Bertemu Pimpinan KPK, Finalis Puteri Indonesia Diharap Jadi Agen Pencegahan Korupsi

Kompas.com - 06/03/2019, 12:44 WIB
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata (kanan) didampingi  Puteri Indonesia Lingkungan 2018 Vania Herlambang (kiri) dan finalis Puteri Indonesia 2019 berfoto bersama disela kunjungan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (6/3/2019). Sebanyak 39 finalis Puteri Indonesia 2019 mengunjungi lembaga antirasywah sebagai bagian dari program kompetisi yang mengharuskan para peserta selain cantik juga pintar dan berwawasan luas salah satunya mengenai peran perempuan sebagai agen antikorupsi. ANTARA FOTO/Reno Esnir/hp. *** Local Caption ***   RENO ESNIRWakil Ketua KPK Alexander Marwata (kanan) didampingi Puteri Indonesia Lingkungan 2018 Vania Herlambang (kiri) dan finalis Puteri Indonesia 2019 berfoto bersama disela kunjungan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (6/3/2019). Sebanyak 39 finalis Puteri Indonesia 2019 mengunjungi lembaga antirasywah sebagai bagian dari program kompetisi yang mengharuskan para peserta selain cantik juga pintar dan berwawasan luas salah satunya mengenai peran perempuan sebagai agen antikorupsi. ANTARA FOTO/Reno Esnir/hp. *** Local Caption ***

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 39 finalis Puteri Indonesia bertemu dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) dan Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata berharap para finalis bisa menjadi agen-agen antikorupsi. Menurut Alex, posisi finalis yang dikenal banyak orang membuat mereka bisa menyebarluaskan nilai-nilai antikorupsi.

"Kami berharap nanti bisa menjadi agen KPK, saya yakin pasti nanti banyak pengikut mbak-mbak di Twitter misalnya, Instagram kan pasti punya. Tolonglah suarakan berani jujur, karena kejujuran ini yang rasa-rasanya kita mengalami degradasi," kata Alexander di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (6/3/2019).

"Tentunya ada harapan besar dari KPK supaya juga bisa berkontribusi pada antikorupsi, itu harapan kami," sambungnya.

Alexander menyinggung ruang tahanan yang berada di belakang gedung KPK. Menurut dia, banyak penyelenggara negara yang terjerat korupsi karena urusan harta, kekuasaan dan perempuan.

"Pertama, dia gila kekuasaan, tahta, mengorbankan banyak hartanya untuk meraih kekuasaan dan ketika sudah duduk di kekuasaan, dia haus harta. Ketika harta itu diperoleh dengan cara tak benar, salah satu pelariannya adalah wanita, banyak kejadian seperti itu," ungkap Alexander.

Ia juga mengungkapkan, pejabat terjerat korupsi juga salah satunya didorong oleh istrinya.

"Kami tidak ingin mbak-mbak sekalian ke depan mbak-mbak menjadi jatuh ke dalam hal-hal yang negatif. Kami berharap calon Puteri Indonesia bisa lebih membawa diri secara positif," ujar dia.

Baca juga: KPK Kedatangan 39 Finalis Puteri Indonesia

Alexander juga berharap para finalis bisa menjadi agen pencegahan korupsi ketika sudah berkeluarga. Ia menilai perempuan berperan strategis mencegah korupsi sejak dini.

"Kita lihat memang peran perempuan sangat sentral dalan pendidikan anak-anak dan rumah tangga," kata Alexander.

Selain itu, kata dia, perilaku perempuan yang suka berkumpul dan berbagi satu sama lain juga menjadi peluang dalam menyebarluaskan nilai-nilai antikorupsi.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kongres Luar Biasa secara Virtual Saat Pandemi, Gerindra Siap Daftar ke Muri

Kongres Luar Biasa secara Virtual Saat Pandemi, Gerindra Siap Daftar ke Muri

Nasional
KSAD Jadi Wakil Komite Penanganan Covid-19, Mahfud: Keterlibatan TNI Diperlukan

KSAD Jadi Wakil Komite Penanganan Covid-19, Mahfud: Keterlibatan TNI Diperlukan

Nasional
UPDATE 8 Agustus: Kasus Covid-19 DKI Jakarta Kembali Lampaui Jawa Timur

UPDATE 8 Agustus: Kasus Covid-19 DKI Jakarta Kembali Lampaui Jawa Timur

Nasional
Prabowo: Gerindra Besar Bukan karena Ketum, tetapi Berhasil Tangkap Keluhan Rakyat

Prabowo: Gerindra Besar Bukan karena Ketum, tetapi Berhasil Tangkap Keluhan Rakyat

Nasional
Pemerintah Beri Bintang Jasa 22 Tenaga Medis yang Gugur Saat Rawat Pasien Covid-19

Pemerintah Beri Bintang Jasa 22 Tenaga Medis yang Gugur Saat Rawat Pasien Covid-19

Nasional
Platform E-Learning ASN Unggul Jadi Solusi Pelatihan ASN di Tengah Pandemi

Platform E-Learning ASN Unggul Jadi Solusi Pelatihan ASN di Tengah Pandemi

Nasional
Sebaran 2.277 Kasus Baru Covid-19 RI, DKI Jakarta Tertinggi dengan 686

Sebaran 2.277 Kasus Baru Covid-19 RI, DKI Jakarta Tertinggi dengan 686

Nasional
UPDATE 8 Agustus: Kasus Suspek Covid-19 Capai 83.624

UPDATE 8 Agustus: Kasus Suspek Covid-19 Capai 83.624

Nasional
Prabowo: Banyak Partai Muncul dan Cepat Hilang, Gerindra Kokoh 12 Tahun

Prabowo: Banyak Partai Muncul dan Cepat Hilang, Gerindra Kokoh 12 Tahun

Nasional
UPDATE 8 Agustus: Total 1.693.880 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

UPDATE 8 Agustus: Total 1.693.880 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

Nasional
Sah, Prabowo Subianto Kembali Jadi Ketum Partai Gerindra

Sah, Prabowo Subianto Kembali Jadi Ketum Partai Gerindra

Nasional
UPDATE: Bertambah 65, Pasien Meninggal akibat Covid-19 Kini 5.658

UPDATE: Bertambah 65, Pasien Meninggal akibat Covid-19 Kini 5.658

Nasional
UPDATE: Bertambah 1.749, Kini Ada 79.306 Pasien Sembuh dari Covid-19

UPDATE: Bertambah 1.749, Kini Ada 79.306 Pasien Sembuh dari Covid-19

Nasional
UPDATE: Kini Ada 123.503 Kasus Covid-19 di Indonesia, Bertambah 2.277

UPDATE: Kini Ada 123.503 Kasus Covid-19 di Indonesia, Bertambah 2.277

Nasional
Penyandang Tuli Butuh Akses Informasi soal Bansos Saat Pandemi Covid-19

Penyandang Tuli Butuh Akses Informasi soal Bansos Saat Pandemi Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X