Tingkatkan Pemeriksaan Spesimen Covid-19, Jam Kerja Laboratorium Akan Dioptimalkan

Kompas.com - 16/06/2020, 14:14 WIB
Petugas kesehatan beraktivitas di ruang deteksi polymerase chain reaction (PCR) laboratorium biomolekuler Rumah Sakit Pelindo Husada Citra (PHC), Surabaya, Jawa Timur, Selasa (12/5/2020). Laboratorium biomolekuler PCR tersebut berfungsi untuk melakukan uji laboratorium virus corona atau COVID-19 melalui metode tes swab dengan kapasitas 500 tes perhari. ANTARA FOTO/Moch Asim/hp. ANTARA FOTO/Moch AsimPetugas kesehatan beraktivitas di ruang deteksi polymerase chain reaction (PCR) laboratorium biomolekuler Rumah Sakit Pelindo Husada Citra (PHC), Surabaya, Jawa Timur, Selasa (12/5/2020). Laboratorium biomolekuler PCR tersebut berfungsi untuk melakukan uji laboratorium virus corona atau COVID-19 melalui metode tes swab dengan kapasitas 500 tes perhari. ANTARA FOTO/Moch Asim/hp.

JAKARTA, KOMPAS.com - Jam kerja di laboratorium yang terbatas membuat pemenuhan pemeriksaan spesimen Covid-19 belum optimal.

Dari 139 laboratorium yang melakukan tes spesimen menggunakan polymerase chain reaction (PCR), sejumlah laboratorium memiliki kapasitas maksimal memeriksa spesimen hingga 30.900 spesimen setiap harinya.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Abdul Kadir mengatakan, faktanya, saat ini laboratorium hanya mampu memeriksa spesimen hingga 19.000 spesimen per hari saja.

Data terakhir pada Sabtu (13/6/2020) lalu, laboratorium per harinya mampu memeriksa hingga 19.900 spesimen.

Baca juga: Jumlah Pemeriksaan Spesimen Senin Ini Menurun, Ini Sebabnya...

Padahal, target yang diberikan Presiden Joko Widodo saat ini adalah agar 20.000 spesimen bisa diperiksa per harinya.

"Sebenarnya kalau lihat kapasitas kita dengan 139 laboratorium aktif sekarang, ditambah laboratorium tes cepat molekuler (TCM), itu sebenarnya kita sudah bisa (capai 20.000 spesimen per hari). Masalahnya jam kerja terbatas. Ada laboratorium yang Sabtu-Minggu libur," ujar Kadir dalam konferensi pers di BNPB, Selasa (16/6/2020).

Dengan demikian, kata dia, perlu ada optimalisasi di laboratorium-laboratorium tersebut agar bisa mencapai target yang diinginkan.

Pasalnya, masih ada sekitar 10.000 lebih potensi kemampuan pemeriksaan laboratorium yang belum dapat dioptimalkan.

Salah satu cara optimalisasinya adalah dengan memperpanjang jam kerja di laboratorium.

Baca juga: Tingkatkan Kapasitas, Laboratorium BPOM Lakukan Uji Spesimen Covid-19

Selama ini, jam kerja di laboratorium hanya beriksar enam jam per hari yang diakibatkan oleh keterbatasan sumber daya manusia, logsitik, dan beberapa hal lainnya.

"Jadi untuk bisa mencapai 30.000 (sesuai kapasitas laboratorium per hari) adalah peningkatan jam kerja yang dulunya enam jam. Kami minta 12 jam per hari dengan harapan, kalau enam jam bisa capai 19.000 maka dengan dua kali lipat jam kerja, target 20.000 bisa terlewat," tutur dia.

Meskipun demikian, kata dia, apabila ada penambahan jam kerja, maka dipastikan harus menambah sumber daya manusia (SDM).

Baca juga: 36.406 Kasus Covid-19 di Indonesia, Rasio Uji Spesimen Masih Rendah

Saat ini, pihaknya tengah melatih 300 tenaga laboratorium yang akan bekerja langsung di dalam laboratorium.

