KPK Kedatangan 39 Finalis Puteri Indonesia

Kompas.com - 06/03/2019, 10:56 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kedatangan 39 finalis Puteri Indonesia, Rabu (6/3/2019). Rombongan finalis itu tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, menggunakan bus sekitar pukul 10.26 WIB.DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kedatangan 39 finalis Puteri Indonesia, Rabu (6/3/2019). Rombongan finalis itu tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, menggunakan bus sekitar pukul 10.26 WIB.

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) kedatangan 39 finalis Puteri Indonesia, Rabu (6/3/2019).

Rombongan finalis itu tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pukul 10.26 WIB, menggunakan bus.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, selain para finalis, KPK juga menerima kunjungan sejumlah pengurus dan juri Yayasan Puteri Indonesia (YPI).

"Kegiatan ini meneruskan tradisi YPI sebelumnya agar para finalis tersebut mendapatkan pemahaman tentang pemberantasan korupsi," kata Febri dalam keterangan tertulis, Rabu (6/3/2019).

Baca juga: KPK Bakal Ungkap Dugaan Keterlibatan Pihak Lain di Persidangan Kasus Taufik Kurniawan

KPK berharap nilai-nilai antikorupsi dapat terinternalisasi dan masing-masing finalis bisa berkontribusi dalam pencegahan korupsi, baik untuk diri sendiri atau lingkungan masyarakat sekitar.

Para finalis puteri Indonesia tersebut diterima pimpinan dan jajaran Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK. Hingga berita ini ditulis, pertemuan masih berlangsung. 



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jaksa Anggap Romahumuziy Terlalu Terlibat Teknis Seleksi Jabatan di Kemenag

Jaksa Anggap Romahumuziy Terlalu Terlibat Teknis Seleksi Jabatan di Kemenag

Nasional
Tim Hukum Anggap Polemik Status Cawapres Ma'ruf Amin Sudah Selesai

Tim Hukum Anggap Polemik Status Cawapres Ma'ruf Amin Sudah Selesai

Nasional
Jaksa Heran Romahurmuziy Tak Segera Laporkan Penerimaan Uang Rp 250 Juta ke KPK

Jaksa Heran Romahurmuziy Tak Segera Laporkan Penerimaan Uang Rp 250 Juta ke KPK

Nasional
Menag Tak Tahu soal Anggapan Pasang Badan Perjuangkan Haris Hasanuddin

Menag Tak Tahu soal Anggapan Pasang Badan Perjuangkan Haris Hasanuddin

Nasional
Kode 'B1' dari Romahurmuziy untuk Menteri Agama Lukman Hakim...

Kode "B1" dari Romahurmuziy untuk Menteri Agama Lukman Hakim...

Nasional
TKN: Bisa Jadi yang Masih Demo di MK Hanya Cari Panggung Politik

TKN: Bisa Jadi yang Masih Demo di MK Hanya Cari Panggung Politik

Nasional
Polri Tegaskan Penangkapan 2 Ketua Ormas di Cirebon Tak Terkait Terorisme

Polri Tegaskan Penangkapan 2 Ketua Ormas di Cirebon Tak Terkait Terorisme

Nasional
Romy Mengaku Ditanya Khofifah dan Asep Saifuddin soal Perkembangan Nominasi Haris Hasanuddin

Romy Mengaku Ditanya Khofifah dan Asep Saifuddin soal Perkembangan Nominasi Haris Hasanuddin

Nasional
Tim Hukum 01 Temui Ma'ruf Amin Sampaikan Perkembangan Persidangan

Tim Hukum 01 Temui Ma'ruf Amin Sampaikan Perkembangan Persidangan

Nasional
Penangkapan 2 Orang Di Cirebon Diduga terkait Kepemilikan Senjata Tajam dan Pelanggaran ITE

Penangkapan 2 Orang Di Cirebon Diduga terkait Kepemilikan Senjata Tajam dan Pelanggaran ITE

Nasional
Kontras Pertanyakan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana dan Soenarko

Kontras Pertanyakan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana dan Soenarko

Nasional
Kontras Minta Polisi Gunakan Cara Persuasif Menangani Aksi Massa di MK

Kontras Minta Polisi Gunakan Cara Persuasif Menangani Aksi Massa di MK

Nasional
Kumpul Jelang Putusan MK, Relawan Jokowi Janji Wujudkan Suasana Kondusif

Kumpul Jelang Putusan MK, Relawan Jokowi Janji Wujudkan Suasana Kondusif

Nasional
Romahurmuziy Sempat Terima Tas Hitam Berisi Rp 250 Juta dari Haris Hasanuddin

Romahurmuziy Sempat Terima Tas Hitam Berisi Rp 250 Juta dari Haris Hasanuddin

Nasional
Ada Tugas Negara Sangat Penting, Jokowi Batal Hadiri Silaturahmi Relawan

Ada Tugas Negara Sangat Penting, Jokowi Batal Hadiri Silaturahmi Relawan

Nasional

Close Ads X