Kompas.com - 18/08/2020, 16:49 WIB
Penyanyi Giring Ganesha saat ditemui di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/10/2019)., KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG Penyanyi Giring Ganesha saat ditemui di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/10/2019).,
Penulis Dani Prabowo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Nama mantan vokalis grup band Nidji, Giring Ganesha, kembali ramai diperbincangkan.

Bukan karena dia akan kembali ke grup band yang membesarkan namanya, tetapi karena secara mendadak dirinya ditunjuk sebagai pelaksana tugas Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Giring akan menggantikan Grace Natalie untuk sementara waktu karena ia akan melanjutkan studi masternya di Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore (NUS).

Kepada Kompas.com, Grace menyatakan, Giring akan menjabat posisi tersebut selama ia menempuh masa studi yakni selama satu tahun. Ia pun memiliki pertimbangan tersendiri mengapa akhirnya menunjuk Giring sebagai penggantinya.

"Pengalaman berjuang di PSI selama beberapa tahun terakhir menjadi pertimbangan. Bro Giring juga bisa mewakili sosok anak muda kreatif," ungkap Grace, Senin (17/8/2020).

Baca juga: Giring Ganesha, Eks Vokalis Nidji yang Kini Jadi Ketua Umum Partai Politik

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di dunia politik, sosok Giring memang masih terbilang baru. Bahkan, Giring yang sempat mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif lewat partainya, gagal pada Pemilu Legislatif 2019 lalu.

Meski demikian, Giring cukup vokal dalam menyuarakan sejumlah persoalan yang terjadi di Tanah Air.

Berikut perjalanan karir politik Giring yang dirangkum Kompas.com:

1. Gabung PSI 2017

Giring secara resmi terjun ke dunia politik melalui PSI sejak September 2017 lalu.

Awalnya, Giring mengaku apatis terhadap dunia politik.

Sekali pun, ayahnya yang seorang mantan wartawan Istana Kepresidenan dari Kantor Berita Antara kerap membahas persoalan politik saat ia masih kecil.

Namun, pandangan politik Giring berubah ketika ia bertemu dengan Joko Widodo, yang saat itu masih menjadi Wali Kota Solo dan hendak mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Saat itu saya baca majalah. Waktu saya baca Pak Jokowi senang musik rock. Wau!," kata Giring di Kantor DPP PSI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada 6 September 2019.

Baca juga: Alasan Giring Nidji Terjun ke Dunia Politik

2. Terinspirasi Jokowi

Giring mengaku bahwa Jokowi adalah salah satu sosok yang menginspirasinya untuk terjun ke dunia politik.

Pada suatu waktu, dirinya pernah bertemu Jokowi di bandara secara tidak sengaja.

"Saya tanya 'Pak, katanya mau jadi gubernur ya?', 'Ah enggak kok'. Dia bilang gitu. Dia orangnya humble dan bersahabat," kata dia.

Ketika mengetahui Jokowi hendak menjadi Gubernur DKI Jakarta, ia mengaku mendukung langkah politik mantan Wali Kota Solo itu.

Dukungan yang sama pun diberikan ketika Jokowi melenggang ke Istana Kepresidenan sebagai Presiden.

Dari rangkaian pertemuannya dengan Jokowi, Giring yang awalnya apatis terhadap politik justru hendak berbuat lebih nyata.

"Keapatisan politik saya langsung berubah. Kalau Pak Jokowi bisa, seorang Giring Ganesha harus bisa dong," ucapnya.

3. Jadi caleg karena ingin ganti UN

Tak hanya mendaftar sebagai kader PSI, Giring juga turut mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif dari partai tersebut.

Saat menjalani seleksi terbuka, salah satu persoalan yang menjadi sorotan Giring yaitu ujian nasional (UN).

Ia pun ingin mengubah pelaksanaan ujian yang kerap menjadi momok siswa Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas.

"UN bikin stress. Anak didik, keluarga, guru di sekolah, semua stres. Selama 12 tahun belajar hancur karena UN pakai kunci jawaban, ini bibit korupsi, aku punya ide ganti UN dengan ujian bakat," kata Giring.

Keinginannya itu bukan tanpa dasar. Giring mengaku, ia dan kakaknya adalah produk orang yang hidup dari bakat.

Ia juga telah membandingkan sistem pendidikan di dalam negeri dan luar negeri.

"Saya dan kakak saya adalah produk bakat. Alangkah bagusnya jika semua anak Indonesia hidup di jalan bakat," ungkap Giring.

