Waketum PAN Setuju Pileg dan Pilpres Kembali Dipisah

Kompas.com - 06/12/2019, 10:54 WIB
Ilustrasi pemilu. ShutterstockIlustrasi pemilu.

JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional ( PAN) Totok Daryanto mendukung wacana pemisahan pemilu legislatif ( Pileg) dan pemilu presiden ( Pilpres) 2024 mendatang.

Pasalnya, menurut Totok, pelaksanaan pileg dan pilpres yang dilangsungkan serentak pada Pemilu 2019, memiliki sejumlah catatan.

“Oh setuju dipisah waktunya. Karena kemarin sudah tahu yang meninggal banyak,” kata Totok di Kantor DPP PAN, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (5/12/2019).

Baca juga: Sepakat dengan Golkar, Demokrat Ingin Pilpres dan Pileg Tak Serentak

Selain itu, ia menambahkan, pelaksanaan pileg dan pilpres serentak juga memiliki kerawanan yang tinggi.

Ia pun meyakini, bila nantinya pelaksanaan keduanya kembali dipisah, anggaran yang harus dikeluarkan negara tidak akan jauh berbeda dengan pelaksanaan serentak.

“Sama saja,” singkatnya.

Baca juga: Komisi II Dorong Pilkada Tetap Digelar Serentak dan Langsung

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyampaikan beberapa rekomendasi politik yang bisa dilakukan oleh partainya selama lima tahun ke depan.

Hal itu ia sampaikan dalam Rapat Paripurna II, Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2019).

Salah satu rekomendasinya yakni perubahan Undang-Undang Pemilu terkait pemisahan penyelenggaraan pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg).

"Partai Golkar perlu memperjuangkan perubahan UU Pemilu, memisahkan kembali antara pileg dan pilpres serta penyempurnaan sistem pemilu yang membuka peluang bagi kemenangan Partai Golkar di dalam Pemilu," kata Airlangga.

Baca juga: Airlangga Minta Partai Golkar Dorong Pilpres dan Pileg Tak Lagi Serentak

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X