Sandiaga Janjikan Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen dalam Dua Tahun jika Menang Pilpres 2019

Kompas.com - 10/04/2019, 15:38 WIB
Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, diResto Batik Kuring SCBD, Jakarta Pusat, Rabu (10/4/2019).  CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.comCalon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, diResto Batik Kuring SCBD, Jakarta Pusat, Rabu (10/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil presiden nomor 02 Sandiaga Uno berjanji akan menghadirkan pertumbuhan ekonomi 6-6,5 persen dalam dua tahun pertama kepemimpinannya bersama Prabowo Subianto jika memenangi Pilpres 2019.

Menurut Sandiaga, hal itu akan disampaikannya dalam debat kelima Pilpres 2019 yang akan digelar pada 13 April 2019.

"Prabowo-Sandi berkomitmen untuk menghadirkan pertumbuhan 6-6,5 persen dalam dua tahun pertama," ujar Sandiaga saat di Resto Batik Kuring SCBD, Jakarta Pusat, Rabu (10/4/2019).

Ia mengungkapkan, untuk mencapai angka pertumbuhan ekonomi tersebut, Prabowo-Sandi akan menggenjot industri di sektor pertanian, manufaktur, dan perumahan rakyat.

Baca juga: Sandiaga Akan Angkat Referendum Ekonomi pada Debat Kelima

Menurut dia, tiga sektor tersebut akan menopang pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas.

Ia menilai, pemerintah saat ini belum melihat hal tersebut sebagai cara menumbuhkan perekonomian negara.

"Pemerintah saat ini terjebak dalam 5 persen angka pertumbuhan karena ketidakmampuan mereformasi secara struktural," paparnya.

Sandiaga juga menjanjikan akan mengundang investasi masuk ke lapangan pekerjaan dan melibatkan dunia usaha untuk mengembangkan ekonomi negara.

Baginya, investasi akan menggerakkan perekonomian dan terciptanya lapangan pekerjaan.

Baca juga: Survei Voxpol: Jokowi-Maruf 48,8 Persen, Prabowo-Sandiaga 43,3 Persen

Debat kelima Pilpres 2019 akan digelar pada Sabtu (13/4/2019).

Debat akan mempertemukan paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Tema yang diangkat dalam debat kelima adalah ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan, investasi, serta industri.

Debat akan diselenggarakan di Hotel Sultan, Jakarta Pusat. Media penyelenggara debat yaitu TVOne, ANTV, Beritasatu TV, dan NET TV.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Menuju Istana 2019

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setahun Jokowi-Ma'ruf, Komnas HAM: Perlindungan terhadap Jurnalis Jadi Isu Pinggiran

Setahun Jokowi-Ma'ruf, Komnas HAM: Perlindungan terhadap Jurnalis Jadi Isu Pinggiran

Nasional
Moeldoko: Semua Ditegur Presiden, Komunikasi terkait UU Cipta Kerja Sangat Jelek

Moeldoko: Semua Ditegur Presiden, Komunikasi terkait UU Cipta Kerja Sangat Jelek

Nasional
Selamatkan Dana Rp 12,7 Triliun, Mendes Canangkan Pendirian Lembaga Keuangan Desa

Selamatkan Dana Rp 12,7 Triliun, Mendes Canangkan Pendirian Lembaga Keuangan Desa

Nasional
Majelis Hakim Tolak Eksepsi Jaksa Pinangki, Sidang Dilanjutkan

Majelis Hakim Tolak Eksepsi Jaksa Pinangki, Sidang Dilanjutkan

Nasional
Setahun Jokowi-Ma'ruf, Komnas HAM: Pemajuan dan Penegakan HAM Stagnan

Setahun Jokowi-Ma'ruf, Komnas HAM: Pemajuan dan Penegakan HAM Stagnan

Nasional
Bawaslu Ungkap Persoalan Ketegasan Aparat Hukum Bubarkan Kerumunan Kampanye

Bawaslu Ungkap Persoalan Ketegasan Aparat Hukum Bubarkan Kerumunan Kampanye

Nasional
9372 KPM Terima Bantuan Beras Sebesar 30 Kg per Penerima

9372 KPM Terima Bantuan Beras Sebesar 30 Kg per Penerima

Nasional
Menparekraf: Protokol Kesehatan Kunci Bangkitnya Pariwisata

Menparekraf: Protokol Kesehatan Kunci Bangkitnya Pariwisata

Nasional
Puan: Pilkada Penting untuk Perkuat Penanganan Covid-19 di Daerah

Puan: Pilkada Penting untuk Perkuat Penanganan Covid-19 di Daerah

Nasional
TGPF: Belum Ada Saksi Mata Penembakan Pendeta Yeremia

TGPF: Belum Ada Saksi Mata Penembakan Pendeta Yeremia

Nasional
Ketum PBNU: Santri Harus Berjihad untuk Bantu Tanggulangi Wabah Covid-19

Ketum PBNU: Santri Harus Berjihad untuk Bantu Tanggulangi Wabah Covid-19

Nasional
KPU: Kalau Pilkada Ditunda Sekarang, Akan Ada Banyak Persoalan

KPU: Kalau Pilkada Ditunda Sekarang, Akan Ada Banyak Persoalan

Nasional
Hingga 2022, Kemendes PDTT Targetkan Pendirian 5.300 Lembaga Keuangan Desa

Hingga 2022, Kemendes PDTT Targetkan Pendirian 5.300 Lembaga Keuangan Desa

Nasional
Muhammadiyah: Presiden Buka Peluang Revisi Materi UU Cipta Kerja

Muhammadiyah: Presiden Buka Peluang Revisi Materi UU Cipta Kerja

Nasional
Lili: KPK Tak Bisa Jalan Sendirian, Butuh Sinergi Aparat Penegak Hukum

Lili: KPK Tak Bisa Jalan Sendirian, Butuh Sinergi Aparat Penegak Hukum

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X