Kompas.com - 23/06/2020, 18:15 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Senin (15/6/2020). DOKUMENTASI BNPBJuru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Senin (15/6/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyebutkan, contact tracing yang agresif dan tes yang masif sangat penting dilakukan di daerah yang kasusnya masih tinggi.

Hal tersebut disampaikan Yurianto dalam konferensi pers di BNPB, Selasa (23/6/2020).

Dari penambahan kasus positif terkonfirmasi Covid-19 sejak Senin (22/6/2020) pukul 12.00 WIB hingga Selasa (23/6/2020) pukul 12.00 WIB, kata dia, sebagian besar didapatkan dari hasil contact tracing agresif dan pemeriksaan tes masif.

"Ini penting terutama untuk daerah-daerah yang masih menunjukkan penambahan kasus yang cukup tinggi atau rata-rata kasus per 100.000 penduduknya masih tinggi," kata Yurianto.

Baca juga: Kemenkes Dorong Penelusuran Kontak Dekat Pasien Covid-19 Lebih Masif

Maka, kata dia, menjadi sangat penting bagi daerah-daerah dengan kondisi tersebut untuk melakukan kontak tracing dan tes masif.

Dari waktu pengumpulan data yang sama, kata dia, pemeriksaan spesimen baik dengan tes cepat molekuler (TCM) maupun polymerase chain reaction (PCR) ada sebanyak 17.908 spesimen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penambahan jumlah tersebut menambah jumlah spesimen yang telah diperiksa sejauh ini sebanyak 668.219 spesimen.

Pemeriksaan sejumlah tersebut menghasilkan penambahan sebanyak 1.051 kasus terkonfirmasi positif sehingga totalnya mencapai 47.896 orang.

Baca juga: Penyebaran Covid-19 di Ambon Masif, Diduga Ada 598 OTG Berkeliaran

Dari jumlah tersebut juga ditemukan penambahan kasus sembuh sebanyak 506 orang sehingga total pasien sembuh menjadi 19.241 orang.

Sementara itu, jumlah pasien meninggal dunia bertambah menjadi 2.535 orang, dengan penambahan 35 orang.

"Menjaga jarak adalah kunci. Beberapa kebijakan yang telah diberikan pemerintah terkait pembatasan kapasitas kendaraan umum juga menjadi latar belakang agar jaga jarak msh bisa kita terapkan," kata dia.

Salah satunya pemerintah telah menetapkan pembagian dua waktu secara bergantian di wilayah Jabodetabek untuk masyarakat bisa bekerja sehari-hari.

Gelombang satu dilaksanakan pada pukul 07.00-07.20 WIB dan gelombang dua dilaksanakan pada pukul 10.00-10.30 WIB dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.