Palguna Purnatugas, Ketua MK: Saya Kehilangan Seorang yang Berjiwa Seni

Kompas.com - 08/01/2020, 09:41 WIB
Hakim Konstitusi I Dewa Gede Palguna di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat. Kompas.com/Fitria Chusna FarisaHakim Konstitusi I Dewa Gede Palguna di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman mengaku merasa kehilangan atas purnatugasnya salah seorang hakim konstitusi, I Dewa Gede Palguna.

Namun, kata Usman, ia bukan merasa kehilangan sosok hakim, melainkan seorang teman yang sama-sama berjiwa seni.

"Di satu sisi terus terang saya sangat sedih. Bukan karena ditinggal oleh salah seorang hakim konstitusi, tetapi beliau kebetulan mempunyai darah yang sama dengan saya yaitu darah seni, Bapak Palguna," kata Anwar dalam acara pisah sambut hakim konstitusi di Gedung MK, Jakarta Pusat, Selasa (7/1/2020).

Anwar mengatakan, dahulu, dirinya dan Palguna sama-sama bergelut di teater. Oleh karenanya, jiwa seni mengalir di darahnya dan Palguna.

Hal itu, kata Anwar, secara tidak langsung mempengaruhi jiwa seorang hakim menjadi lebih kreatif dan inovatif.

"Dan boleh dikatakan seorang seniman adalah seorang filsuf, seorang filsuf adalah seorang yang memiliki jiwa pemjmpin yang kritis," ujarnya.

Anwar menambahkan, atas purnatugasnya Palguna, dirinya kehilangan sosok hakim konstitusi yang brilian.

"Sehingga saya merasa kehilangan salah seorang hakim konstitusi yang boleh dikatakan brilian," katanya.

Baca juga: Tak Lagi Jadi Hakim MK, Palguna Akan Kembali Mengajar dan Berseni

Sementara itu, Palguna mengaku, usai melepas jabatan sebagai hakim konstitusi, dirinya akan kembali menjadi pengajar di Universitas Udayana dan menekuni hobi seninya.

Seperti diketahui, Palguna muda aktif di bidang teater, bahkan pernah menjadi figuran di dua judul film.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Pencemaran Nama Baik Bos Kaskus, Tersangka Jack Lapian Penuhi Panggilan Pemeriksaan

Kasus Pencemaran Nama Baik Bos Kaskus, Tersangka Jack Lapian Penuhi Panggilan Pemeriksaan

Nasional
Pemerintah: Baru Separuh Kapasitas Rumah Sakit Dipakai untuk Pasien Covid-19

Pemerintah: Baru Separuh Kapasitas Rumah Sakit Dipakai untuk Pasien Covid-19

Nasional
Sudah Panggil Novel Baswedan, Komisi Kejaksaan Tunggu Pertimbangan Hakim

Sudah Panggil Novel Baswedan, Komisi Kejaksaan Tunggu Pertimbangan Hakim

Nasional
Pemerintah: Kembali Beraktivitas Menjadi Sebuah Keharusan, Tapi...

Pemerintah: Kembali Beraktivitas Menjadi Sebuah Keharusan, Tapi...

Nasional
Penelitian SPD: Mayoritas Pemilih Mau Menerima Uang dari Peserta Pilkada

Penelitian SPD: Mayoritas Pemilih Mau Menerima Uang dari Peserta Pilkada

Nasional
Pasar di Jakarta dengan Hasil Swab Negatif Akan Ditutup untuk Disinfeksi

Pasar di Jakarta dengan Hasil Swab Negatif Akan Ditutup untuk Disinfeksi

Nasional
Sambangi Komjak, Novel Baswedan Hendak Klarifikasi Ini...

Sambangi Komjak, Novel Baswedan Hendak Klarifikasi Ini...

Nasional
Anggota DPR Minta Dilibatkan dalam CSR BUMN, Pengamat: Keterlaluan!

Anggota DPR Minta Dilibatkan dalam CSR BUMN, Pengamat: Keterlaluan!

Nasional
Klarifikasi Terkait Pemberitaan 'PKS Tak Tertarik Kursi Menteri'

Klarifikasi Terkait Pemberitaan "PKS Tak Tertarik Kursi Menteri"

Nasional
Di Hadapan Komisi III DPR, Kejagung Sebut Belum Temukan Keterkaitan Dato Sri Tahir di Kasus Jiwasraya

Di Hadapan Komisi III DPR, Kejagung Sebut Belum Temukan Keterkaitan Dato Sri Tahir di Kasus Jiwasraya

Nasional
Menkumham: Djoko Tjandra Sudah Tak Masuk DPO Interpol Sejak 2014

Menkumham: Djoko Tjandra Sudah Tak Masuk DPO Interpol Sejak 2014

Nasional
Anggota DPR Diminta Mundur jika Tak Sanggup Sahkan RUU PKS

Anggota DPR Diminta Mundur jika Tak Sanggup Sahkan RUU PKS

Nasional
Yurianto: New Normal Bukan Dimaknai Kondisi Sudah Normal

Yurianto: New Normal Bukan Dimaknai Kondisi Sudah Normal

Nasional
Kemenristek: Butuh Rp 26,4 Triliun Produksi Massal Vaksin Corona

Kemenristek: Butuh Rp 26,4 Triliun Produksi Massal Vaksin Corona

Nasional
Tanggapi Isu Reshuffle, Moeldoko: Sekarang Banyak Peramal

Tanggapi Isu Reshuffle, Moeldoko: Sekarang Banyak Peramal

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X