KILAS

Batan Targetkan Pengembangan Sistem Pemantauan Zat Radioaktif Rampung 2022

Kompas.com - 12/08/2020, 16:41 WIB
Pemantauan zat radioaktif oleh Batan. DOK. BatanPemantauan zat radioaktif oleh Batan.

KOMPAS.com – Kepala Pusat Pendayagunaan Informatika dan Kawasan Strategis Nuklir (PPIKSN) Roziq Himawan mengatakan, Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) menargetkan pengembangan sistem pemantauan zat radioaktif selesai pada 2022.

“Pada 2021 akan dilakukan integrasi sistem pemantauan dengan sistem pengelolaan limbah radioaktif serta pemasangan satu unit portal monitor radiasi. Kemudian pada 2022 akan dilakukan pengintegrasian sistem pemantauan dengan sistem pengamanan Batan,” kata Roziq, seperti dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/8/2020).

Sebagai informasi, saat ini Batan memang sedang mengembangkan sistem pemantauan zat radioaktif terintegrasi.

Tahapan yang akan dilaksanakan pada tahun ini adalah pembenahan standar operasional prosedur, pengembangan sistem informasi untuk memantau portal monitor radiasi, dan pemasangan dua unit portal monitor radiasi.

Baca juga: Proses Clean Up di Batan Indah Selesai, Sisa Satu Langkah Lagi

Adapun tujuan dari hal tersebut adalah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat atas keselamatan zat radioaktif yang digunakan atau dihasilkan di Batan, serta sebagai pembuktian kemampuan Batan dalam mengembangkan sistem.

“Pengembangan sistem ini sekaligus menjadi prototipe lapangan. Kalau berhasil beroperasi dalam waktu lama, sistem ini dapat diaplikasikan pada instalasi lain di Batan atau yang memiliki tugas dan tanggung jawab mengawasi pergerakan zat radioaktif,” kata Roziq.

Di sisi lain, pengembangan sistem pemantauan zat radioaktif oleh Batan juga dilakukan untuk memberi ketenangan dan kepastian kepada masyarakat, bahwa zat radioaktif di Kawasan Nuklir Serpong, Puspiptek, Tangerang Selatan dipantau secara ketat.

“Penemuan paparan radiasi lingkungan di atas ambang batas menjadi keprihatinan dan kekhawatiran banyak pihak,” kata Roziq.

Baca juga: Agar Aman dari Radiasi, Batan Akan Tutup Area yang Dikeruk dengan Tanah dari Luar Batan Indah

Roziq menambahkan, sistem pemantauan yang baru akan mengintegrasikan sistem pemantauan, pengelolaan limbah radioaktif, dan pengamanan berbasis digital.

Jadi, lalu lintas zat radioaktif yang keluar masuk Kawasan Nuklir Serpong dapat dipantau lebih ketat dan database zat radioaktifnya dapat terdokumentasi dengan baik.

“Secara umum, perangkat keras dan lunak sistem pemantauan zat radioaktif di Kawasan Nuklir Serpong sudah tersedia. Namun, sistem ini bekerja secara terpisah dan belum didukung teknologi informasi yang andal,” kata Roziq.

Sayangnya, Pandemi Covid-19 yang sedang mewabah turut mempengaruhi proses pengembangan sistem pemantauan zat radioaktif yang sedang berjalan.

Pasalnya dalam menyelesaikan portal monitor radiasi, Batan melalui Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir (PRFN) harus mengimpor detektor yang merupakan komponen utama.

Baca juga: Batan Akan Tebang Pohon Buah di Titik Radiasi Nuklir di Serpong

“Proses pengadaan menjadi terkendala karena keterbatasan transportasi internasional. Namun hambatan dari segi pengembangan dan pengintegrasian aplikasi sistem informasi relatif dapat diatasi dengan baik,” kata Roziq.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KAMI Nilai Pemerintah Tak Mampu Atasi Covid-19

KAMI Nilai Pemerintah Tak Mampu Atasi Covid-19

Nasional
Dugaan Investasi Bodong oleh Kampung Kurma Group, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Dugaan Investasi Bodong oleh Kampung Kurma Group, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Nasional
Satgas Covid-19 Minta Pemda Lakukan Simulasi Sebelum Sekolah Dibuka

Satgas Covid-19 Minta Pemda Lakukan Simulasi Sebelum Sekolah Dibuka

Nasional
Ini Alasan Polri Belum Panggil Rizieq Shihab terkait Kerumunan di Jakarta dan Bogor

Ini Alasan Polri Belum Panggil Rizieq Shihab terkait Kerumunan di Jakarta dan Bogor

Nasional
Ditanya Alasan Turuti Perintah Brigjen Prasetijo, Saksi Singgung soal Hubungan Senior-Junior di Polri

Ditanya Alasan Turuti Perintah Brigjen Prasetijo, Saksi Singgung soal Hubungan Senior-Junior di Polri

Nasional
Mendes PDTT Minta 'BumDes Bersama' Pertimbangkan Model Bisnis Berskala Luas

Mendes PDTT Minta "BumDes Bersama" Pertimbangkan Model Bisnis Berskala Luas

Nasional
Lebih 800.000 Pemilih Pilkada 2020 Belum Rekam E-KTP, Mendagri Sebut Itu Hak Mereka

Lebih 800.000 Pemilih Pilkada 2020 Belum Rekam E-KTP, Mendagri Sebut Itu Hak Mereka

Nasional
KPK Duga Ada Pemberi Suap Lain kepada Edhy Prabowo Terkait Ekspor Bibit Lobster

KPK Duga Ada Pemberi Suap Lain kepada Edhy Prabowo Terkait Ekspor Bibit Lobster

Nasional
SDGs Desa Adalah Tindak Lanjut dari Perpres Nomor 59 Tahun 2017

SDGs Desa Adalah Tindak Lanjut dari Perpres Nomor 59 Tahun 2017

Nasional
Hari Pertama Gantikan Edhy Prabowo, Luhut Panggil Dua Pejabat KKP

Hari Pertama Gantikan Edhy Prabowo, Luhut Panggil Dua Pejabat KKP

Nasional
Kasus Edhy Prabowo, KPK Mulai Penggeledahan Besok

Kasus Edhy Prabowo, KPK Mulai Penggeledahan Besok

Nasional
Ingatkan Warga Tak Halangi Pemeriksaan Covid-19, Satgas: Ada Sanksi

Ingatkan Warga Tak Halangi Pemeriksaan Covid-19, Satgas: Ada Sanksi

Nasional
Maybank Bakal Ganti Uang Winda Earl, Polisi: Tak Hapuskan Peristiwa Pidananya

Maybank Bakal Ganti Uang Winda Earl, Polisi: Tak Hapuskan Peristiwa Pidananya

Nasional
KPK Tahan Dua Tersangka Lagi di Kasus Suap Edhy Prabowo

KPK Tahan Dua Tersangka Lagi di Kasus Suap Edhy Prabowo

Nasional
Bilik Swab Test Covid-19 Karya UI Raih Penghargaan Kementrian PANRB

Bilik Swab Test Covid-19 Karya UI Raih Penghargaan Kementrian PANRB

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X