Suap dari Pengusaha Dealer Mobil Mewah untuk 4 Pegawai Pajak Diserahkan di Toilet

Kompas.com - 03/02/2020, 14:10 WIB
Terdakwa kasus suap pemeriksaan atas restitusi pajak PT Wahana Auto Ekamarga (WAE) tahun pajak 2015 dan 2016 Darwin Maspolim bersiap menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (3/2/2020). Sidang tersebut beragendakan pembacaan dakwaan atas Komisaris PT Wahana Auto Ekamarga (WAE) tersebut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.
ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJATerdakwa kasus suap pemeriksaan atas restitusi pajak PT Wahana Auto Ekamarga (WAE) tahun pajak 2015 dan 2016 Darwin Maspolim bersiap menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (3/2/2020). Sidang tersebut beragendakan pembacaan dakwaan atas Komisaris PT Wahana Auto Ekamarga (WAE) tersebut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap, sebagian uang suap dari Komisaris PT Wahana Auto Ekamarga (WAE) Darwin Maspolim untuk empat orang pegawai Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan diserahkan di sebuah toilet pria.

Keempat pegawai pajak itu adalah Kepala Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing (KPP PMA) Tiga Kanwil Jakarta Khusus Yul Dirga, Supervisor Tim Pemeriksa Pajak Hadi Sutrisno, Ketua Tim Pemeriksa Pajak Jumari dan Anggota Tim Pemeriksa Pajak M Naim Fahmi.

Baca juga: Rekayasa Restitusi Pajak Dealer Mobil Mewah yang Diungkap KPK

"Pada tanggal 8 Juni 2018, atas perintah terdakwa (Darwin), Amelia Pranata dan Musa membawa uang sejumlah 57.500 dollar AS ke Mall Kalibata City Square. Kemudian, Musa menyerahkan uang tersebut kepada Hadi Sutrisno di toilet pria ground floor Mall Kalibata City Square," kata jaksa KPK Takdir Suhan saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (3/2/2020).

Selanjutnya, uang tersebut dibagi menjadi empat. Hadi, Jumari dan Naim mendapatkan jatah masing-masing sebesar 13.700 dollar AS. Sementara, sisanya diserahkan untuk Yul Dirga.

Menurut jaksa, uang tersebut berkaitan dengan commitment fee atas upaya Yul Dirga yang menandatangani dan mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar Pajak Penghasilan Nomor 00033/406/16/056/18 kepada PT WAE sekitar Rp 2,777 miliar.

Selain itu, jaksa juga menyebut keempatnya menerima uang dengan total 73.700 dollar AS dari pihak Darwin.

"Pada bulan Mei 2017, Amelia Pranata atas perintah terdakwa (Darwin) menyerahkan uang sebesar 73.700 dollar AS untuk diberikan kepada Hadi Sutrisno," ujar jaksa.

Uang tersebut diserahkan di sekitar parkiran Mall Taman Anggrek. Seusai penerimaan, uang tersebut dibagi empat oleh Hadi. Sehingga, Hadi, Jumari, Naim dan Yul Dirga mendapatkan masing-masing sebesar 18.425 dollar AS.

Baca juga: Pengusaha Dealer Mobil Mewah Didakwa Suap 4 Pegawai Pajak Rp 1,8 Miliar

Pada tanggal 23 Mei 2017, kata jaksa, Yul Dirga menandatangani Surat Perintah Membayar Kelebihan Pajak Nomor 80141/056-0141-7017 sejumlah Rp 4,592 miliar kepada PT WAE.

"Bahwa rangkaian pemberian uang kepada Yul Dirga, Hadi Sutrisno, Jumari dan Naim Fahmi dilakukan oleh terdakwa (Darwin) dengan mengingat kekuasaan dan wewenang Yul Dirga, Hadi Sutrisno, Jumari dan Naim Fahmi untuk menyetujui pengajuan restitusi pajak," kata jaksa.

Atas perbuatannya, Darwin didakwa melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Tahun Pandemi Covid-19, Pemerintah Sebut 3T Masih Jadi Persoalan

Satu Tahun Pandemi Covid-19, Pemerintah Sebut 3T Masih Jadi Persoalan

Nasional
Aturan Investasi Miras, Jubir: Persoalan Serius bagi Wapres kalau Berlanjut

Aturan Investasi Miras, Jubir: Persoalan Serius bagi Wapres kalau Berlanjut

Nasional
Sebut Ma'ruf Tak Tahu soal Aturan Investasi Miras, Jubir: Wapres Kaget, Terlebih Diserang di Medsos

Sebut Ma'ruf Tak Tahu soal Aturan Investasi Miras, Jubir: Wapres Kaget, Terlebih Diserang di Medsos

Nasional
Jasa Raharja: Total Santunan yang Diserahkan ke Keluarga Korban Sriwijaya Air Rp 2,85 Miliar

Jasa Raharja: Total Santunan yang Diserahkan ke Keluarga Korban Sriwijaya Air Rp 2,85 Miliar

Nasional
UPDATE 2 Maret: 1.047.288 Nakes Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 1.935.478 Dosis Pertama

UPDATE 2 Maret: 1.047.288 Nakes Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 1.935.478 Dosis Pertama

Nasional
Aturan Investasi Miras Dicabut, Sebelumnya Ada Pertemuan 4 Mata Jokowi-Ma'ruf

Aturan Investasi Miras Dicabut, Sebelumnya Ada Pertemuan 4 Mata Jokowi-Ma'ruf

Nasional
Cegah Penyebaran, Satgas Pastikan Akan Telusuri Kasus Mutasi Virus Corona

Cegah Penyebaran, Satgas Pastikan Akan Telusuri Kasus Mutasi Virus Corona

Nasional
UPDATE 2 Maret: Pemerintah Telah Periksa 10.868.049 Spesimen Covid-19

UPDATE 2 Maret: Pemerintah Telah Periksa 10.868.049 Spesimen Covid-19

Nasional
UPDATE 2 Maret: Ada 73.977 Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 2 Maret: Ada 73.977 Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 2 Maret: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Capai 149.645 Orang

UPDATE 2 Maret: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Capai 149.645 Orang

Nasional
Gus Yaqut dan Said Aqil Kembali Tak Hadir, Kuasa Hukum Sugi Nur Walk Out

Gus Yaqut dan Said Aqil Kembali Tak Hadir, Kuasa Hukum Sugi Nur Walk Out

Nasional
UPDATE 2 Maret: Tambah 193, Total Ada 36.518 Pasien Covid-19 Meninggal

UPDATE 2 Maret: Tambah 193, Total Ada 36.518 Pasien Covid-19 Meninggal

Nasional
Aturan Investasi Industri Miras Dicabut, PBNU Berharap Pemerintah Tak Sembrono Buat Kebijakan

Aturan Investasi Industri Miras Dicabut, PBNU Berharap Pemerintah Tak Sembrono Buat Kebijakan

Nasional
UPDATE 2 Maret: Total 1.160.863 Pasien Covid-19 Sembuh

UPDATE 2 Maret: Total 1.160.863 Pasien Covid-19 Sembuh

Nasional
Menkes Harap Masyarakat Bisa Rasakan Pelayanan Kesehatan Berbasis Data

Menkes Harap Masyarakat Bisa Rasakan Pelayanan Kesehatan Berbasis Data

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X