Baca juga: Daftar Bakal Caleg PSI, Giring Nidji Ingin Ubah UN Jadi Ujian Bakat

4. Tolak poligami lewat video

Isu poligami menjadi salah satu persoalan yang disorot PSI pada 2018 lalu.

Saat itu, Ketua Umum PSI Grace Natalie berjanji akan memperjuangkan larangan poligami bagi pejabat publik hingga aparatur sipil negara (ASN) bila lolos ke parlemen.

Bahkan, PSI bertekad memecat kadernya yang ketahuan poligami.

Wacana tersebut pun mendapat penolakan yang cukup besar. Salah satunya dari Partai Keadilan Sejahtera.

Di tengah perbincangan isu tersebut, Giring mengunggah sebuah video di akun Instagramnya dengan tajuk 'Giring Ganesha Mau Nikah Lagi?'.

Di dalam video tersebut, Giring mengungkapkan keinginannya untuk menikah lagi atau poligami kepada istrinya, Cynthia Riza.

Belakangan, Giring menjelaskan bahwa video itu hanyalah bagian dari simulasi penolakan poligami.

"Jika poligami bertujuan untuk mewujudkan keadilan, inikah keadilan bagi perempuan Indonesia? Saya Giring Ganesha, berdiri di sini sebagai seorang anak yang mencintai ibu saya, sebagai seorang suami yang mencintai istri saya, sebagai seorang ayah yang mencintai anak-anak saya, sangat menentang dengan perilaku poligami," kata Giring seperti dilansir dari Tribunnews.com.

Baca juga: PSI Janji Perjuangkan Larangan Poligami bagi Pejabat Publik hingga ASN

5. Tolak RUU Permusikan

Tak hanya menolak poligami yang turut menjadi sikap partainya, Giring juga pernah mengkritisi keberadaan draf Rancangan Undang-Undang Permusikan yang sempat muncul pada awal 2019 lalu.

Menurut Giring, keberadaan RUU tersebut justru hanya akan meregulasi kreativitas pekerja seni.

"Kreativitas itu enggak bisa diregulasi, kreativitas itu enggak bisa ditahan," kata Giring dalam keterangan tertulis, pada 7 Februari 2019.

Giring yang menjadi caleg DPR dari daerah pemilihan Jawa Barat 1 itu menilai, DPR seharusnya membuat RUU yang memberi perlindungan terhadap hak-hak pelaku industri dunia musik, bukan membatasi kreativitasnya.

Baca juga: Soal RUU Permusikan, Giring Sebut Kreativitas Tak Bisa Diregulasi

6. Gagal jadi anggota DPR

Kegagalan PSI memperoleh dukungan yang cukup pada Pemilu Legislatif 2019 lalu, turut berpengaruh terhadap proses pencalonan Giring.

Meski ia meyakini perolehan suaranya di Dapil 1 Jawa Barat cukup banyak, kenyataannya Giring tetap tak bisa duduk sebagai anggota dewan.

Pasalnya, PSI tak mampu memperoleh dukungan sesuai dengan ambang batas parlemen yang telah ditentukan sebelumnya.

"Sempat lah drop, manusiawi, tapi balik lagi ternyata pemilih saya banyak, ada 47.000 orang percaya memilih saya itu adalah hal yang positif," ucap Giring saat ditemui dalam sebuah acara buka puasa bersama di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada 21 Mei 2019 lalu.

Kendati demikian, Giring mengaku, dirinya tetap ingin terjun ke dunia politik. Bahkan, ia bercita-cita untuk membesarkan PSI di masa mendatang.

Baca juga: Giring Ganesha Tak Putus Asa meski Gagal Jadi Anggota DPR

7. Ditunjuk jadi Ketua Piala Presiden E-sport

Gagal melenggang ke parlemen tak membuat Giring patah semangat. Bahkan, ia dipercaya untuk menjadi Presiden Indonesia e-Sport Premier League.

Pada awal Januari lalu, ia diberi tugas untuk menyelenggarakan ajang Piala Presiden Esports yang telah memasuki tahun kedua.

Ajang Piala Presiden kali ini cukup banyak peminatnya. Dari sebelumnya diikuti 19.000 peserta pada 2019, tahun ini diikuti oleh 177.000 peserta.

"Tentunya kami berharap esports di Indonesia bisa semakin berkembang, dan kelak Indonesia menjadi mercusuarnya esports," kata Nidji.

