Ini yang Disasar Peretas Situs KPU

Kompas.com - 14/03/2019, 20:10 WIB
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman saat ditemui seusai acara penandatanganan pakta integritas moderator dan panelis debat kedua pilpres, di Hotel Sari Pasific, Jakarta Pusat, Sabtu (9/2/2019).KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman saat ditemui seusai acara penandatanganan pakta integritas moderator dan panelis debat kedua pilpres, di Hotel Sari Pasific, Jakarta Pusat, Sabtu (9/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Arief Budiman menilai peretas situs KPU tak akan bisa mengganggu rekapitulasi suara lantaran proses tersebut dilakukan secara manual.

Ia menduga salah satu yang disasar oleh peretas ialah mengacaukan informasi proses dan hasil rekapitulasi suara yang ditayangkan melalui sistem teknologi informasi. Hal itu, kata Arief, pernah terjadi saat rekapitulasi suara Pilkada Serentak 2018.

Dengan demikian nantinya akan terjadi kericuhan lantaran muncul anggapan seolah KPU tidak bekerja secara netral.

Baca juga: Ketua KPU: Peretas Situs KPU Gunakan IP Address dari Banyak Negara


"Anda kalau ingat pilkada 2018 kemarin kan kami menampilkan semua hasil penghitungan di pilkada. Tapi, kan kemudian ada serangan yang sering juga kan. Misalnya kami tampilkan si A dapat 10 persen si B dapat 20 persen, ini kan masih penghitungan masih berjalan," papar Arief di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta, Kamis (14/3/2019).

"Lalu karena si B dapat lebih besar di-capture sama pendukungnya, klik disebarin, oh sudah menang. Padahal ini kan masih berjalan. Lalu hacker (peretas) datang, ganti si A menang si B kalah, di-capture lagi disebarin. Itu kan mengacaukan informasi untuk masyarakat," lanjut dia.

Ia menyatakan, KPU sudah memiliki pengalaman menghadapi upaya disinformasi proses dan hasil rekapitulasi suara.

Pada Pilkada 2018, saat mengalami serangan peretas, KPU akhirnya menutup sementara situs yang menayangkan proses dan hasil rekapitulasi suara.

Baca juga: KPU Pastikan Serangan Peretas Tak Ganggu Rekapitulasi Suara

Dengan demikian, KPU menunggu hasil rekapitulasi suara secara manual dari tingkat tempat pemungutan suara (TPS) hingga level kabupaten dan kota serta provinsi selesai. Setelah proses itu tuntas, KPU kembali menayangkan hasil rekapitulasi final.

"Insya Allah (sistem teknologi informasi sekarang) lebih baik. Kami terus memperbaiki diri. Dan kemudian sistem kami diperbaiki bukan hanya dari hardwarenya, softwarenya juga kami perbaiki," lanjut Arief.


Terkini Lainnya

Nasib Remaja 'Egg Boy', Ditawari Ferrari hingga Kini Benci Telur

Nasib Remaja "Egg Boy", Ditawari Ferrari hingga Kini Benci Telur

Internasional
Dies Natalis Universitas Pasundan dan Reformasi Pendidikan Tinggi

Dies Natalis Universitas Pasundan dan Reformasi Pendidikan Tinggi

Edukasi
Jokowi: Ada yang Bilang, Pak Kok Kelihatannya Badannya Agak Gemuk

Jokowi: Ada yang Bilang, Pak Kok Kelihatannya Badannya Agak Gemuk

Nasional
Gubernur Maluku Murad Ismail Berjanji Turun Gunung untuk Menangkan Jokowi-Ma’ruf

Gubernur Maluku Murad Ismail Berjanji Turun Gunung untuk Menangkan Jokowi-Ma’ruf

Regional
Sekolah di Pedalaman Flores Ini Bahkan Tak Mampu Beli Kapur Tulis

Sekolah di Pedalaman Flores Ini Bahkan Tak Mampu Beli Kapur Tulis

Regional
Moeldoko Pastikan Bus Listrik Transjakarta dari PT MAB Segera Meluncur

Moeldoko Pastikan Bus Listrik Transjakarta dari PT MAB Segera Meluncur

Regional
Sandiaga Mengaku Kemenangan di Pilkada DKI Terasa di Pilpres 2019

Sandiaga Mengaku Kemenangan di Pilkada DKI Terasa di Pilpres 2019

Nasional
Anak-anak Pakai Kaos Caleg di Jakbar, Bawaslu Telusuri Dugaan Pelanggaran Kampanye

Anak-anak Pakai Kaos Caleg di Jakbar, Bawaslu Telusuri Dugaan Pelanggaran Kampanye

Megapolitan
Moeldoko Sebut Pilpres 2019 Tak Pengaruhi Investasi di Indonesia

Moeldoko Sebut Pilpres 2019 Tak Pengaruhi Investasi di Indonesia

Regional
Diguyur Hujan, Grup Sabyan Gambus Hibur Pendukung Prabowo-Sandiaga

Diguyur Hujan, Grup Sabyan Gambus Hibur Pendukung Prabowo-Sandiaga

Regional
SDF Serukan Bentuk Pengadilan Internasional untuk Para Tersangka ISIS

SDF Serukan Bentuk Pengadilan Internasional untuk Para Tersangka ISIS

Internasional
Saat Kampanye, Prabowo Berikan Baju Safari Kesayangannya ke Mantan Bupati Merauke

Saat Kampanye, Prabowo Berikan Baju Safari Kesayangannya ke Mantan Bupati Merauke

Nasional
Mahasiswa China di Kanada Diculik Gerombolan Pria Bertopeng

Mahasiswa China di Kanada Diculik Gerombolan Pria Bertopeng

Internasional
Jadi Fasilitator Desa Terbaik, 2 Warga NTT Bertemu 3 Menteri dan Belajar ke India

Jadi Fasilitator Desa Terbaik, 2 Warga NTT Bertemu 3 Menteri dan Belajar ke India

Regional
Jaksa KPK Tuntut Pencabutan Hak Politik Irwandi Yusuf

Jaksa KPK Tuntut Pencabutan Hak Politik Irwandi Yusuf

Nasional

Close Ads X