Enzo Tetap Taruna Akmil, Kasad Sebut Indeks Bernegaranya Bagus

Kompas.com - 13/08/2019, 15:22 WIB
Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa saat memberikan keterangan pers soal Enzo Zenz Allie di Mabes TNI AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2019). KOMPAS.com/Deti Mega PurnamasariKepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa saat memberikan keterangan pers soal Enzo Zenz Allie di Mabes TNI AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Taruna Akademi Militer Enzo Zenz Allie tetap dipertahankan sebagai calon perwira di Akademi Militer Magelang.

Hal tersebut berdasarkan kesimpulan atas tes tambahan dari alat ukur alternatif yang dilakukan oleh TNI AD pada 10-11 Agustus 2019 lalu.

Hasilnya, Enzo memiliki nilai 84 persen atau 5,9 dari maksimal 7 untuk Indeks Moderasi Bernegara.

"Kami lakukan pengukuran Sabtu-Minggu kemarin. Hasilnya dianalisis Senin (12/8/2019) kemarin. Kesimpulannya, Enzo, dilihat dari indeks moderasi bernegara ternyata kalau dikonversi jadi persentase 84 persen atau 5,9 dari maksimal 7. Indeks moderasi bernegaranya bagus," terang Kepala Staf TNI AD Jenderal Andika Perkasa konferensi pers di Kantor Mabes TNI AD, Jalan Veteran, Selasa (13/8/2019).

Baca juga: TNI AD Putuskan Enzo Allie Tetap di Akademi Militer

Meski enggan membuka detail metodologi yang digunakan seperti apa, namun Andika mengatakan bahwa pihaknya melakukan self assessment dan self report atau pengambilan data eksplisit terhadap Enzo Zenz Allie dan 364 siswa taruna akademi militer lainnya.

"Jadi bukan hanya Enzo, kami random dan sama sekali tidak ada desain," kata dia.

Selain itu, Implisit Assosiasion Test atau atau tes keterkaitan yang berkaitan dengan implisit dan wawancara juga dilakukan.

Ketiga tes tersebut, kata dia, sudah memiliki metode yang sangat baik, tidak hanya wawancara, tetapi juga pendalaman.

Baca juga: 6 Fakta Enzo Taruna Akmil Keturunan Perancis, Pilih WNI karena Ingin Jadi TNI hingga Sewa Pelatih Fisik

Selain itu, dari tes seleksi awal yang dilakukan, pihaknya juga melihat latar belakang para calon perwira tersebut saat mengukur mental psikologi dan ideologi, tidak terkecuali Enzo.

"Tapi kan yang bersangkutan (Enzo) tidak (terbukti bermasalah dalam ideologi). Apa orang tuanya, keluarganya berpengaruh, mungkin ada, tapi kan tidak harus. Yang lebih bagus kita konfirm dulu yang bersangkutan," terang dia.

Selain itu, penilaian terhadap Enzo dan kawan-kawannya juga tetap dilakukan hingga 4 tahun ke depan.

Baca juga: TNI Telah Periksa Akun Medsos Enzo Saat Seleksi Taruna Akmil

Di tengah jalan, apabila ada problematika yang muncul, bisa saja mereka dikeluarkan oleh pihak TNI.

"Saat seleksi ada pemeriksaan mental  ideologi, dan psikologi tapi tidak terlalu luas. Bahwasanya ada info tambahan (soal latar belakang Enzo) kami membuka diri. Tapi ternyata dari cara kami gunakan alat ukur berbeda yang bukan kami miliki, ternyata Enzo memiliki Indeks moderasi bernegara yang cukup bagus," pungkas dia.

Diberitakan sebelumnya, Enzo yang merupakan warga keturunan Prancis diterima sebagai taruna akademi militer.

Baca juga: Tanpa Permintaan TNI, Kemenkominfo Tak Akan Telusuri Akun Medsos Enzo

Namun dari media sosialnya diketahui bahwa yang bersangkutan adalah pendukung organisasi yang dilarang pemerintah dari akun media sosialnya.

Viralnya Enzo bermula dari video yang beredar di media sosial.

Di video tersebut Enzo terlihat sedang berdialog dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dengan menggunakan bahasa Perancis.

Setelah video itu viral, sebuah akun Facebook bernama Salman Farus mengunggah informasi mengenai latar belakang Enzo yang diduga simpatisan HTI.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X