Mengapa Lion Air Jatuh di Perairan Karawang?

Kompas.com - 30/10/2018, 09:13 WIB
Ilustrasi pesawat Lion Air. KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERAIlustrasi pesawat Lion Air.

2013 di sebelah barat Runway 09. Tidak ada korban meninggal dunia kecuali puluhan yang terluka.  

Kemarin, tanggal 29 Oktober 2018, Lion Air JT 610 jatuh di perairan teluk Jakarta setelah take off 13 menit dari Soekarno-Hatta International Airport Cengkareng. Kali ini belum terdengar ada penumpang atau kru pesawat yang selamat dari kecelakaan fatal ini.  

Semua orang serta-merta mempertanyakan apa gerangan yang menjadi penyebabnya.

Untuk diketahui sebagai pengetahuan umum bahwa apabila terjadi sebuah kecelakaan fatal yang menghancurkan pesawat dan tidak ada korban yang selamat, maka hampir dipastikan penyebab kecelakaan tidak akan diketahui.  

Penyebab yang paling mungkin baru akan dapat diketahui setelah Tim Investigasi yang berwenang selesai melaksanakan tugas penyelidikannya.

Setiap negara anggota ICAO (International Civil Aviation Organization) diwajibkan menunjuk sebuah institusi pemerintah untuk urusan investigasi penyebab terjadinya kecelakaan pesawat terbang.   

Di Amerika, badan itu bernama NTSB (National Transportation Safety Board) dan di Indonesia dikenal dengan KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi).  KNKT akan melakukan tugasnya, antara lain mengumpulkan data awal (preliminary data) untuk kemudian mendalaminya dengan cross check terhadap hasil analisis Black Box dari pesawat yang mengalami kecelakaan.  

Ini akan memakan waktu yang cukup lama, dan sebelum KNKT memublikasikan hasil investigasinya, maka tidak ada orang atau pihak mana pun yang dapat dipercaya atau dijadikan rujukan dalam hal menyampaikan penyebab terjadinya kecelakaan.

Dengan demikian, kita memang harus bersabar menantikan KNKT menyelesaikan tugasnya bila kita ingin mengetahui apa sebenarnya yang terjadi dengan penerbangan Lion Air JT 610. Atau kita akan terjebak dengan banyak analisis yang sifatnya spekulatif.

Dunia penerbangan adalah dunia yang high tech sifatnya, dunia yang canggih. Dengan demikian, maka diperlukan pula kecanggihan dalam mengelolanya.   

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X