Eks Pimpinan KPK Bertemu Pimpinan KPK, Bahas Isu-isu Terkini

Kompas.com - 16/09/2019, 13:45 WIB
Sejumlah mantan pimpinan KPK, Tumpak Panggabenlan, Erry Riyana, Taufiequrachman Ruki, dan Chandra M Hamzah dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Senin (16/9/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DSejumlah mantan pimpinan KPK, Tumpak Panggabenlan, Erry Riyana, Taufiequrachman Ruki, dan Chandra M Hamzah dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Senin (16/9/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi periode jilid satu dan dua bertemu dengan pimpinan KPK periode 2015-2019 di Gedung Merah Putih KPK, Senin (16/9/2019).

Mantan Ketua KPK, Taufiequrachman Ruki, mengatakan, pertemuan itu digelar untuk membahas dinamika terkait lembaga antirasuah itu yang berkembang pada beberapa waktu terakhir.

"(Kami) datang ke KPK untuk komunikasi dengan pimpian KPK untuk gali lebih dalam apa, mengapa, dan bagaiamana. Ini semata didasari oleh kecintaan dengan institusi ini yaitu KPK," kata Ruki.

Baca juga: Minta Dilibatkan dalam Revisi UU, KPK Akan Kirim Surat ke DPR

Eks Wakil Ketua KPK, Erry Riyana Hardjapamekas mengatakan, ada dua hal yang dikonfirmasi dari pimpinan KPK sekarang yaitu terkait isu mundurnya pimpinan KPK serta revisi UU KPK.

"Bahwa pimpinan KPK tidak ada satu pun yang mengundurkan diri, tadi yang satu-satu tidak hadir Pak Saut Situmorang meminta cuti dan disepakati diberikan cuti dua minggu," ujar Erry.

Sementara itu, mengenai revisi UU KPK, mantan Wakil Ketua KPK Tumpak Panggabean berharap, pimpinan KPK saat ini dilibatkan dalam pembahasan revisi UU KPK supaya revisi UU KPK dapat memperkuat KPK.

"Mungkin ada pembahasan secara cermat dan obyektif dalam rangka memperkuat KPK dalam rangka pemberantasan korupsi ke depan," kata dia.

Baca juga: Ketua KPK Nantikan Pertemuan dengan Presiden

Selain Ruki, Erry, dan Tumpak, eks pimpinan KPK lainnya yang hadir ialah eks Wakil Ketua KPK, Chandra M Hamzah.

Ruki mengatakan, pertemuan itu menunjukkan komitmen para mantan pimpinan KPK untut tetap memberantas korupsi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menpan RB: Bukan Pemangkasan Birokrasi, melainkan Perampingan

Menpan RB: Bukan Pemangkasan Birokrasi, melainkan Perampingan

Nasional
Kader Golkar Kawal Perda agar Sejalan dengan Kebijakan Jokowi

Kader Golkar Kawal Perda agar Sejalan dengan Kebijakan Jokowi

Nasional
Luhut Sebut Ahok Akan Jadi Pejabat BUMN Bidang Energi

Luhut Sebut Ahok Akan Jadi Pejabat BUMN Bidang Energi

Nasional
Anggota Komisi II DPR Sebut Revisi UU Pilkada Bisa Dilakukan Setelah 2020

Anggota Komisi II DPR Sebut Revisi UU Pilkada Bisa Dilakukan Setelah 2020

Nasional
Pegawai Kemenag Sebut Sepupu Romahurmuziy Terima Rp 21 Juta

Pegawai Kemenag Sebut Sepupu Romahurmuziy Terima Rp 21 Juta

Nasional
Empat Fakta Terkait Pelaku Bom Bunuh Diri Polrestabes Medan

Empat Fakta Terkait Pelaku Bom Bunuh Diri Polrestabes Medan

Nasional
Jaksa Agung Akui Masih Ada Oknum Jaksa yang Menyimpang

Jaksa Agung Akui Masih Ada Oknum Jaksa yang Menyimpang

Nasional
Soal Larangan Eks Koruptor Ikut Pilkada, KPU Diingatkan Jangan Langgar UU

Soal Larangan Eks Koruptor Ikut Pilkada, KPU Diingatkan Jangan Langgar UU

Nasional
Saat Jadi Menag, Lukman Hakim Disebut Minta Haris Diloloskan Seleksi Calon Kakanwil

Saat Jadi Menag, Lukman Hakim Disebut Minta Haris Diloloskan Seleksi Calon Kakanwil

Nasional
Mahfud MD Sebut Satu Pelaku Peledakan Bom di Polrestabes Medan Masih dalam Pengejaran

Mahfud MD Sebut Satu Pelaku Peledakan Bom di Polrestabes Medan Masih dalam Pengejaran

Nasional
Ingin Larang Koruptor Ikut Pilkada, KPU Dikhawatirkan Cari Popularitas

Ingin Larang Koruptor Ikut Pilkada, KPU Dikhawatirkan Cari Popularitas

Nasional
Luhut: Investasi 123 Miliar Dollar AS Terhambat karena Tumpang Tindih Regulasi

Luhut: Investasi 123 Miliar Dollar AS Terhambat karena Tumpang Tindih Regulasi

Nasional
Bom Bunuh Diri di Medan, Ketua DPR Minta Program Deradikalisasi Dievaluasi

Bom Bunuh Diri di Medan, Ketua DPR Minta Program Deradikalisasi Dievaluasi

Nasional
Pasca-ledakan Bom di Medan, Pengamanan Kantor Kepolisian Diperketat

Pasca-ledakan Bom di Medan, Pengamanan Kantor Kepolisian Diperketat

Nasional
Orang Kepercayaan Mantan Anggota DPR Bowo Sidik Divonis 2 Tahun Penjara

Orang Kepercayaan Mantan Anggota DPR Bowo Sidik Divonis 2 Tahun Penjara

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X