Kampanye di Bandung Barat, Ma'ruf Amin Ingatkan Anak Indonesia Tak Takut Bermimpi

Kompas.com - 09/04/2019, 17:45 WIB
Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Maruf Amin melakukan orasi pada Kampanye Akbar Jokowi-Maruf Amin di Lapangan Marzoeki Mahdi, Kota Bogor, Jawa Barat,  Jumat  (5/4/2019). Dalam kampanye terbuka tersebut calon Wakil Presiden Maruf Amin mengajak pendukungnya untuk memenangkan pasangan nomor urut 01  pada Pemilu serentak 17 April mendatang. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/hp. ANTARA FOTO/Yulius Satria WijayaCalon Wakil Presiden nomor urut 01 Maruf Amin melakukan orasi pada Kampanye Akbar Jokowi-Maruf Amin di Lapangan Marzoeki Mahdi, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/4/2019). Dalam kampanye terbuka tersebut calon Wakil Presiden Maruf Amin mengajak pendukungnya untuk memenangkan pasangan nomor urut 01 pada Pemilu serentak 17 April mendatang. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/hp.

BANDUNG, KOMPAS.com - Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin mengingatkan anak-anak Indonesia tak perlu takut bermimpi.

Hal itu disampaikan Ma'ruf saat berkampanye di Lapangan PT Kertas Padalarang, Bandung Barat, Selasa (9/4/2019).

Ma'ruf mengatakan, anak-anak Indonesia tak perlu takut bermimpi dan bercita-cita tinggi sebab ada Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan akan ditambah dengan KIP Kuliah.

Dengan demikian anak-anak Indonesia bisa bersekolah hingga bangku kuliah.

Baca juga: 12 Kepala Daerah di Sumbar Deklarasi Dukung Jokowi-Maruf

"Sekarang anak-anak tidak usah takut untuk bermimpi, untuk bercita-cita, karena ada Kartu Indonesia Pintar. Sekarang akan ditambah lagi dengan Kartu (Indonesia Pintar) Kuliah, biar sampai kuliah semuanya," ujar Ma'ruf.

Oleh karena itu, Ma'ruf meminta pendukungnya yang hadir untuk memenangkan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

Ma'ruf melanjutkan, jika Jokowi-Ma'ruf memenangi Pemilu 2019, capaian pemerintahan sebelumnya yang sudah sukses akan ditingkatkan lagi.

Nantinya, kata dia, masyarakat yang akan diuntungkan dengan kemenangan Jokowi-Ma'ruf, salah satunya melalui penerbitan KIP Kuliah.

Baca juga: Debat Kelima, Jokowi-Maruf Siapkan Topik Ekonomi Keumatan

Ma'ruf pun meminta pendukungnya untuk memberantas hoaks yang beredar agar ia dan Jokowi bisa menang.

Salah satu hoaks yang masih beredar adalah penghapusan Kementerian Agama bila Jokowi-Ma'ruf terpilih.

"Makanya, menangkan pilih 01. Nanti akan kita perbesar lagi manfaat-manfaat itu. Untuk siapa? Untuk rakyat. Cuma sekarang memang banyak isu, banyak hoaks. Katanya kalau Pak Jokowi-Kiai Ma'ruf Amin menang Kementerian Agama dibubarkan. Bohong!" lanjut Ma'ruf.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Ma'ruf Amin

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemenag: Total 4.674 Jemaah Berangkat Umrah Sejak Januari

Kemenag: Total 4.674 Jemaah Berangkat Umrah Sejak Januari

Nasional
Tak Hanya Pasien Lansia dan Komorbid, Risiko Fatalitas Varian Omicron Juga Mengancam Anak-anak

Tak Hanya Pasien Lansia dan Komorbid, Risiko Fatalitas Varian Omicron Juga Mengancam Anak-anak

Nasional
UPDATE 23 Januari: 251.907 Spesimen Diperiksa, Positivity Rate PCR 9,22 Persen

UPDATE 23 Januari: 251.907 Spesimen Diperiksa, Positivity Rate PCR 9,22 Persen

Nasional
Golkar Janji Tak Akan Usung Capres Selain Airlangga di Pilpres 2024

Golkar Janji Tak Akan Usung Capres Selain Airlangga di Pilpres 2024

Nasional
Cerita Pramono Anung tentang Megawati: Pernah Akan Pecat Kader yang Mau Interupsi Pidato SBY

Cerita Pramono Anung tentang Megawati: Pernah Akan Pecat Kader yang Mau Interupsi Pidato SBY

Nasional
Golkar Akan Kerahkan Organisasi Sayap untuk Promosikan Airlangga

Golkar Akan Kerahkan Organisasi Sayap untuk Promosikan Airlangga

Nasional
UPDATE 23 Januari: 18.891 Pasien Covid-19 di Indonesia Masih Jalani Isolasi

UPDATE 23 Januari: 18.891 Pasien Covid-19 di Indonesia Masih Jalani Isolasi

Nasional
Saling Sindir Anies-Giring, Pengamat: Politik Itu soal Perkelahian, Menegasi dan Membantah

Saling Sindir Anies-Giring, Pengamat: Politik Itu soal Perkelahian, Menegasi dan Membantah

Nasional
Guntur Soekarnoputra Ungkap Masa Kecil Megawati: Jago Main Bola

Guntur Soekarnoputra Ungkap Masa Kecil Megawati: Jago Main Bola

Nasional
UPDATE 23 Januari: 2.925 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 27 Provinsi

UPDATE 23 Januari: 2.925 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 27 Provinsi

Nasional
UPDATE 23 Januari: 124.080.794 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 23 Januari: 124.080.794 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
UPDATE 23 Januari: Bertambah 14, Kasus Kematian Covid-19 Jadi 144.220 Jiwa

UPDATE 23 Januari: Bertambah 14, Kasus Kematian Covid-19 Jadi 144.220 Jiwa

Nasional
UPDATE 23 Januari: Bertambah 712, Jumlah Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.123.267

UPDATE 23 Januari: Bertambah 712, Jumlah Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.123.267

Nasional
UPDATE 23 Januari: Ada 4.470 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

UPDATE 23 Januari: Ada 4.470 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

Nasional
Pengamat: Anies Harus Berterimakasih ke Giring

Pengamat: Anies Harus Berterimakasih ke Giring

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.