Kompas.com - 15/04/2020, 10:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 masih kekurangan relawan medis.

Ketua Relawan Gugus Tugas Covid-19 Andre Rahadian mengungkapkan, dari 22.547 relawan yang direkrut, yang merupakan relawan medis hanya sekitar 18 persen.

Sementara, 82 persen sisanya atau yang berjumlah 18.570 merupakan relawan nonmedis.

"Kami masih kekurangan tenaga kesehatan, terutama dokter. Tenaga kesehatan hanya 18 persen dari total (relawan)," ujar Andre kepada Kompas.com, Rabu (15/4/2020).

Baca juga: Deteksi Mandiri Corona, Akses Aplikasi Relawan Covid-19 Kemdikbud Ini

Dari jumlah total relawan medis, yang merupakan perawat yakni berjumlah 1.635 orang, bidan 574 orang dan dokter umum berjumlah 330 orang.

Adapun dokter spesialis berjumlah 18 orang, dokter gigi 17 orang, epidemiologi 12 orang dan sisanya merupakan tenaga kesehatan umum.

Sementara relawan nonmedis tercatat paling banyak dengan latar belakang logistik sekaligus pergudangan, yakni 5.475 orang.

Disusul oleh tenaga administrasi umum berjumlah 4.755 orang, sopir atau tim ambulance 2.564 orang, dapur umum 1.400 orang, hingga mahasiswa kesehatan yang hanya 93 orang.

Persoalan lainnya, lanjut Andre, kebanyakan relawan itu ditempatkan di wilayah Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat, yakni berjumlah 5.664 orang.

Baca juga: Sempat Pingsan, Relawan Covid-19 di Banyumas Meninggal Usai Bagikan Masker dan Semprot Disinfektan

Penempatan itu pun masih banyak yang tidak sesuai dengan domisili relawan.

Padahal, pihaknya ingin para relawan ditempatkan sesuai dengan domisili mereka agar semakin mudah dalam bekerja.

"Maunya begitu (ditugaskan sesuai domisili). Tapi sekarang, perawat saja kami sudah harus sudah undang dari luar Jakarta," kata Andre.

Gugus Tugas Covid-19 pun mempersilakan kepada masyarakat, khususnya tenaga medis yang ingin bergabung menjadi relawan untuk mendaftar lewat situs http://deskrelawanpb.bnpb.go.id/covid-19/

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Suara Korban Pencabulan: Vonis 7 Tahun untuk Bechi Tak Penuhi Rasa Keadilan

Suara Korban Pencabulan: Vonis 7 Tahun untuk Bechi Tak Penuhi Rasa Keadilan

Nasional
Takut Tolak Perintah Sambo Tembak Brigadir J, Bharada E: Pangkat Kami bagai Bumi dan Langit

Takut Tolak Perintah Sambo Tembak Brigadir J, Bharada E: Pangkat Kami bagai Bumi dan Langit

Nasional
Nadiem Beberkan Postur Anggaran Kemendikbudristek, Paling Banyak untuk KIP hingga Tunjangan Guru

Nadiem Beberkan Postur Anggaran Kemendikbudristek, Paling Banyak untuk KIP hingga Tunjangan Guru

Nasional
Pemerintah Anggarkan Rp 392,1 Triliun untuk Infrastruktur, Rp 316,9 Triliun untuk Hankam

Pemerintah Anggarkan Rp 392,1 Triliun untuk Infrastruktur, Rp 316,9 Triliun untuk Hankam

Nasional
Menangis, Korban Pencabulan Anak Kiai Jombang Mas Bechi: Jangan Takut Bersuara, walau Berat

Menangis, Korban Pencabulan Anak Kiai Jombang Mas Bechi: Jangan Takut Bersuara, walau Berat

Nasional
Hadiri AJK 2022, Menkominfo Sebut Jurnalistik dan Teknologi Digital Sukseskan Presidensi G20

Hadiri AJK 2022, Menkominfo Sebut Jurnalistik dan Teknologi Digital Sukseskan Presidensi G20

Nasional
Mas Bechi Divonis 7 Tahun, Korban Ceritakan Sulitnya Bongkar Aksi Cabul Anak Kiai Jombang

Mas Bechi Divonis 7 Tahun, Korban Ceritakan Sulitnya Bongkar Aksi Cabul Anak Kiai Jombang

Nasional
Menkeu: Defisit APBN 2023 2,84 Persen, Semakin Mengecil

Menkeu: Defisit APBN 2023 2,84 Persen, Semakin Mengecil

Nasional
Survei Indikator: Ridwan Kamil, AHY, dan Sandiaga Uno Jadi Cawapres Dengan Elektabilitas Tertinggi

Survei Indikator: Ridwan Kamil, AHY, dan Sandiaga Uno Jadi Cawapres Dengan Elektabilitas Tertinggi

Nasional
'Fit and Proper Test' Calon Panglima TNI Laksamana Yudo Digelar Besok

"Fit and Proper Test" Calon Panglima TNI Laksamana Yudo Digelar Besok

Nasional
Nyanyian Bharada E di Kasus Brigadir J: Ungkap Skenario Ferdy Sambo hingga Bisikan Putri Candrawathi

Nyanyian Bharada E di Kasus Brigadir J: Ungkap Skenario Ferdy Sambo hingga Bisikan Putri Candrawathi

Nasional
Ketua ITAGI: Lansia dengan Komorbid Harus Mendapat Vaksinasi Covid-19

Ketua ITAGI: Lansia dengan Komorbid Harus Mendapat Vaksinasi Covid-19

Nasional
Perempuan Menangis di Rumah Ferdy Sambo Bisa Jadi Petunjuk Ungkap Motif Tewasnya Brigadir J

Perempuan Menangis di Rumah Ferdy Sambo Bisa Jadi Petunjuk Ungkap Motif Tewasnya Brigadir J

Nasional
Saat Wapres Ma'ruf Amin Nge-Vlog Bareng Warga di Pantai Jokowi-Iriana Kaimana

Saat Wapres Ma'ruf Amin Nge-Vlog Bareng Warga di Pantai Jokowi-Iriana Kaimana

Nasional
Menkes: Kasus Covid-19 Sedang Naik, tetapi Sudah sampai Puncak

Menkes: Kasus Covid-19 Sedang Naik, tetapi Sudah sampai Puncak

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.