Kompas.com - 03/09/2020, 07:23 WIB

Setelah lolos di BPOM, vaksin akan diproduksi massal oleh PT Bio Farma pada Januari 2021. Bio Farma menargetkan bisa memproduksi 250 juta dosis vaksin per tahun.

3. Vaksin tak bisa untuk anak-anak

Vaksin Covid-19 yang ada saat ini tidak bisa hanya bisa dilakukan untuk usia 18 tahun ke atas.

Hal tersebut di Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPEN) Erick Thohir dalam rapat kerja di Komisi IX DPR, Jumat (28/8/2020).

"Dari informasi terakhir, vaksin Covid-19 yang ada ini berlaku untuk usia pada 18 tahun sampai 59 tahun, tetapi dari konfirmasi terakhir usia di atas 59 sudah bisa menerima vaksin ini," kata Erick.

Erick menambahkan, vaksin untuk usia di bawah 18 tahun termasuk anak-anak masih tengah berproses dan dikembangkan.

4. Sertifikasi Halal

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, sertifikasi halal untuk vaksin Covid-19 dari China harus segera diproses.

Baca juga: Berburu dengan Waktu, Ini 7 Tahapan Pengembangan Vaksin Covid-19

Menurut Wapres Ma'ruf, peraturan perundang-undangan di Indonesia telah mengatur bahwa seluruh produk, termasuk produk farmasi, harus mendapat sertifikat halal.

Oleh karenanya, sertifikasi vaksin dibutuhkan pemerintah.

"Saya kira harus sudah mulai proses sertifikasi halalnya. Kita di Indonesia ada UU-nya bahwa semua produk termasuk produk farmasi wajib sertifikasi halal untuk memperoleh kepercayaan masyarakat dan karena mayoritas di Indonesia umat Islam," kata Ma'ruf dalam pertemuan dengan Bio Farma secara virtual di rumah dinas, Kamis (27/8/2020).

Sertifikasi halal juga diperlukan sebagai antisipasi kemungkinan produk vaksin halal bisa diekspor.

"Untuk (mendapat sertifikasi) halal sebenarnya tidak sulit kalau memang produk itu sangat dibutuhkan, maka ada jalan keluarnya untuk memperoleh sertifikat halal itu," ucap dia.

Hasil uji klinis tahap III vaksin dari China ini sangat dinantikan semua pihak. Namun, pengembangan vaksin buatan dalam negeri tetap dilanjutkan pemerintah.

Baca juga: Menristek: Pengembangan Vaksin Merah Putih Sudah 40 Persen

Lantas, bagaimana dengan pengembangan vaksin buatan Indonesia?

Vaksin Merah Putih

Pemerintah tetap berupaya mengembangkan vaksin buatan dalam negeri. Vaksin buatan dalam negeri ini diberi nama vaksin Merah Putih.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Amin Soebandrio, dalam sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (8/3/2020).Kompas.com/Fitria Chusna Farisa Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Amin Soebandrio, dalam sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (8/3/2020).
Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Amin Soebandrio mengatakan, vaksin Merah Putih akan diuji coba pada hewan sekitar 3 bulan lagi.

"Saat ini kami sedang menunggu ekspresi dari protein tersebut dalam bentuk antigen protein rekombinan itu. Dan nanti Insya Allah dalam dua atau tiga bulan ke depan kami akan uji pada hewan," kata Amin dalam rapat bersama Komisi IX DPR, Senin (31/8/2020).

Amin juga mengatakan, vaksin Merah Putih akan ditargetkan memasuki tiga tahapan klinis pada 2021.

Namun, Amin mengatakan, pihaknya akan berupaya mempercepat seluruh tahapan, sehingga pada Februari atau Maret sudah dapat diproduksi.

Baca juga: Kemenristek Akan Segera Uji Vaksin Merah Putih

"Diharapkan pada Februari atau Maret tahun 2021 kami sudah bisa memberikan sheet vaksinnya kepada Bio Farma untuk proses selanjutnya, termasuk untuk uji klinis 1, 2, dan 3," ujar dia.

