

Nasional
Gubernur Viktor Pastikan Desain Kebijakan Pembangunan di NTT Segera Dilakukan

Gubernur Viktor Pastikan Desain Kebijakan Pembangunan di NTT Segera Dilakukan

Nasional
UPDATE 16 April: Sebaran 5.363 Kasus Baru Covid-19, Paling Tinggi Jawa Barat

UPDATE 16 April: Sebaran 5.363 Kasus Baru Covid-19, Paling Tinggi Jawa Barat

Nasional
UPDATE 16 April: 5,81 Juta Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua, 10,7 Juta Dosis Pertama

UPDATE 16 April: 5,81 Juta Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua, 10,7 Juta Dosis Pertama

Nasional
LIVE STREAMING: Jokowi Beri Paparan soal Larangan Mudik Lebaran

LIVE STREAMING: Jokowi Beri Paparan soal Larangan Mudik Lebaran

Nasional
Sebut Mispersepsi, Mendikbud: Tak Ada Maksud Ubah Mata Kuliah Pancasila dan Bahasa Indonesia

Sebut Mispersepsi, Mendikbud: Tak Ada Maksud Ubah Mata Kuliah Pancasila dan Bahasa Indonesia

Nasional
UPDATE 16 April: Pemerintah Telah Periksa 13.711.972 Spesimen Terkait Covid-19

UPDATE 16 April: Pemerintah Telah Periksa 13.711.972 Spesimen Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 16 April: Ada 107.297 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 16 April: Ada 107.297 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 16 April: Pasien Sembuh Covid-19 Capai 1.444.229

UPDATE 16 April: Pasien Sembuh Covid-19 Capai 1.444.229

Nasional
UPDATE 16 April: Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia Capai 58.999

UPDATE 16 April: Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia Capai 58.999

Nasional
Polisi Masih Buru 3 DPO Terduga Teroris di Jakarta dan Sekitarnya

Polisi Masih Buru 3 DPO Terduga Teroris di Jakarta dan Sekitarnya

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X