Saat Jokowi Luapkan Kekesalannya di Hadapan Alumni SMA...

Kompas.com - 11/02/2019, 07:38 WIB
Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo menyampaikan sambutan saat menghadiri Deklarasi Alumni Trisakti Pendukung Jokowi di Jakarta, Sabtu (9/2/2019). Alumni Trisakti Pendukung Jokowi
mendeklarasikan dukungan untuk memenangkan capres-cawapres Joko Widodo-Maruf Amin pada Pilpres 2019. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/aww. ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARICalon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo menyampaikan sambutan saat menghadiri Deklarasi Alumni Trisakti Pendukung Jokowi di Jakarta, Sabtu (9/2/2019). Alumni Trisakti Pendukung Jokowi mendeklarasikan dukungan untuk memenangkan capres-cawapres Joko Widodo-Maruf Amin pada Pilpres 2019. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kemarin sore, calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo menjawab beberapa tudingan yang selama ini menimpanya.

Dia menyampaikannya di hadapan alumni SMA Jakarta yang baru mendeklarasikan dukungan mereka di Istora Senayan, Minggu (10/2/2019).

Berbagai tudingan dia jawab, mulai dari isu soal presiden antek asing hingga kebocoran anggaran. Jokowi terdengar kesal ketika menjawab semua itu.

Dia sampai memberikan penekanan dengan mengulang-ulang beberapa kata.


Baca juga: Cerita Jokowi soal Keberhasilan Dana Desa...

Berikut ini adalah pernyataan-pernyataan Jokowi yang menangkis hoaks mengenai dirinya:

1. Anggaran bocor

Jokowi menumpahkan kegusarannya mengenai tudingan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto soal anggaran yang bocor. Dia mempertanyakan bagaimana bisa ada kebocoran anggaran 25 persen.

"Saya sampaikan anggaran kita di 2018 itu lebih Rp 2.000 triliun. Kalau 25 persen bocor, artinya kan Rp 500 triliun. Itu duit Rp 500 T ada di mana? Saya tanya, hitungannya dari mana?" kata Jokowi.

Jokowi menyebut, semua anggaran yang masuk dalam APBN sudah disetujui oleh seluruh fraksi di DPR, begitu juga dengan laporan pertanggungjawabannya. Semua fraksi menandatangani laporan pertanggungjawaban tersebut.

Baca juga: Gusar Anggaran Negara Disebut Bocor, Jokowi Tanya Hitungannya dari Mana?

Jokowi menyampaikan ini dengan nada yang berapi-api. Dia sampai mengulang-ulang kata "bocor" yang dituduhkan Prabowo.

"Jangan sampai sudah tanda tangan, semua partai sudah tanda tangan, kemudian baru ngomong Rp 500 triliun bocor! Bocor! Bocor! Bocor! Bocor! Bocor! Bocor! Bocor dari mana?" kata Jokowi.

Jokowi mengatakan setiap tahun Badan Pemeriksa Keuangan melakukan audit terhadap APBN. Kebocoran anggaran pasti terdeteksi oleh BPK.

Baca juga: Jokowi: Empat Tahun Dikatakan Presiden Antek Asing, Ini Saatnya Saya Berbicara...

Namun, faktanya, BPK justru memberikan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) pada sebagian besar kementerian dan lembaga negara.

2. Presiden antek asing

Selain itu, Jokowi juga menjawab tudingan terhadapnya sebagai presiden antek asing. Dia sudah mendapatkan tuduhan itu selama empat tahun terakhir, tepatnya sejak pertama kali menjabat.

Namun selama ini dia hanya diam, sampai akhirnya angkat bicara kemarin sore.

"Empat tahun dikatakan Presiden Jokowi antek asing. Empat tahun! Saya diam, saya diam. Tetapi saat ini adalah saatnya saya berbicara," kata Jokowi.

Jokowi menyinggung tiga hal terkait perebutan aset negara dari pihak asing. Pertama adalah pembubaran Pertamina Energy Trading Limited (Petral) yang menurutnya butuh keberanian.

Baca juga: Jokowi: Infrastruktur adalah Pondasi Negara Ini untuk Maju

Calonpresiden nomor urut 01 Joko Widodo menghadiri deklarasi alumni SMA di Jakarta, di Istora Senayan, Minggu (10/2/2019). KOMPAS.com/JESSI CARINA Calonpresiden nomor urut 01 Joko Widodo menghadiri deklarasi alumni SMA di Jakarta, di Istora Senayan, Minggu (10/2/2019).

Kemudian, Jokowi menyinggung Blok Mahakam yang sudah dikelola Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation selama 50 tahun. Kini Blok Mahakam sudah diambil alih dan dikelola Pertamina.

Selanjutnya, Jokowi menyinggung soal Blok Rokan yang sudah puluhan tahun dikelola oleh Chevron. Kini Blok Rokan sudah dimenangi oleh Pertamina. Kemudian juga soal Freeport yang mayoritas sahamnya sudah dikuasai oleh Indonesia.

Jokowi pun kesal karena masih disebut sebagai antek asing. Padahal, kata dia, merebut itu semua bukan perkara mudah.