Sementara itu, menurut Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kemenristek/BRIN Ali Ghufron Mukti, pengembangan Vaksin Merah Putih saat ini sudah mencapai sekitar 40 persen.

Ali mengatakan, pengembangan Vaksin Merah Putih ini penting karena juga berkaitan dengan kemandirian bangsa.

"Sudah seberapa perjalananannya? Kurang lebih 30-40 persen perjalanan kita," kata Ali.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bocah Meninggal Usai Digigit Anjing, Pemilik Hewan Dinilai Punya Tanggung Jawab Penuh

Bocah Meninggal Usai Digigit Anjing, Pemilik Hewan Dinilai Punya Tanggung Jawab Penuh

Nasional
Menhan: Produk Sishankamrata Sudah Berusia 50 Tahun Lebih, Perlu Aktualisasi

Menhan: Produk Sishankamrata Sudah Berusia 50 Tahun Lebih, Perlu Aktualisasi

Nasional
Pesta Pernikahan Dapat Picu Klaster Covid-19, Menko PMK: Harus Diwaspadai

Pesta Pernikahan Dapat Picu Klaster Covid-19, Menko PMK: Harus Diwaspadai

Nasional
16 Pegawai Kementerian PANRB Positif Covid-19, Tjahjo Terapkan WFH 75 Persen

16 Pegawai Kementerian PANRB Positif Covid-19, Tjahjo Terapkan WFH 75 Persen

Nasional
PGI Dorong Gereja Tahan Diri Adakan Ibadah di Tengah Lonjakan Covid-19

PGI Dorong Gereja Tahan Diri Adakan Ibadah di Tengah Lonjakan Covid-19

Nasional
IDAI: Kasus Covid-19 pada Anak 12,5 Persen, Semua Kegiatan Harus Daring

IDAI: Kasus Covid-19 pada Anak 12,5 Persen, Semua Kegiatan Harus Daring

Nasional
ICW Pertanyakan Ketidaktahuan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron soal Penggagas TWK

ICW Pertanyakan Ketidaktahuan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron soal Penggagas TWK

Nasional
Kapolri Tinjau Vaksinasi dan Posko PPKM Mikro di Madiun dan Bangkalan

Kapolri Tinjau Vaksinasi dan Posko PPKM Mikro di Madiun dan Bangkalan

Nasional
Wapres Ingin Seluruh Komponen Cadangan dan Pendukung Disiapkan Sejak Dini

Wapres Ingin Seluruh Komponen Cadangan dan Pendukung Disiapkan Sejak Dini

Nasional
Mendagri Sebut Produk Indonesia Tak Kalah dengan Brand Luar Negeri

Mendagri Sebut Produk Indonesia Tak Kalah dengan Brand Luar Negeri

Nasional
Luhut: Kita Mudah Membangun, tetapi Kadang-kadang Susah Memelihara

Luhut: Kita Mudah Membangun, tetapi Kadang-kadang Susah Memelihara

Nasional
Wapres Ingatkan Seluruh Komponen Bangsa Selalu Siap Siaga dan Waspada

Wapres Ingatkan Seluruh Komponen Bangsa Selalu Siap Siaga dan Waspada

Nasional
52 Orang di Lingkungan DPR Positif Covid-19, 12 di Antaranya Anggota DPR

52 Orang di Lingkungan DPR Positif Covid-19, 12 di Antaranya Anggota DPR

Nasional
46 Anggota dan Staf DPR Covid-19, Cak Imin Dorong Rapat DPR digelar Virtual

46 Anggota dan Staf DPR Covid-19, Cak Imin Dorong Rapat DPR digelar Virtual

Nasional
Pemerintah Tanggung Biaya Penanganan KIPI Vaksin Covid-19, Termasuk Program Gotong Royong

Pemerintah Tanggung Biaya Penanganan KIPI Vaksin Covid-19, Termasuk Program Gotong Royong

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X