Pemerintah Minta Para Pekerja Jaga Jarak dan Pakai Masker di Kantor

Kompas.com - 28/06/2020, 17:49 WIB
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan yang juga Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menjawab pertanyaan saat wawancara di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (18/6/2020). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak ADirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan yang juga Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menjawab pertanyaan saat wawancara di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (18/6/2020). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona  Achmad Yurianto meminta para pekerja yang sudah mulai kembali bekerja di kantor menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Seluruh pekerja diminta menjaga jarak satu dengan yang lain, dan memakai masker selama di kantor.

"Kita harus memperhatikan betul pengaturan tempat kerja, sehingga physical distancing atau menjaga jarak bisa dilaksanakan," kata Yuri di Graha BNPB, Jakarta Timur, Minggu (28/6/2020).

"Pastikan sekalipun sudah berada di kantor tetap menggunakan masker dengan benar," tuturnya.

Baca juga: Pemerintah: Tak Pakai Masker, Faktor Utama Kasus Baru Covid-19

Yuri mengatakan, penambahan kasus Covid-19 di Indonesia masih terus terjadi.

Hal itu menunjukkan bahwa masih ada masyarakat yang tidak disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

Masih ada yang tidak menerapkan jaga jarak, tidak menggunakan masker saat berada di ruang publik, dan tidak rajin mencuci tangan.

Bahkan, ada yang terkonfirmasi sakit tapi tidak mengisolasi diri.

"Masih ada kelompok yang rentan untuk tertular karena tidak patuh untuk menjaga jarak, tidak menggunakan masker, dan tidak rajin mencuci tangan," kata Yuri.

Baca juga: Yurianto Sebut Masyarakat di CFD Jakarta dan Sejumlah Bandara Lupa Physical Distancing

Yuri pun meminta seluruh masyarakat patuh pada imbauan yang telah disampaikan pemerintah.

"Harus mencari cara, harus mencari upaya agar aman dari Covid-19," kata dia.

Untuk diketahui, penularan Covid-19 masih terus terjadi di Indonesia. Hingga Minggu (18/6/2020), terdapat penambahan 1.198 kasus Covid-19.

Baca juga: UPDATE: Bertambah 1.198, Kasus Covid-19 di Indonesia Kini Ada 54.010

Penambahan itu menyebabkan saat ini secara akumulasi ada 54.010 kasus Covid-19 di Tanah Air, terhitung sejak diumumkannya kasus pertama oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020.

"Hasil pemeriksaan hari ini, positif (virus corona) meningkat sebanyak 1.198 sehingga totalnya menjadi 54.010," kata Yurianto dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Minggu sore.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X