"Dipikir mengambil alih barang-barang seperti itu mudah? Dipikir mengambil alih aset besar seperti itu gampang? Kalau mudah dan gampang, sudah dari dulu diambil alih," kata Jokowi.  

Baca juga: Jokowi: Mereka Pikir Saya Ini Penakut dan Tidak Berani!

Jokowi mengatakan selama ini dia diam saja menghadapi tuduhan itu. Namun, sikapnya malah dianggap sebagai bentuk rasa takut.

"Jangan orang memiliki anggapan mentang-mentang Presiden Jokowi begitu, terus itu penakut. Mereka pikir saya ini penakut! Mereka pikir saya ini tidak berani!" kata Jokowi.

3. Pentingnya infrastruktur

Selain menjawab tudingan, Jokowi juga menjelaskan program pembangunan infrastruktur yang gencar pada pemerintahannya. Dia mengatakan infrastruktur adalah hal fundamental yang menjadi pondasi kemajuan bangsa.

"Semua memerlukan infrastruktur karena infrastruktur merupakan prasyarat negara ini untuk berkompetisi dan bersaing dengan negara lain," ujar Jokowi.

Baca juga: Jokowi: MRT adalah Keputusan Politik yang Saya Ambil dengan Segala Risiko...

Meskipun, kata Jokowi, keputusan membangun infrastruktur harus dijalani dengan berbagai risiko. Dia mencontohkan pembangunan mass rapit transit (MRT) yang dia putuskan ketika masih menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta.

Jokowi mengatakan, proyek MRT sudah direncanakan di Pemprov DKI Jakarta selama 26 tahun, tetapi tak kunjung dieksekusi.

"Kenapa tidak segera diputuskan? Karena dari hitungan dan kalkulasi, terus dihitung, selalu hitungannya adalah rugi sehingga tidak berani diputuskan sampai 26 tahun," ujar Jokowi.

Baca juga: TKN Jokowi-Maruf: Lawan Semburan Dusta dengan Lelucon

Presiden Joko Widodo saat menyerahkan Surat Keputusan Perhutanan Sosial di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (8/2/2019).KOMPAS.com/Fabian Januarius Kuwado Presiden Joko Widodo saat menyerahkan Surat Keputusan Perhutanan Sosial di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (8/2/2019).

Jokowi tidak mau berhitung untung dan rugi. Dia ingin melihat masalah ini dari sudut pandang ekonomi makro.

Akibat kemacetan di Jakarta, kerugian yang dialami setiap tahunnya mencapai Rp 100 triliun. Jumlahnya akan terus menerus bertambah jika tidak ada terobosan untuk mengatasinya.

Jokowi mengatakan, hal inilah yang membuat dia akhirnya memutuskan untuk memulai proyek MRT.

"Kalau hitungannya hanya untung rugi, enggak mungkin kita putuskan. Tapi kita harus lihat kerugian makro itu," ujar Jokowi.

Baca juga: Ketika Jokowi Berputar-putar dan Angkat Mikrofon Sendiri untuk Pidato di Depan Alumni SMA...

"Ini adalah keputusan politik yang saya ambil dengan segala risiko yang juga pasti saya terima. Ada yang mencaci maki saya, silakan. Ada yang menghina, menghina, menghina, silakan, enggap apa-apa," tambah dia. 

4. Optimistis

Terakhir, Jokowi mengajak pendukungnya untuk optimistis melihat negeri. Dia kemudian menggambarkan keberhasilan-keberhasilan program dana desa. Dengan program tersebut, infrastruktur penunjang untuk warga di pedesaan sudah dibangun.

"Sampai akhir 2018 kemarin telah terbangun 191.000 kilometer jalan di desa-desa. Jadi bukan hanya yang gede-gede kayak jalan tol, pelabuhan, tetapi yang kecil juga dapat perhatian," ujar Jokowi.

Baca juga: Alumni Trisakti: Jokowi Kerja Nyata, Tidak Ada Beban Masa Lalu

Dengan dana desa, jembatan-jembatan kecil di desa sudah dibangun bahkan mencapai 1,1 juta meter. Sebanyak 6.900 pasar juga telah dibangun di desa-desa. Jokowi juga mengklaim sebanyak 58.000 unit irigasi sudah dibuat di sawah-sawah.

Semua pembangunan itu diharapkan bisa membangun optimisme masyarakat terhadap masa depan Indonesia. Bukan malah bersikap pesimistis dengan kondisi negeri sendiri.

Baca juga: Jokowi: Jangan Coba-coba Pilih Pemimpin yang Belum Berpengalaman

Dia pun menyinggung ujaran-ujaran pesimistis terhadap negara akhir-akhir ini. Ujaran pesimistis itu sempat disampaikan oleh calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

"Jangan sampaikan Indonesia bubar 2030. Jangan sampaikan Indonesia akan punah. Kalau mau bubar, mau punah, silakan bubar dan punah sendiri. Jangan ajak ajak kita," ujar Jokowi.

"Kita tidak mau pesimis. Kita tidak mau bubar. Kita tidak mau punah," tambah dia.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X