Ini Strategi Prabowo di Bidang Energi jika Jadi Presiden

Kompas.com - 22/11/2018, 12:14 WIB
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat menggelar acara Prabowo Menyapa di Graha Intan Balarea, Garut, Jawa Barat, Sabtu (17/11/2018).Dok. Tim media pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat menggelar acara Prabowo Menyapa di Graha Intan Balarea, Garut, Jawa Barat, Sabtu (17/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mengkritik pemerintah perihal kebijakan impor pangan dan energi.

Menurut Prabowo, dengan kondisi alam Indonesia, kebijakan tersebut dinilai tak sesuai.

Karena itu, kata Prabowo, Indonesia harus memiliki terobosan yang cepat agar dapat membenahi sektor pangan dan energi yang masih bergantung pada negara lain.

"Strategi saya, kita akan menggunakan keunggulan kompetitif kita. Kita menduduki sepertiga zona tropis dunia. Ini berarti kita bisa panen tiga kali setahun dengan teknologi dan pemerintahan yang baik. Keunggulan kompetitif kita di agrikultur dan agribisnis," kata Prabowo melalui keterangan tertulis, Kamis (22/11/2018).

"Maka dari itu, strategi saya adalah melalui bioenergi dan biofuel. Kita akan membangun ulang hutan-hutan agar menjadi produktif, itu strategi saya. Strategi dorongan besar tim Prabowo-Sandiaga adalah untuk berdikari dengan cepat," lanjut Prabowo.

Baca juga: Prabowo Ingin Kembangkan Wilayah Timur Indonesia dengan Cara Ini...

Prabowo juga mengatakan, sejumlah kelebihan dari Indonesia dapat ditingkatkan lagi dalam rangka menghadapi tantangan kebutuhan energi di masa depan.

Ia meyakini, Indonesia dapat memproduksi bioenergi dengan jumlah besar. Salah satu sumbernya, kata Prabowo, ialah pohon aren.

Strategi tersebut, sambung Prabowo, juga akan dibarengi dengan swasembada pangan.

Baca juga: Timses Jokowi Sebut Program Pendidikan Kubu Prabowo Tak Jelas

Apalagi, saat ini Indonesia memiliki lahan yang sangat luas untuk memproduksi sumber energi terbarukan tersebut.

"Setelah dikalkulasi, ada sekita 8 juta hektar yang memproduksi energi, dan 4 atau 5 juta hektar yang memproduksi pangan. Kita harus mencari inovasi baru yang revolusioner, teknologi untuk mengelola air kita. Kita bisa melihat sekarang efek dari pergantian iklim," papar Prabowo.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X