Dorong AHY Jadi Ketum, Senior Demokrat Tak Khawatir soal Politik Dinasti

Kompas.com - 13/06/2019, 17:32 WIB
Senior Partai Demokrat membuat gerakan untuk mendorong Kongres Luar Biasa Demokrat, di Jakarta, Kamis (13/6/2019).KOMPAS.com/Ihsanuddin Senior Partai Demokrat membuat gerakan untuk mendorong Kongres Luar Biasa Demokrat, di Jakarta, Kamis (13/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah senior Partai Demokrat yang tergabung dalam Gerakan Moral Penyelamatan Partai Demokrat (GMPPD) mendorong Susilo Bambang Yudhoyono segera menunjuk putranya, Agus Harimurti Yudhoyono, untuk menjadi Ketua Umum Partai Demokrat selanjutnya dalam Kongres Luar Biasa (KLB).

"KLB kita tidak susah-susah, Pak SBY tinggal minta AHY untuk memimpin partai ini," kata salah satu inisiator GMPPD, Max Sopacua, dalam jumpa pers bersama sejumlah senior dan pendiri Partai Demokrat, di Jakarta, Kamis (13/6/2019).

Baca juga: Senior Demokrat Dorong Kongres Luar Biasa, Minta SBY Tunjuk AHY Jadi Ketum

Max menyebut majunya AHY tak lantas membuat Demokrat menjadi partai keluarga atau partai dinasti. Sebab, AHY memang memiliki kapabilitas untuk memimpin partai berlambang mercy.


"Tidak. Saya kira pak SBY tidak ada nuansa kesana (menjadikan Demokrat partai keluarga)," kata Max.

Menurut Max, Demokrat membutuhkan evaluasi karena perolehan suara partai yang anjlok ke angka 7,7 persen pada pemilu legislatif 2019. Padahal, pada pemilu 2014 lalu perolehan suara Demokrat mencapai 10,9 persen.

Baca juga: Senior Demokrat Kritik Rachland Nashidik, Ferdinand Hutahaean, dan Andi Arief

Untuk itu, para senior yang tergabung dalam GMPPD mendorong DPP Partai segera menggelar Kongres Luar Biasa pada tahun ini. Normalnya, Kongres Demokrat yang digelar lima tahunan baru akan digelar pada 2020.

Para senior pun menilai AHY sebagai kandidat yang paling kuat untuk mencalonkan diri sebagai ketua umum di Kongres nanti. Kendati demikian, bisa saja jika ada tokoh lain di luar dinasti SBY yang hendak mencalonkan diri.

"Yang jelas bagi kami, yang paling depan saat ini adalah AHY. Yang sudah maju, yang punya poling, yang sudah kerja ke daerah-daerah, kalau ada yang lain ya tak tertutup kemungkinan kalau ada yang mau maju," ujar Max.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


PenulisIhsanuddin
EditorKrisiandi
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X