Penjelasan Menag soal Pelatihan Petugas Haji di Surabaya yang Jadi Klaster Penularan Covid-19

Kompas.com - 08/04/2020, 21:13 WIB
Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi (tengah) didampingi jajarannya, mengikuti Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VIII DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/11/2019). Raker tersebut membahas pendahuluan dan pembentukan panitia kerja (Panja) Biaya Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH) 1441 H/Tahun 2020.  ANTARA FOTO/Reno Esnir/ama. RENO ESNIRMenteri Agama (Menag) Fachrul Razi (tengah) didampingi jajarannya, mengikuti Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VIII DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/11/2019). Raker tersebut membahas pendahuluan dan pembentukan panitia kerja (Panja) Biaya Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH) 1441 H/Tahun 2020. ANTARA FOTO/Reno Esnir/ama.
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agama Fachrul Razi menjelaskan soal kegiatan pelatihan petugas haji di Asrama Haji Sukolilo yan kini disebut menjadi klaster penyebaran virus corona terbesar di Jawa Timur.

Fachrul mengatakan pelaksanaan kegiatan pelatihan petugas haji itu dilakukan pada 9-18 Maret 2020, sebelum ada imbauan mengenai pembatasan sosial dari pemerintah.

"Kegiatan pelatihan tugas haji tersebut dilaksanakan ketika kebijakan social distancing belum ditetapkan secara masif," ujar Fachrul dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR, Rabu (8/4/2020).

Baca juga: Menyoal Klaster Terbesar Penyebaran Covid-19 di Jatim, Pelatihan Petugas Haji, 19 Peserta Positif Corona

Ia mencontohkan surat edaran Gubernur Jatim soal pembatasan sosial yang dikeluarkan pada 16 Maret dan maklumat Kapolri terkait penanganan virus corona pada 19 Maret.

Demikian pula dengan Surat Edaran Menag Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Kemenag dikeluarkan pada 16 Maret.

"Surat edaran Menag Nomor 2 Tahun 2020 baru dikeluarkan 16 Maret 2020. Dan pada saat itu kegiatan di asrama haji telah berjalan dan hampir selesai," jelas Fachrul.

Fachrul menyatakan kegiatan itu diikuti 411 peserta. Sebanyak 166 orang merupakan ketua kloter dan pembimbing ibadah haji dari unsur Kemenag.

Sementara 245 orang merupakan tenaga kesehatan dari unsur Kementerian Kesehatan.

"Mereka berasal dari Jatim, Bali, dan Nusa Tenggara Timur," kata dia.

Berdasarkan penelusuran, 19 peserta dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Menurut Fachrul, penularan Covid-19 berasal dari dua narasumber yang mengisi acara pelatihan itu.

Baca juga: Ditemukan 21 Klaster Penyebaran Virus Corona di Jatim, Pelatihan Petugas Haji Terbesar

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X