Zulkifli Hasan: Kalau Makan Saja Belum Berdaulat, Tidak Bisa Jadi Negara Maju

Kompas.com - 12/02/2019, 16:19 WIB
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/10/2018). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Zulkifli Hasan berpendapat salah satu hal yang perlu disoroti calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam debat kedua adalah soal ketahanan pangan.

Menurut dia, urusan makanan masyarakat Indonesia bisa menentukan kemajuan sebuah bangsa.

"Kalau kita makannya enggak bisa berdaulat, masih beli, tidak mungkin bisa berlaku adil. Tidak bisa menjadi negara maju dan tidak bisa menjadi negara besar karena makan saja kita enggak sanggup," ujar Zulkifli di Kompleks Parlemen, Selasa (11/2/2019).

Baca juga: Sekjen PDI-P Minta Maaf ke Zulkifli Hasan karena Sorakan Kadernya


Berawal dari kedaulatan pangan, Zulkifli mengatakan kualitas hidup di Indonesia akan lebih baik di segala aspek. Mulai dari peningkatan kualitas demokrasi, kesetaraan bangsa, hingga prestasi rakyatnya.

Zulkifli tidak menegaskan apa yang dia maksud sebagai berdaulat dalam hal makanan. Dia hanya berpendapat isu ini harus diangkat Prabowo dalam debat kedua nanti.

"Saya enggak masuk detail, yang penting saya sampaikan bahwa makan itu menentukan masa depan kedaulatan Indonesia," ujar Zulkifli.

Baca juga: Zulkifli Hasan: Orang Ngomong Sedikit-sedikit, Masuk Penjara...

Salah satu isu mengenai pangan yang terus dikampanyekan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno adalah soal swasembada pangan.

Prabowo-Sandiaga tidak ingin Indonesia terus menerus impor untuk memenuhi kebutuhan pangan yang bisa disediakan di dalam negeri.

Debat kedua pilpres akan digelar Minggu (17/2/2019). Peserta debat adalah calon presiden. Tema yang diangkat energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup.

Debat diselenggarakan di Hotel Sultan, Jakarta. Empat stasiun televisi yang akan menyiarkan debat, yaitu RCTI, JTV, MNC TV, dan INews TV.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X