BPN Prabowo-Sandiaga Seharusnya Tak Perlu Umbar Jatah Kursi Menteri

Kompas.com - 02/04/2019, 13:54 WIB
Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional pasangan (BPN) Hashim Djojohadikusumo saat ditemui di media center pasangan Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Senin (21/1/2019) malam. KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTODirektur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional pasangan (BPN) Hashim Djojohadikusumo saat ditemui di media center pasangan Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Senin (21/1/2019) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat politik dari Indonesian Public Institute Jerry Massie berpendapat, pernyataan mengenai pembagian jatah posisi menteri di kubu calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto seharusnya tak perlu diumbar ke publik.

Jerry menilai, pernyataan Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional ( BPN) Hashim Djojohadikusumo soal jumlah kursi menteri bagi koalisi partai politik sebagai sikap yang gegabah.

"Ini harusnya tak perlu diumumkan menter-menterinya. Bagi saya agak gegabah dengan statement Hashim soal menteri-menteri yang duduk di kabinet," ujar Jerry saat dihubungi, Selasa (2/4/2019).

Baca juga: BPN Prabowo-Sandiaga: Soal Menteri Sudah Dibicarakan, tetapi Jumlahnya Belum

Menurut Jerry, pernyataan soal jatah posisi menteri dapat menggiring opini publik.

Seakan-akan pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Sandiaga Uno sudah dapat dipastikan akan memenangi Pilpres 2019.

"Sebetulnya jangan dulu menyampaikan jatah-jatahan, di simpan dulu. Hal ini penggiringan opini seakan-akan Prabowo sudah menang," kata Jerry.

Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Hashim Djojohadikusumo sebelumnya membenarkan sudah ada pembicaraan mengenai kursi menteri jika pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memenangi Pemilihan Presiden 2019.

Hashim awalnya enggan merinci kesepakatan Prabowo-Sandiaga dengan parpol pendukungnya mengenai pembagian kursi menteri.

Baca juga: Tak Bahas Jatah Menteri, PAN Pilih Fokus di Pilpres dan Pileg

Setelah wartawan kembali menanyakan hal yang sama, Hashim memberikan jawabannya.

"Ya, kami sudah sepakat. Kalau Prabowo-Sandi menang, sudah ada tujuh menteri untuk PAN, enam kursi untuk PKS," ujar dia.

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X