Pengaruh Dukungan Alumni Bagi Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf...

Kompas.com - 12/02/2019, 07:49 WIB
Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (tengah) menyampaikan sambutan saat menghadiri Deklarasi Alumni Trisakti Pendukung Jokowi di Jakarta, Sabtu (9/2/2019). Alumni Trisakti Pendukung Jokowi
mendeklarasikan dukungan untuk memenangkan capres-cawapres Joko Widodo-Maruf Amin pada Pilpres 2019. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/aww.ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (tengah) menyampaikan sambutan saat menghadiri Deklarasi Alumni Trisakti Pendukung Jokowi di Jakarta, Sabtu (9/2/2019). Alumni Trisakti Pendukung Jokowi mendeklarasikan dukungan untuk memenangkan capres-cawapres Joko Widodo-Maruf Amin pada Pilpres 2019. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gelombang deklarasi dukungan dari alumni berbagai lembaga pendidikan untuk calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin seolah menjadi tren baru dalam Pemilihan Presiden 2019.

Mulai dari alumni Universitas-universitas Negeri, SMA Pangudi Luhur, Universitas Trisakti, Institut Kesenian Jakarta, dan SMA-SMA di Jakarta secara bergiliran mendeklarasikan dukungan tiap di akhir pekan.

Namun, sejauh apa pengaruh dukungan itu bagi elektabilitas Jokowi-Ma'ruf?

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Johnny G Plate menilai dukungan alumni itu bisa direpresentasikan sebagai dukungan kelompok terpelajar.

Baca juga: Timses: Para Alumni Muak dengan Cara Berpolitik Menebar Hoaks

Dia yakin suara kelompok terpelajar ini akan memengaruhi sekitar mereka. Selain itu juga akan menulari alumni di daerah lain.

"Ini akan segera berdampak ke bawah, akan ada efek multiplayer yang kuat ke daerah daerah. Daerah-daerah juga sudah mulai menyampaikan aspirasi politiknya," ujar Johnny di Kompleks Parlemen, Senin (11/2/2019).

Sementara itu, juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily menyakini deklarasi ini adalah bentuk kebangkitan kelas menengah. Nantinya, bisa memengaruhi swing voters dan undecided voters untuk menjatuhkan pilihan mereka pada Jokowi-Ma'ruf.

Baca juga: Deklarasi Dukungan Berbagai Organisasi Alumni, Tim Jokowi-Maruf Klaim Pilihan Rasional

Ace yakin jumlah undecided voters nantinya akan semakin menipis.

"Bahkan swing voters yang selama ini dukung Prabowo-Sandi akan mulai ragu dengan pilihannya dan mulai bergeser untuk memilih Jokowi-Ma'ruf," kata dia.

Belum teruji

Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio mengatakan, deklarasi dukungan semacam ini adalah hal baru. Pada Pemilihan Presiden 2014, mereka belum menunjukan sikap terbuka atas pilihan politik.

Oleh sebab itu, belum bisa dipastikan pengaruh dukungan itu akan signifikan terhadap elektabilitas Jokowi-Ma'ruf.

"Kalau bicara pengaruhnya ke elektabilitas, ini kan belum bisa dibuktikan. Selama ini kan belum pernah ada. Ini adalah tren baru yang melibatkan SMA atau perguruan tinggi," ujar Hendri.

Kumpulan alumni SMA di Jakarta mendeklarasikan dukungan untuk pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Jokowi-Maruf di Istora Senayan, Minggu (10/2/2019). KOMPAS.com/JESSI CARINA Kumpulan alumni SMA di Jakarta mendeklarasikan dukungan untuk pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Jokowi-Maruf di Istora Senayan, Minggu (10/2/2019).

Baca juga: Saat Jokowi Luapkan Kekesalannya di Hadapan Alumni SMA...

Meski demikian, bukan berarti tidak ada dampak positif atas dukungan ini. Hendri mengatakan deklarasi semacam ini bagus untuk membentuk opini publik.

Opini yang dimaksud bahwa Jokowi dan Ma'ruf didukung oleh kelompok-kelompok terpelajar.

"Ini bagus untuk memengaruhi opini publik. Tetapi kalau secara elektabilitas kita belum tahu," kata dia.

Perspektif berbeda

Namun, sebenarnya deklarasi dukungan alumni ini bisa memunculkan perpsektif yang berbeda-beda. Hendri mengatakan deklarasi itu seolah mengecilkan yang besar dan membesarkan yang kecil.

Baca juga: Ketika Jokowi Berputar-putar dan Angkat Mikrofon Sendiri untuk Pidato di Depan Alumni SMA...

Maksudnya, sejatinya jumlah alumni yang hadir dalam deklarasi-deklarasi itu cuma sedikit. Jika ribuan orang yang hadir dalam acara deklarasi itu dikonversikan menjadi suara untuk Jokowi-Ma'ruf, Hendri menilai jumlahnya tidak meningkatkan elektabilitas secara signifikan.

