Kompas.com - 06/08/2019, 19:03 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla berbicara dalam acara Presidential Lecture 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (24/7/2019). Kegiatan yang diikuti oleh 6.148 CPNS hasil seleksi tahun 2018 itu mengangkat tema Sinergi Untuk Melayani. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/hp. ANTARA FOTO/Aprillio AkbarWakil Presiden Jusuf Kalla berbicara dalam acara Presidential Lecture 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (24/7/2019). Kegiatan yang diikuti oleh 6.148 CPNS hasil seleksi tahun 2018 itu mengangkat tema Sinergi Untuk Melayani. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/hp.
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku kesulitan menghubungi sejumlah menteri saat terjadi padamnya listrik atau blackout PLN pada Minggu (4/8/2019).

Saat itu listrik di sejumlah wilayah sekitar Jakarta mati. Kalla pun hendak mencari tahu penyebab matinya aliran listrik melalui sejumlah menteri terkait.

Namun, ia sempat kesulitan lantaran listrik yang mati juga mengganggu jaringan sinyal ponsel.

"Tidak bisa menghubungi siapa, cari tahu ada apa enggak bisa," ujar Kalla di Kantor Wakil Prediden, Jakarta, Selasa (6/8/2019).

"Mau cari menterinya enggak bisa. Ya Anda juga pasti mencari informasi enggak bisa," kata Kalla.

Baca juga: Kronologi Blackout: Dari Mati Lampu, Jokowi Marah, hingga Janji PLN

Ia pun berharap hal serupa tak terulang sebab mengganggu seluruh aktivitas warga.

Meski demikian, Kalla menilai ada hikmah yang bisa diambil dari peristiwa tersebut, yakni masyarakat bisa menyadari arti pentingnya listrik.

"Jadi begitu listrik itu penting bagi kita, bukan hanya sebagai penerangan atau apa pun. Kita kesepian di rumah, tiba-tiba panas tidak ada AC. Kita mau cari tahu bagaimana," kata Kalla.

Sebelumnya, Jabodetabek dan sebagian Jawa Barat serta Jawa Tengah mengalami mati listrik lebih dari enam jam.

Bahkan, hingga Senin malam, masih ada sejumlah wilayah yang belum teraliri listrik secara normal.

Baca juga: Usai Marahi PLN, Jokowi Enggan Berkomentar Lagi soal Listrik Padam

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X