Kriminolog: Hentikan Sebarkan Narasi Ketakutan Terkait Pembebasan Narapidana

Kompas.com - 14/04/2020, 17:10 WIB
Petugas memberikan arahan seusai menyerahkan surat pembebasan kepada  warga binaan di Lembaga Permasyarakatan Kelas II A, Banda Aceh, Aceh, Kamis (2/4/2020). Kementerian Hukum dan HAM membebaskan sebanyak 1.362 warga binaan dewasa dan anak di provinsi Aceh untuk menjalani asimilasi di rumah sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/AMPELSAPetugas memberikan arahan seusai menyerahkan surat pembebasan kepada warga binaan di Lembaga Permasyarakatan Kelas II A, Banda Aceh, Aceh, Kamis (2/4/2020). Kementerian Hukum dan HAM membebaskan sebanyak 1.362 warga binaan dewasa dan anak di provinsi Aceh untuk menjalani asimilasi di rumah sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19.
Penulis Dani Prabowo
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kriminolog Leopold Sudaryono berharap seluruh pihak berhenti menyebarkan narasi ketakutan di masyarakat terkait dibebaskannya lebih dari 36.000 narapidana sebagai upaya meminimalisasi dampak penyebaran Covid-19 di lembaga pemasyarakatan.

"Menurut saya berlebihan. Katanya ini akan ada pembunuh, perampok, pemerkosa di masyarakat. Tolong hati-hati. Ini berbahaya sekali karena profilnya sangat berbeda dengan data yang ada," kata kata Leopold dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (14/4/2020).

Baca juga: Kemenkumham: 13 Eks Napi yang Dibebaskan Kembali Lakukan Kejahatan

Mengacu pada Sistem Database Pemasyarakatan (SDP), ia menjelaskan, dalam tiga tahun terakhir jumlah narapidana yang telah dibebaskan mencapai 271.434 orang.

Sementara, mereka yang kembali melakukan kejahatan atau residivis hanya 27.643 orang atau sekitar 10,18 persen dari total keseluruhan.

Selain itu, ia menambahkan, dari sekitar 36.000 napi yang telah dibebaskan melalui program asimilasi dan pembebasan bersyarat baru-baru ini, mereka yang melakukan kejahatan kembali jumlahnya cukup kecil.

Berdasarkan laporan Kementerian Hukum dan HAM, setidaknya ada 13 eks napi yang kembali melakukan kejahatan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini kecil sekali. Bahkan kecenderungannya turun," ucapnya.

Memang, ia menambahkan, bila melihat pemberitaan media ada fakta bahwa ke-13 eks napi kembali melakukan kejahatan.

Namun, perlu juga dicatat bahwa narasi peningkatan ancaman seperti pembunuhan, perampokan, dan pemerkosaan yang mungkin terjadi terlalu dibesar-besarkan.

Ia pun mengingatkan bahwa mayoritas penghuni lapas dan rutan di Indonesia adalah pelaku penyalahgunaan narkotika.

Baca juga: Bappenas Nilai Eks Napi yang Bebas karena Wabah Covid-19 Perlu Diawasi Ketat

Setidaknya, dari sekitar 260.000 warga binaan, 134.000 orang di antaranya merupakan warga binaan dengan kasus penyalahgunaan narkoba dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

"Jadi bisa dipahami dalam kondisi normal pun kecenderungan mereka mengulangi tinggi karena, satu, presentasenya tinggi, kedua, selama di penjara, adiksi mereka tidak disembuhkan. Jadi wajar ketika dilepaskan kecenderungan mereka mengulang," ungkapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 Meningkat, Satgas: Implikasi Minimnya Protokol Kesehatan

Kasus Covid-19 Meningkat, Satgas: Implikasi Minimnya Protokol Kesehatan

Nasional
Kematian Pasien Covid-19 Tinggi, Satgas: Hanya Bergejala Ringan yang Boleh Isoman

Kematian Pasien Covid-19 Tinggi, Satgas: Hanya Bergejala Ringan yang Boleh Isoman

Nasional
Luhut: Sekarang Kita Mengerti Teknik Tracing Penting dalam Penanganan Covid-19

Luhut: Sekarang Kita Mengerti Teknik Tracing Penting dalam Penanganan Covid-19

Nasional
Disomasi Moeldoko, ICW: Kami Punya Mandat untuk Awasi Pemerintah

Disomasi Moeldoko, ICW: Kami Punya Mandat untuk Awasi Pemerintah

Nasional
Melihat Berbagai Jenis Vaksin Covid-19 beserta Efikasinya

Melihat Berbagai Jenis Vaksin Covid-19 beserta Efikasinya

Nasional
Satgas: Masyarakat Harus Siapkan Diri Hidup Berdampingan dengan Covid-19

Satgas: Masyarakat Harus Siapkan Diri Hidup Berdampingan dengan Covid-19

Nasional
Kemenag Bertemu Dubes Arab Saudi, Bahas Penyelenggaraan Umrah 1443 Hijriah

Kemenag Bertemu Dubes Arab Saudi, Bahas Penyelenggaraan Umrah 1443 Hijriah

Nasional
Sejumlah Kabupaten/Kota di Provinsi dengan Angka Kematian Tinggi Tak Jalankan PPKM Level 4, Satgas: Ini Alarm untuk Pemda Setempat

Sejumlah Kabupaten/Kota di Provinsi dengan Angka Kematian Tinggi Tak Jalankan PPKM Level 4, Satgas: Ini Alarm untuk Pemda Setempat

Nasional
Satgas: Kasus Covid-19 Meningkat di Kalimantan Timur, Sumatera Utara, dan Riau

Satgas: Kasus Covid-19 Meningkat di Kalimantan Timur, Sumatera Utara, dan Riau

Nasional
Ahli Sebut Masyarakat Belum Perlu Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga, Nakes Saja

Ahli Sebut Masyarakat Belum Perlu Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga, Nakes Saja

Nasional
Antibodi Vaksin Sinovac Memang Turun Setelah 6 Bulan, tapi Masih Cukup Lawan Virus Corona

Antibodi Vaksin Sinovac Memang Turun Setelah 6 Bulan, tapi Masih Cukup Lawan Virus Corona

Nasional
Viral Foto Vaksin Dosis Ketiga untuk Influencer, Satgas Covid-19: 'Booster' Vaksin Hanya bagi Nakes

Viral Foto Vaksin Dosis Ketiga untuk Influencer, Satgas Covid-19: "Booster" Vaksin Hanya bagi Nakes

Nasional
Banding Ditolak, Ini Jawaban Kuasa Hukum Napoleon Bonaparte soal Lanjut Kasasi

Banding Ditolak, Ini Jawaban Kuasa Hukum Napoleon Bonaparte soal Lanjut Kasasi

Nasional
KPK Eksekusi Eks Kadis PUPR Lampung Selatan Hermansyah Hamidi ke Rutan Klas IA Bandar Lampung

KPK Eksekusi Eks Kadis PUPR Lampung Selatan Hermansyah Hamidi ke Rutan Klas IA Bandar Lampung

Nasional
Skoliosis Dapat Disembuhkan dengan Penanganan Tepat, Ini Penjelasannya

Skoliosis Dapat Disembuhkan dengan Penanganan Tepat, Ini Penjelasannya

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X