Pemerintah Segera Cairkan Dana Jaminan Hidup Korban Gempa NTB dan Sulteng

Kompas.com - 10/05/2019, 17:36 WIB
Foto : Menteri Sosial Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita saat berkunjung ke Maumere, Selasa (18/3/2019). Kompas. com, NANSIANUS TARISFoto : Menteri Sosial Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita saat berkunjung ke Maumere, Selasa (18/3/2019).
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, pihaknya akan segera menyelesaikan pencairan dana jaminan hidup (Jadup) bagi korban gempa Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Tengah (Sulteng).

"Bantuan jaminan hidup, Sulteng Insya Allah kami selesaikan dalam waktu dekat. Kalau untuk NTB jaminan hidup tahap kedua ini masih dalam proses validasi dan memang kami masih punya space waktu, tanggap darurat dan transisi darurat belum selesai, masih 25 Agustus," ujar Agus di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (10/5/2019).

Ia mengatakan berdasarkan Peraturan Menteri Sosial, dana Jadup bisa disalurkan setelah masa transisi darurat pascabencana selesai.

Baca juga: Pemerintah Akan Beri Bantuan Jaminan Hidup untuk Pengungsi di Sulteng

Agus mengatakan, saat ini Kementerian Sosial masih menunggu usulan dari daerah terkait warga yang akan menerima Jadup.

Sementara itu, untuk penyaluran Jadup di Sulteng, Kementerian Sosial masih memprosesnya lantaran baru menerima hasil verifikasi dari Pemerintah Provinsi NTB pada 25 April.

Baca juga: Wapres: Realisasi Hunian Korban Gempa NTB Rampung Maret 2019

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Karena memang usulan dari daerah ini khususnya NTB ada dua tahap. Tahap pertama yang surat pertama diterima dari kami udah kami selesaikan. Sekarang yang usulan dari mereka tahap kedua yang sedang divalidasi oleh kami," ujar Agus.

"Nah kalau untuk Sulteng, memang surat untuk jaminan hidup baru kami terima 25 April dari Sulteng. Sebab itu sekarang kami kebut untuk melakukan proses validasi, Insya Allah sebelum Lebaran kami bisa selesaikan," lanjut dia.

Kompas TV Pasca-erupsi aktivitas vulkanik Gunung Api Sinabung kembali menurun. Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi mengatakan pasca-erupsi aktivitas Sinabung masih didominasi gempa embusan dan tektonik. Rabu (8/5/2019) pagi kabut tebal masih menutupi badan gunung sinabung. PVMBG mengaku pemantauan puncak gunung hingga kini masih terhambat karena tebalnya kabut. Sejak 24 jam terakhir terdapat sebanyak 10 kali gempa embusan dan 3 kali gempa tektonik jauh. Meski menurun, namun potensi erupsi masih sangat tinggi dan warga diimbau terus waspada. #ErupsiGunungSinabung #GunungSinabung #Karo
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sidang Unlawful Killing Laskar FPI, Saksi Komnas HAM Beberkan Proses Penyelidikan

Sidang Unlawful Killing Laskar FPI, Saksi Komnas HAM Beberkan Proses Penyelidikan

Nasional
11 Anak Perempuan Korban Predator Seks Lewat Game Free Fire Tersebar di Sumatera hingga Papua

11 Anak Perempuan Korban Predator Seks Lewat Game Free Fire Tersebar di Sumatera hingga Papua

Nasional
Ketua Komisi VIII Sebut Arab Saudi Prioritaskan Jemaah Indonesia untuk Berangkat Haji

Ketua Komisi VIII Sebut Arab Saudi Prioritaskan Jemaah Indonesia untuk Berangkat Haji

Nasional
Selesai Resmikan Bendungan, Jokowi Ikut Tanam Padi Bareng Petani di Trenggalek

Selesai Resmikan Bendungan, Jokowi Ikut Tanam Padi Bareng Petani di Trenggalek

Nasional
Tiga Skenario Gelombang Ketiga Kasus Covid-19 di Indonesia

Tiga Skenario Gelombang Ketiga Kasus Covid-19 di Indonesia

Nasional
Korban Predator Seksual di Game Free Fire Dipaksa Video Call Seks dengan Imbalan Diamond

Korban Predator Seksual di Game Free Fire Dipaksa Video Call Seks dengan Imbalan Diamond

Nasional
KPK: 6.310 Barang Gratifikasi Jadi Milik Negara, Nilainya Rp 171 Miliar

KPK: 6.310 Barang Gratifikasi Jadi Milik Negara, Nilainya Rp 171 Miliar

Nasional
Jokowi: Stok Beras Baik, Kita Belum Impor Sama Sekali

Jokowi: Stok Beras Baik, Kita Belum Impor Sama Sekali

Nasional
Menag Yaqut Dicecar soal Pernyataan 'Kemenag Hadiah untuk NU' oleh Anggota DPR

Menag Yaqut Dicecar soal Pernyataan "Kemenag Hadiah untuk NU" oleh Anggota DPR

Nasional
Saksi Komnas HAM: 4 Laskar FPI Dibunuh di Luar Proses Hukum, Aparat Tidak Berupaya Mencegah

Saksi Komnas HAM: 4 Laskar FPI Dibunuh di Luar Proses Hukum, Aparat Tidak Berupaya Mencegah

Nasional
Predator Seksual Anak Bermodus Game Online Free Fire Ditangkap Polisi

Predator Seksual Anak Bermodus Game Online Free Fire Ditangkap Polisi

Nasional
Menag: Kalau Umrah Bisa Diselenggarakan dengan Baik, Ibadah Haji Akan Terbuka Lebar

Menag: Kalau Umrah Bisa Diselenggarakan dengan Baik, Ibadah Haji Akan Terbuka Lebar

Nasional
Indonesia Rawan Bencana Alam, Dompet Dhuafa Gelar Roadshow Pelatihan Mitigasi Bencana

Indonesia Rawan Bencana Alam, Dompet Dhuafa Gelar Roadshow Pelatihan Mitigasi Bencana

Nasional
Kementerian PPPA: Ruang Bermain Ramah Anak Cegah Ketergantungan Gawai

Kementerian PPPA: Ruang Bermain Ramah Anak Cegah Ketergantungan Gawai

Nasional
Jemaah Umrah yang Vaksinasi Covid-19 dengan Sinovac Mesti Karantina 3 Hari, Kecuali Suntik Booster

Jemaah Umrah yang Vaksinasi Covid-19 dengan Sinovac Mesti Karantina 3 Hari, Kecuali Suntik Booster

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.