AHY: Mudah-mudahan 22 Mei, Kita Menerima Apa Pun Hasil KPU...

Kompas.com - 02/05/2019, 18:52 WIB
Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (2/5/2019) KOMPAS.com/IhsanuddinKomandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (2/5/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Komandan Komando Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY) menyadari adanya perbedaan pandangan dalam menyikapi hasil Pemilu 2019.

Namun, ia mengatakan, sikap terbaik adalah menunggu Komisi Pemilihan Umum ( KPU) menyelesaikan rekapitulasi penghitungan suara dan diumumkan pada 22 Mei 2019.

AHY berharap, setelah KPU sebagai lembaga berwenang mengumumkan hasil Pemilu 2019, semuanya dapat menerima keputusan itu dengan baik.

Baca juga: Soal Hasil Pemilu 2019, AHY Setuju dengan Jokowi

"Mudah-mudahan yang paling akhir nanti, 22 Mei, kita bisa menerima apa pun hasil yang akan dijelaskan oleh KPU," ujar AHY kepada wartawan seusai bertemu empat mata dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Mengenai perbedaan pendapat itu sendiri, AHY menyebut, itu adalah bagian dari dinamika politik yang tidak dapat dihilangkan.

"Namanya politik, namanya pemilu, pasti akan terus ada perbedaan pendapat, perbedaan persepsi dan lain sebagainya," ujar AHY.

Baca juga: AHY Tolak Komentar Kemungkinan Demokrat Merapat ke Kubu Jokowi

AHY menyinggung penyelenggara pemilu serentak tahun ini sudah bekerja dengan sangat keras demi mewujudkan pesta demokrasi yang damai dan demokratis.

Hal itu terbukti dari banyaknya penyelenggara pemilu maupun aparat pengawal keamanan pemilu yang sakit, bahkan hingga meninggal dunia demi mewujudkan hal tersebut. AHY berpendapat, kerja keras itu harus diapresiasi.

"Kita harus hormati semua itu, kita apresiasi dengan cara bersabar dan menunggu. Waktu masih ada, penghitungan terus berlangsung," ujar AHY.

Apalagi, KPU membuka proses rekapitulasi secara transparan. Publik dapat melihatnya setiap saat.

Kompas TV Komandan Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono datang ke Istana Kepresidenan untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo. Pertemuan dilakukan salah satunya untuk membahas kondisi politik terkini pasca pemilu. Agus Harimurti Yudhoyono menjelaskan bahwa inti pertemuannya adalah soal harapan Indonesia agar terus semakin baik dan juga membahas kondisi politik Indonesia terkini. Simak pernyataan lengkap Agus Harimurti Yudhoyono pasca pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan. #Jokowi #AHY #Pemilu2019

 

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UI Serahkan 600.000 Unit Flocked Swab Buatannya untuk Bantu Tes Swab Covid-19

UI Serahkan 600.000 Unit Flocked Swab Buatannya untuk Bantu Tes Swab Covid-19

Nasional
Bantah Tuduhan Kendalikan Investasi Jiwasraya, Benny Tjokro: Hanya Opini dan Asumsi Hary Prasetyo

Bantah Tuduhan Kendalikan Investasi Jiwasraya, Benny Tjokro: Hanya Opini dan Asumsi Hary Prasetyo

Nasional
Penanganan Covid-19 di 10 Provinsi Prioritas, Kasus Mingguan di Papua Meningkat

Penanganan Covid-19 di 10 Provinsi Prioritas, Kasus Mingguan di Papua Meningkat

Nasional
Satgas Covid-19 Sebut Penundaan Liga 1 Demi Keselamatan Masyarakat

Satgas Covid-19 Sebut Penundaan Liga 1 Demi Keselamatan Masyarakat

Nasional
Berkaca dari Kasus Wawan, KPK Hati-hati Terapkan Pasal TPPU kepada Nurhadi

Berkaca dari Kasus Wawan, KPK Hati-hati Terapkan Pasal TPPU kepada Nurhadi

Nasional
Soal Pamflet Ajakan Demo dan Penjarahan di Bali, Polri: Bukan Dibuat BEM Udayana

Soal Pamflet Ajakan Demo dan Penjarahan di Bali, Polri: Bukan Dibuat BEM Udayana

Nasional
Di Vatikan, Kalla Usul Penemu Obat Covid-19 Diberi Penghargaan

Di Vatikan, Kalla Usul Penemu Obat Covid-19 Diberi Penghargaan

Nasional
Menristek: Akan Dibangun Pabrik Vaksin Covid-19 Skala Kecil di Serpong

Menristek: Akan Dibangun Pabrik Vaksin Covid-19 Skala Kecil di Serpong

Nasional
Harun Masiku dan Penyuap Nurhadi Masih Buron, Ini Kata KPK

Harun Masiku dan Penyuap Nurhadi Masih Buron, Ini Kata KPK

Nasional
Ini 12 Kabupaten/Kota dengan Kasus Aktif Covid-19 di Atas 1.000 Pasien

Ini 12 Kabupaten/Kota dengan Kasus Aktif Covid-19 di Atas 1.000 Pasien

Nasional
Jamwas: Jaksa yang Tak Lapor LHKPN Disanksi Tidak Naik Pangkat

Jamwas: Jaksa yang Tak Lapor LHKPN Disanksi Tidak Naik Pangkat

Nasional
UU Cipta Kerja Kembali Digugat ke MK, Pemohon 3 Warga Papua

UU Cipta Kerja Kembali Digugat ke MK, Pemohon 3 Warga Papua

Nasional
Periksa Eks Sekda Kota Banjar, KPK Gali Informasi soal Dugaan Gratifikasi

Periksa Eks Sekda Kota Banjar, KPK Gali Informasi soal Dugaan Gratifikasi

Nasional
Polri Tangani 42 Dugaan Tindak Pidana Pemilihan, Ini Jenis-jenisnya

Polri Tangani 42 Dugaan Tindak Pidana Pemilihan, Ini Jenis-jenisnya

Nasional
Setahun Jokowi-Ma'ruf, ICW Soroti 6 Kebijakan Kontroversial

Setahun Jokowi-Ma'ruf, ICW Soroti 6 Kebijakan Kontroversial

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X