Cerita di Balik Jokowi Masuk Kakbah dan Tambahan 10.000 Kuota Haji...

Kompas.com - 16/04/2019, 20:36 WIB
Presiden Joko Widodo saat menunaikan ibadah umroh di Makkah, Senin (15/4/2019) waktu setempat. Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat PresidenPresiden Joko Widodo saat menunaikan ibadah umroh di Makkah, Senin (15/4/2019) waktu setempat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan bahwa pemerintah Arab Saudi sangat mengapresiasi positif Indonesia. Tidak heran sejumlah keuntungan didapatkan Indonesia dari Saudi.

Moeldoko yang mendampingi Presiden Jokowi selama di Saudi bercerita, kehangatan Raja Saudi Salman bin Abdul Azis sudah terasa ketika jamuan makan siang yang dinilainya sangat mewah.

"Saya dengan Ibu Menlu agak heran, karena Raja banyak sekali berbicara. Tidak seperti di sini. Di sini Raja satu dua kalimat. Tapi hampir semua waktu beliau menerima Presiden itu beliau bicara banyak tentang Indonesia," ujar Moeldoko kepada wartawan di Kantin Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Baca juga: Jokowi di Tanah Suci, Bertemu Raja Salman hingga Masuk ke Dalam Kabah


"Saya juga agak bingung ya, kenapa beliau begitu banyak tahu mengenai Indonesia? Bagaimana perkembangan ekonominya, bagaimana tentang Islam di Indonesia dan seterusnya," lanjut dia.

Ketika momen jamuan makan malam juga sama. Kali ini, kehangatan datang dari Putra Mahkota Muhammad bin Salman.

Sang Putra Mahkota sangat antusias membicarakan rencana kerjasama antara Indonesia dengan Saudi. Moeldoko mencatat, Putra Mahkota sampai tiga kali meyakinkan kepada Presiden Jokowi bahwa ia akan terlibat langsung dalam investasi di Indonesia.

Baca juga: Sup Harira dan Nasi Mandhi yang Disajikan Raja Salman untuk Jokowi

Rencananya, sektor yang akan dikerjasamakan antara Indonesia dengan Arab Saudi, yakni pada sektor minyak dan gas serta pariwisata. Total investasi itu sebesar 6 miliar dollar Amerika Serikat.

"Sampai Putra Mahkota itu bilang, bisa enggak Pak Presiden, diadakan Formula One di Indonesia? Putra mahkota berpikirnya ke sana. Jadi, banyak sekali yang dibicarakan di situ, sangat-sangat akrab," ujar Moeldoko.

Penambahan 10.000 Kuota Haji

Moeldoko bercerita, saat makan siang, Presiden Jokowi mengungkapkan permohonannya supaya Indonesia mendapatkan tambahan kuota haji.

Baca juga: Presiden Jokowi Ajak Gibran dan Kaesang Bertemu Raja Salman

Saat itu, Raja Salman hanya menjawab bahwa dirinya harus memperhatikan kepentingan seluruh umat Islam di dunia.

"Tetapi begitu makan malam dengan putra mahkota, langsung putra mahkota yang memberikan eksekusi. Jadi memang selama ini yang saya dengar, eksekutornya ada di putra mahkota," ujar Moeldoko.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X