Kompas.com - 25/05/2020, 15:33 WIB
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan di Hotel Millennium, Tanah Abang, Jakarta, Sabtu (7/12/2019). KOMPAS.com/HaryantipuspasariKetua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan di Hotel Millennium, Tanah Abang, Jakarta, Sabtu (7/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pimpinan MPR ikut merasakan perbedaan yang signifikan terkait perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah tahun 2020 dengan Hari Raya Idul Fitri tahun-tahun sebelumnya.

Di Hari Raya Idul Fitri kali ini masyarakat Indonesia harus membatasi kegiatan di luar rumah, jaga jarak aman, tidak diperbolehkan mudik dan bekerja dari rumah demi memutus mata rantai penularan Covid-19.

Wakil Ketua MPR Zulkifli Hasan mengaku merasakan perbedaan perayaan tersebut.

Ia menceritakan, menjelang Lebaran, kegiatan mudik ke kampung halaman adalah tradisi yang dilakukannya bersama keluarga.

Namun, kali ini, ia tak bisa melakukan mudik Lebaran karena terhalang pandemi Covid-19.

"Enggak bisa (mudik), biasanya saya dan keluarga ke Lampung. Tapi sekarang sudah enggak bisa, ya di rumah saja," kata Zulkifli ketika dihubungi Kompas.com, Senin (25/5/2020).

Baca juga: Ketua MPR: Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir Batin

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Zulkifli mengatakan, banyak hal yang ia rindukan terhadap kampung halamannya di Lampung, terutama makanan khasnya seperti kue lapan jam, lupis Lampung dan lainnya.

"Makanannya dong, ada kue lapan jam, ada kue lupis macam-macam, ketemu kawan, ketemu temen sekolah kan. Tapi sekarang enggak dapat," ujarnya.

Zulkifli mengatakan, di tengah pandemi ini, ia bersama keluarga melaksanakan shalat Idul Fitri di rumah dan tidak mengadakan open house.

"Di rumah saja, kita shalat Idul Fitri bareng-bareng di rumah, kumpul di rumah, sama anak dan menantu," tuturnya.

Adapun Zulkifli mengatakan, ia tetap menjalin silaturahim dengan pimpinan MPR, anggota DPR serta kerabat lainnya lewat aplikasi digital berbasis online.

Baca juga: Ketua MPR Minta Maaf Konser Amal Covid-19 Abaikan Protokol Kesehatan

Meski demikian, ia mengaku, merasa jenuh selama pandemi ini selalu berada di rumah.

Menurut Zulkifli, untuk membunuh rasa bosannya, ia biasanya berolahraga di sekitar komplek perumahan dan bercengkrama bersama cucu-cucunya.

"Jenuh juga di rumah, tapi saya kalau jenuh, saya olahraga lari keliling komplek, terus main sama cucu," ucapnya.

Lebih lanjut, Zulkifli berpesan, agar masyarakat tetap disiplin dalam menggunakan protokol kesehatan Covid-19 meski kebijakan Pemberantasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai akan dilonggarkan pemerintah.

Baca juga: Ketua MPR Minta Pemerintah Percepat Distribusi BLT Desa dan Bansos Tunai

Ia mengatakan, masyarakat harus disiplin sampai vaksin untuk Covid-19 berhasil ditemukan.

"Karena sekali lagi diperkirakan vaksin baru ditemukan itu tahun depan, bulan Mei, April artinya selama obatnya belum ada, vaksinnya belum ada, kita harus patuh pada protokol corona itu," imbuhnya.

Shalat Id di rumah

Sementara itu, Ketua MPR Bambang Soesatyo juga berbagi cerita aktivitasnya bersama keluarga dalam memperingati Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah di tengah pandemi Covid-19.

Bambang menuturkan, lebaran tahun ini terasa sangat berbeda dari tahun sebelumnya. Pertama, ia dan keluarga harus melaksanakan shalat Idul Fitri di rumah.

"Kita shalat Idul Fitri di rumah," kata Bambang ketika dihubungi Kompas.com, Senin (25/5/2020).

Baca juga: [KLARIFIKASI] Penjelasan MPR soal Donasi Covid-19 melalui Crowdfunding

Bambang juga mengatakan, seusai shalat Idul Fitri, ia tetap berada di rumah bersama keluarga dan tidak mengadakan open house seperti yang biasa dilakukan pada Hari Raya Idul Fitri sebelumnya.

"Tentu berbeda dengan lebaran-lebaran sebelumnya. Tanpa open house dan berkunjung ke sana keluarga dan kolega. Kegiatan di hari lebaran, hanya sungkeman kepada orang tua, anak-anak dan cucu-cucu di rumah," ujarnya.

