Capim KPK Lili Pintauli: Lindungi Pimpinan dan Pegawai, Perlu Kerja Sama dengan LPSK

Kompas.com - 28/08/2019, 13:02 WIB
Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023, Lili Pintauli Siregar,di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Rabu (28/8/2019).  KOMPAS.com/CHRISTOFORUS RISTIANTOCalon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023, Lili Pintauli Siregar,di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Rabu (28/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK), Lili Pantauli Siregar, menuturkan, pemberian perlindungan terhadap pegawai dan pimpinan KPK sangat diperlukan guna mengantisipasi teror dari pihak-pihak tertentu.

Hal itu disampaikan Lili saat menjawab pertanyaan Panitia Seleksi dalam tes wawancara dan uji publik capim KPK di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Rabu (28/8/2019).

"Banyak kasus pimpinan yang dikriminalisasi, mendapatkan kekerasan, setidaknya ini catatan bagi pimpinan KPK untuk mengantisipasi apakah perlindungan diberikan berdasarkan kasus atau seperti apa," ujar Lili.

Baca juga: Jika Terpilih, Capim Ini Ingin Perbaiki Koordinasi KPK-LPSK terkait Perlindungan Saksi Korupsi

Mantan Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban ( LPSK) periode 2013-2018 ini menambahkan, bekerja di lembaga antirasuah tidak dipungkiri akan mendapatkan ancaman dari pihak-pihak tertentu.

Baginya, KPK perlu membuat sistem terkait perlindungan pegawai dan pimpinannya, mulai dari pegawai level bawah hingga atas.

Selain itu, KPK juga perlu menguatkan kerja sama dengan LPSK.

"Tugas pokok LPSK memang memberikan perlindungan bagi saksi dan korban. LPSK punya metode jemput bola untuk merespons masalah, namun hingga saat ini KPK tidak merespons bantuan LPSK," paparnya kemudian.

Baca juga: Seberapa Parah Korupsi Kejaksaan? Ini Jawaban Capim KPK Johanis Tanak

Diakui Lili, pimpinan KPK tidak berkenan memperbolehkan LPSK memberikan perlindungan bagi pegawai komisi antirasuah.

Padahal, permasalahan tersebut sejatinya sudah menjadi urgensi.

"Bagi saya, melihat adanya teror terhadap pimpinan maupun pegawai KPK sudah harus jadi perhatian pimpinan," tegasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X