Mereka akan didistribusikan ke laboratorium beberapa daerah di Tanah Air untuk penanganan Covid-19 ini.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mendikbud Pastikan Anggaran untuk PPPK 2021 Ditanggung Pemerintah Pusat

Mendikbud Pastikan Anggaran untuk PPPK 2021 Ditanggung Pemerintah Pusat

Nasional
Peserta Seleksi PPPK 2021 Akan Dapat Materi Pembelajaran secara Daring

Peserta Seleksi PPPK 2021 Akan Dapat Materi Pembelajaran secara Daring

Nasional
Mantan Jaksa Agung Ini: 3 Hal Ini Akan Terjadi jika Kasus HAM Berat Masa Lalu Tak Diselesaikan

Mantan Jaksa Agung Ini: 3 Hal Ini Akan Terjadi jika Kasus HAM Berat Masa Lalu Tak Diselesaikan

Nasional
Wapres: Seleksi Guru PPPK Solusi Pembenahan Tata Kelola Guru

Wapres: Seleksi Guru PPPK Solusi Pembenahan Tata Kelola Guru

Nasional
Abaikan Protokol Kesehatan saat Catatkan Pernikahan Putri Rizieq Shihab, Kepala KUA Tanah Abang Dimutasi

Abaikan Protokol Kesehatan saat Catatkan Pernikahan Putri Rizieq Shihab, Kepala KUA Tanah Abang Dimutasi

Nasional
Kontras Nilai UU Pengadilan HAM Belum Efektif Beri Akses Keadilan

Kontras Nilai UU Pengadilan HAM Belum Efektif Beri Akses Keadilan

Nasional
Di Countries Strategic Dialogue, Pemerintah Akan Sampaikan Kondisi Pandemi dan Perekonomian Indonesia

Di Countries Strategic Dialogue, Pemerintah Akan Sampaikan Kondisi Pandemi dan Perekonomian Indonesia

Nasional
Alasan Menkumham Usulkan RKUHP dan RUU Pemasyarakatan Tak Masuk Prolegnas Prioritas 2021

Alasan Menkumham Usulkan RKUHP dan RUU Pemasyarakatan Tak Masuk Prolegnas Prioritas 2021

Nasional
Irjen Napoleon Mengaku 2 Kali Surati Kejagung terkait Permohonan Penerbitan Red Notice Baru Djoko Tjandra

Irjen Napoleon Mengaku 2 Kali Surati Kejagung terkait Permohonan Penerbitan Red Notice Baru Djoko Tjandra

Nasional
Akui Terima Surat dari Istri Djoko Tjandra soal Red Notice, Irjen Napoleon: Istrinya Punya Hak Hukum

Akui Terima Surat dari Istri Djoko Tjandra soal Red Notice, Irjen Napoleon: Istrinya Punya Hak Hukum

Nasional
Hari H Pilkada Makin Dekat, Mendagri: Yang Berpotensi Langgar Jaga Jarak Tak Boleh Terjadi

Hari H Pilkada Makin Dekat, Mendagri: Yang Berpotensi Langgar Jaga Jarak Tak Boleh Terjadi

Nasional
Satgas Sebut Rumah Sakit di 4 Provinsi Alami Kenaikan Jumlah Pasien Covid-19

Satgas Sebut Rumah Sakit di 4 Provinsi Alami Kenaikan Jumlah Pasien Covid-19

Nasional
Bawaslu Ungkap 7 Modus Pelibatan Anak dalam Kampanye yang Mungkin Terjadi pada Pilkada 2020

Bawaslu Ungkap 7 Modus Pelibatan Anak dalam Kampanye yang Mungkin Terjadi pada Pilkada 2020

Nasional
Tak Hanya Guru Honorer, Lulusan PPG yang Belum Mengajar Juga Bisa Tes PPPK

Tak Hanya Guru Honorer, Lulusan PPG yang Belum Mengajar Juga Bisa Tes PPPK

Nasional
Panglima TNI Tak Perintahkan Copot Spanduk, Pangdam Jaya: Setelah Kegiatan Saya Laporkan

Panglima TNI Tak Perintahkan Copot Spanduk, Pangdam Jaya: Setelah Kegiatan Saya Laporkan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X