Menurut Bambang, dalam situasi pandemi ini, masyarakat harus beradaptasi dengan kenormalan yang baru atau tatanan hidup baru.

Ia juga meminta, masyarakat mulai berdamai dengan virus yang pertama kali muncul di pusat kota Wuhan, China tersebut.

Baca juga: Cerita M Nuh, Eks Pemenang Lelang Motor Listrik Jokowi, Pulang ke Rumah Diarak Warga

"Kita belum tahu pandemi covid-19 akan berakhir kapan. Tapi kehidupan harus terus berjalan. Ada atau tanpa virus corona. Tinggal kita menyesuaikan serta ‘berdamai’ dengan keadaan dan tata kehidupan baru," tuturnya.

Lebih lanjut, Bambang mengatakan, meski Lebaran tahun ini dilaksanakan dengan cara yang berbeda. Namun, maknanya tetap sama.

Ia meminta, masyarakat tetap menjaga hidup yang sehat dan mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

"Mari jadikan idul fitri ini monentum untuk kita memulai suatu kehidupan yang lebih sehat, bersih, mawas diri serta tetap menjaga jarak dan pakai masker jika berada di luar rumah," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sidang Perdana Praperadilan Yahya Waloni Digelar Senin Ini

Sidang Perdana Praperadilan Yahya Waloni Digelar Senin Ini

Nasional
Anggota DPR: Nakes dan Fasilitas Kesehatan Adalah Wilayah Sakral, Terlarang Disentuh Konflik

Anggota DPR: Nakes dan Fasilitas Kesehatan Adalah Wilayah Sakral, Terlarang Disentuh Konflik

Nasional
Komisi III Mulai Gelar 'Fit and Proper Test' Calon Hakim Agung Hari Ini

Komisi III Mulai Gelar "Fit and Proper Test" Calon Hakim Agung Hari Ini

Nasional
Komnas HAM: Cegah Siapa Pun Jadi Korban dalam Konflik Kekerasan di Papua

Komnas HAM: Cegah Siapa Pun Jadi Korban dalam Konflik Kekerasan di Papua

Nasional
Hari Terakhir PPKM, Ini Perkembangan Situasi Covid-19 di Indonesia

Hari Terakhir PPKM, Ini Perkembangan Situasi Covid-19 di Indonesia

Nasional
4.190.763 Kasus Covid-19 dan Target 70 Persen Vaksinasi Akhir Tahun

4.190.763 Kasus Covid-19 dan Target 70 Persen Vaksinasi Akhir Tahun

Nasional
Kemenkes Tegaskan Pesan Singkat Berkedok Cek Status Vaksinasi Covid-19 Hoaks

Kemenkes Tegaskan Pesan Singkat Berkedok Cek Status Vaksinasi Covid-19 Hoaks

Nasional
[POPULER NASIONAL] Pegawai KPK Dipanggil Inspektorat | Permohonan Amnesti untuk Saiful Mahdi

[POPULER NASIONAL] Pegawai KPK Dipanggil Inspektorat | Permohonan Amnesti untuk Saiful Mahdi

Nasional
Jokowi Sigap Saat Jadi Saksi Nikah Influencer, Lepas Tangan soal TWK KPK

Jokowi Sigap Saat Jadi Saksi Nikah Influencer, Lepas Tangan soal TWK KPK

Nasional
LPSK Sayangkan Dugaan Penganiayaan Muhammad Kece di Rutan Bareskrim Polri

LPSK Sayangkan Dugaan Penganiayaan Muhammad Kece di Rutan Bareskrim Polri

Nasional
Jokowi Sudah Terima Surat Rekomendasi Komnas HAM dan Ombudsman soal TWK KPK

Jokowi Sudah Terima Surat Rekomendasi Komnas HAM dan Ombudsman soal TWK KPK

Nasional
Perempuan dan Regenerasi Kepemimpinan Nasional 2024

Perempuan dan Regenerasi Kepemimpinan Nasional 2024

Nasional
Indonesia Kembali Terima 1,1 Juta Dosis Vaksin Pfizer

Indonesia Kembali Terima 1,1 Juta Dosis Vaksin Pfizer

Nasional
Ombudsman Beri Rekomendasi TWK KPK ke Presiden Sesuai Perintah UU

Ombudsman Beri Rekomendasi TWK KPK ke Presiden Sesuai Perintah UU

Nasional
UPDATE: 192.413 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 4,76 Persen

UPDATE: 192.413 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 4,76 Persen

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.