Apalagi, belum tentu juga semua alumni lembaga pendidikan tersebut benar-benar mendukung Jokowi-Ma'ruf. Namun, deklarasi dukungan kemarin digambarkan sangat besar.

"Ini yang dimaksud membesarkan yang kecil," ujar dia.

Baca juga: Alumni Trisakti: Jokowi Kerja Nyata, Tidak Ada Beban Masa Lalu

Sebaliknya, dukungan para alumni yang besar dan tersebar di seluruh Indonesia juga dikecilkan dengan kapasitas sebuah ruang saja.

"Mengecilkan yang besar maksudnya alumni-alumni itu kan luas dan ada di mana-mana. Kemudian berusaha dikecilkan secara presentase stadion saja," ujar Hendri.

Baca juga: Maruf Amin: Kalau Alumni Mesir Deklarasi Dukungan, Ini Pertanda...

Pada akhirnya, Hendri berpendapat deklarasi kemarin sebatas ceremony saja karena belum terbukti efektifitasnya. Namun, bagi mereka yang mengikuti deklarasi itu, kata Hendri, bisa menjadi ajang pembuktian perjuangan mereka.

"Ini bisa jadi ajang pembuktian lah bagi relawan capres cawapres untuk menuliskan jasa di perjuangan menuju RI 1 dan RI 2 ini," kata dia.

Kompas TV Dukungan para alumni sejumlah sekolah ataupun universitas terhadap pasangan Capres-Cawapres jadi sorotan warganet. Ulasan selengkapnya bersama Adisty Larasati.

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Sidik Jari di e-KTP Ungkap Identitas Mayat Wanita dalam Karung di Jepara

Sidik Jari di e-KTP Ungkap Identitas Mayat Wanita dalam Karung di Jepara

Regional
Sekjen Berkarya Pertanyakan Kesiapan KPU soal Surat Suara Tambahan

Sekjen Berkarya Pertanyakan Kesiapan KPU soal Surat Suara Tambahan

Nasional
Botswana Pertimbangkan Cabut Larangan Perburuan Gajah

Botswana Pertimbangkan Cabut Larangan Perburuan Gajah

Internasional
Pionir dan Misi Penerbangan Inspiratif yang Tercatat dalam Sejarah...

Pionir dan Misi Penerbangan Inspiratif yang Tercatat dalam Sejarah...

Internasional
Ikut Memerangi ISIS di Suriah, Mantan Tentara Swiss Dihukum

Ikut Memerangi ISIS di Suriah, Mantan Tentara Swiss Dihukum

Internasional
5 Fakta Ibu Hamil Dibunuh Suami di Bengkulu, Cekcok soal Ponsel hingga Nyaris Diamuk Massa

5 Fakta Ibu Hamil Dibunuh Suami di Bengkulu, Cekcok soal Ponsel hingga Nyaris Diamuk Massa

Regional
Tak Ingin Diusir Lagi dari Klub Malam, Pria Ini Tato KTP di Tangannya

Tak Ingin Diusir Lagi dari Klub Malam, Pria Ini Tato KTP di Tangannya

Internasional
Ulama dan Santri Kota Tasik Yakin Jokowi-Ma'ruf Unggul Sampai 70 Persen

Ulama dan Santri Kota Tasik Yakin Jokowi-Ma'ruf Unggul Sampai 70 Persen

Regional
Mer-C Kirim 32 Relawan Bangun Rumah Sakit di Jalur Gaza

Mer-C Kirim 32 Relawan Bangun Rumah Sakit di Jalur Gaza

Megapolitan
Prabowo: Untuk Apa Merdeka Kalau Rakyat Kita Susah dan Kelaparan?

Prabowo: Untuk Apa Merdeka Kalau Rakyat Kita Susah dan Kelaparan?

Nasional
Kim Jong Un Bakal Naik Kereta, Kawasan yang Dilalui Akan Disterilkan

Kim Jong Un Bakal Naik Kereta, Kawasan yang Dilalui Akan Disterilkan

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah, Vaksin Polio Pertama Diberikan ke Anak-anak

Hari Ini dalam Sejarah, Vaksin Polio Pertama Diberikan ke Anak-anak

Internasional
Saling Klaim Elektabilitas, Jokowi Kuasai Jabar dan Prabowo Unggul di Jateng

Saling Klaim Elektabilitas, Jokowi Kuasai Jabar dan Prabowo Unggul di Jateng

Nasional
Nurdin Abdullah: Kalau Ada Permainan dan Ketahuan, Saya Coret

Nurdin Abdullah: Kalau Ada Permainan dan Ketahuan, Saya Coret

Regional
Bocah 3 Tahun Dianiaya Pacar Ibu hingga Tewas karena Terus Menangis

Bocah 3 Tahun Dianiaya Pacar Ibu hingga Tewas karena Terus Menangis

Regional

Close Ads X