Baca juga: Melalui Piala Presiden, Esports Bisa Jadi Cabor Andalan Indonesia

8. Digadang capres PSI

Sebelum secara resmi ditunjuk sebagai Plt Ketua Umum PSI, nama Giring sudah lebih dulu mencuat di jagat maya.

Hal itu tidak terlepas dari keberadaan sejumlah baliho yang memasang gambar wajahnya yang tengah mengenakan peci hitam.

Baliho tersebut tersebar di sejumlah wilayah dan ramai diperbincangkan di sejumlah sosial media seperti Twitter dan Instagram. Sebab, di samping gambar wajahnya terdapat tulisan hitam bertuliskan 'Giring untuk Presiden 2024'.

Terkait hal tersebut, Grace masih enggak mengungkapkannya. Ia mengatakan, akan ada waktu yang tepat untuk menjelaskan hal tersebut.

"Sabar ya, pada waktunya akan dijelaskan," ucap Grace.

Baca juga: Alasan Grace Natalie Tunjuk Giring Ganesha sebagai Plt Ketua Umum PSI



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang PTM Terbatas, Puan Ingatkan Sejumlah Persyaratan dan Izin Orangtua Murid

Jelang PTM Terbatas, Puan Ingatkan Sejumlah Persyaratan dan Izin Orangtua Murid

Nasional
Giring Ingin Gratiskan Kuliah jika Jadi Presiden, Bagaimana soal PPN Jasa Pendidikan?

Giring Ingin Gratiskan Kuliah jika Jadi Presiden, Bagaimana soal PPN Jasa Pendidikan?

Nasional
Gelar Latihan Armada Jaya, TNI AL Kerahkan Kapal Perang hingga Pesawat Udara

Gelar Latihan Armada Jaya, TNI AL Kerahkan Kapal Perang hingga Pesawat Udara

Nasional
Ketua DPC PDI-P Kendal Akui Terima Uang Rp 508,8 Juta dari Juliari Batubara

Ketua DPC PDI-P Kendal Akui Terima Uang Rp 508,8 Juta dari Juliari Batubara

Nasional
Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Jokowi Menurun, Istana: Kepercayaan Masyarakat Masih Sangat Tinggi

Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Jokowi Menurun, Istana: Kepercayaan Masyarakat Masih Sangat Tinggi

Nasional
Tambah Rp 47 Miliar, Anggaran Kemenko PMK untuk 2022 Mencapai Rp 275,97 Miliar

Tambah Rp 47 Miliar, Anggaran Kemenko PMK untuk 2022 Mencapai Rp 275,97 Miliar

Nasional
Jampidsus Sebut Belum Ada Perbuatan Melawan Hukum dalam Kasus Dugaan Korupsi BPJS  Ketenagakerjaan Hingga Kini

Jampidsus Sebut Belum Ada Perbuatan Melawan Hukum dalam Kasus Dugaan Korupsi BPJS Ketenagakerjaan Hingga Kini

Nasional
UPDATE 14 Juni: 11.615.862 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 14 Juni: 11.615.862 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
UPDATE 14 Juni: Sebaran 8.189 Kasus Baru Covid-19, 2.722 Kasus di DKI Jakarta

UPDATE 14 Juni: Sebaran 8.189 Kasus Baru Covid-19, 2.722 Kasus di DKI Jakarta

Nasional
PPKM Mikro 15-28 Juni, Sekolah di Daerah Zona Merah Wajib Daring

PPKM Mikro 15-28 Juni, Sekolah di Daerah Zona Merah Wajib Daring

Nasional
Ini Aturan dan Syarat Terkait CPNS 2021...

Ini Aturan dan Syarat Terkait CPNS 2021...

Nasional
UPDATE 14 Juni: Pemerintah Periksa 69.314 Spesimen Covid-19 dalam Sehari

UPDATE 14 Juni: Pemerintah Periksa 69.314 Spesimen Covid-19 dalam Sehari

Nasional
UPDATE 14 Juni: Bertambah 237, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Jadi 53.116 Orang

UPDATE 14 Juni: Bertambah 237, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Jadi 53.116 Orang

Nasional
UPDATE 14 Juni: Ada 111.747 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

UPDATE 14 Juni: Ada 111.747 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

Nasional
Gus Menteri Minta Kades Seluruh Indonesia Selesaikan Pemutakhiran Data Berbasis SDGs

Gus Menteri Minta Kades Seluruh Indonesia Selesaikan Pemutakhiran Data Berbasis SDGs

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X