Politisi PSI Yakin Stafsus Milenial Mampu Bantu Jokowi Kembangkan Kebijakan SDM

Kompas.com - 26/11/2019, 17:24 WIB
Presiden Joko Widodo (keempat kiri) bersama staf khusus yang baru dari kalangan milenial (kiri ke kanan) CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra, Perumus Gerakan Sabang Merauke Ayu Kartika Dewi, Pendiri Ruang Guru Adamas Belva Syah Devara, Peraih beasiswa kuliah di Oxford Billy Gracia Yosaphat Mambrasar, CEO dan Founder Creativepreneur Putri Indahsari Tanjung, Pendiri Thisable Enterprise Angkie Yudistia dan Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia/PMII Aminuddin Maruf ketika diperkenalkan di halaman tengah Istana Merdeka Jakarta, Kamis (21/11/2019). Ketujuh stafsus milenial tersebut mendapat tugas untuk memberi gagasan serta mengembangkan inovasi-inovasi di berbagai bidang. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/nz ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO APresiden Joko Widodo (keempat kiri) bersama staf khusus yang baru dari kalangan milenial (kiri ke kanan) CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra, Perumus Gerakan Sabang Merauke Ayu Kartika Dewi, Pendiri Ruang Guru Adamas Belva Syah Devara, Peraih beasiswa kuliah di Oxford Billy Gracia Yosaphat Mambrasar, CEO dan Founder Creativepreneur Putri Indahsari Tanjung, Pendiri Thisable Enterprise Angkie Yudistia dan Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia/PMII Aminuddin Maruf ketika diperkenalkan di halaman tengah Istana Merdeka Jakarta, Kamis (21/11/2019). Ketujuh stafsus milenial tersebut mendapat tugas untuk memberi gagasan serta mengembangkan inovasi-inovasi di berbagai bidang. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/nz

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mikhail Gorbachev Dom meyakini tujuh staf khusus Presiden Joko Widodo dari kalangan milenial mampu mendukung Jokowi mengembangkan kebijakan di bidang sumber daya manusia ( SDM).

Hal itu dipaparkan Mikhail dalam diskusi bertajuk Pembangunan Indonesia pada Periode Kedua Jokowi di Mata Milenial, di Gado-gado Boplo, Jakarta, Selasa (26/11/2019).

"Ini saya lihat juga dibutuhkan Pak Jokowi dalam merencanakan kebijakan-kebijakan yang berkutat pada masalah SDM bagi generasi setelah milenial ini. Jadi Pak Jokowi ini seperti berupaya ingin memiliki kebijakan yang tepat di masanya untuk masa mendatang," kata dia.

Baca juga: Ditunjuk Jadi Staf Khusus Jokowi, Diaz Hendropriyono Bantah Ada Balas Jasa

Selain fokus pada SDM, Mikhail juga meyakini Jokowi berupaya memahami persoalan-persoalan terkini yang dihadapi generasi milenial sebagai salah satu bagian populasi terbesar di Indonesia.

"Dan itu bagus, artinya Pak Jokowi orang yang mau belajar, melihat lebih dekat lagi kebutuhan milenial. Jadi kalau ingin tahu apa yang dibutuhkan milenial ini memang harus masuk ke alam pikir dan alam kerjanya si milenial ini," kata dia.

Mikhail optimistis tujuh staf khusus itu bisa memengaruhi Jokowi secara positif dalam memperkaya kebijakan-kebijakan pemerintah.

"Presiden seperti ingin mendekatkan diri. Pak Jokowi seperti akan memperkaya kebijakan-kebijakannya supaya lebih tepat sasaran," ujarnya.

Baca juga: Jabat Staf Khusus Presiden, Diaz Hendropriyono Bantah Terima Gaji Rp 51 Juta

Sebelumnya ketujuh nama yang ditunjuk Jokowi menjadi staf khusus presiden adalah CEO dan Founder Creativepreneur Putri Indahsari Tanjung; pendiri Ruang Guru Adamas Belva Syah Devara; perumus Gerakan Sabang Merauke Ayu Kartika Dewi;

Pendiri Thisable Enterprise sekaligus kader PKPI Angkie Yudistia; pemuda Papua sekaligus peraih beasiswa kuliah di Oxford Gracia Billy Yosaphat Membrasar; mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Aminuddin Ma'ruf dan pendiri Lembaga Keuangan Amartha Andi Taufan Garuda.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X