Pengamat LIPI Sebut Publik Lebih Memikirkan Nasibnya ketimbang Pilkada

Kompas.com - 25/09/2020, 12:00 WIB
Ilustrasi Pilkada KOMPAS/PRIYOMBODOIlustrasi Pilkada

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengatakan, saat ini animo masyarakat terhadap politik, termasuk pemilihan kepala daerah (pilkada) menurun.

Hal tersebut disebabkan pandemi Covid-19 yang mengguncang sosial ekonomi masyarakat.

Dibandingkan memikirkan kegiatan politik, menurut Zuhro, saat ini masyarakat sibuk menduga-duga nasib di tengah pandemi.

"Dampak sosial-ekonomi pandemi membuat animo masyarakat terhadap politik menurun karena mereka sibuk memikirkan nasibnya terkait ekonomi yang merosot itu," ujar Siti Zuhro dalam sebuah diskusi, Kamis (24/9/2020).

Baca juga: Pengamat LIPI: Pilkada 2020 Terkait Ambisi Parpol pada Pilpres 2024

Siti Zuhro mengatakan, saat ini masyarakat lebih fokus memikirkan permasalahan hidup dan bagaimana caranya bertahan.

Sebab, pandemi Covid-19 telah meluluhlantakkan kehidupan hampir seluruh masyarakat, termasuk ancaman resesi ekonomi yang ada di depan mata.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mereka cenderung memikirkan permasalahan hidup dengan lesunya perekonomian dan resesi yang tidak bisa ditutup-tutupi lagi," kata dia.

Oleh karena itu, pelaksanaan Pilkada 2020 yang akan tetap digelar di tengah pandemi Covid-19 dinilainya perlu dipertimbangkan lagi.

Terutama dengan melihat kondisi riil masyarakat setelah pandemi melanda selama setengah tahun ini.

Beberapa dampak yang terjadi adalah adanya pengangguran, kemiskinan yang meningkat, dan hal-hal lainnya yang akan menambah berat beban negara.

"Peta kekuatan politik bergeser mengingat animo publik semakin berkurang karena sulitnya hidup setelah perekonomian lesu pasca diterpa pandemi," kata dia.

Baca juga: Penerapan PKPU Pilkada Diminta Tegas, DPR: Bisa Dievaluasi jika Banyak Pelanggaran

Siti Zuhro juga mengingatkan, jika pilkada tetap digelar di masa darurat seperti saat ini maka harus keselamatan jiwa masyarakat harus dijamin.

Adapun Pilkada 2020 mendapat desakan berbagai pihak untuk ditunda karena meningkatnya kasus Covid-19 di Tanah Air dari hari ke hari.

Namun, tahapan-tahapannya hingga saat ini masih tetap berjalan. Rencananya, Pilkada 2020 akan digelar pada 9 Desember 2020.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.