Cerita Neno Warisman Saat Dihadang di Bandara Hang Nadim, Batam

Kompas.com - 01/08/2018, 06:24 WIB
Ketua Jaklovers, komunitas pendukung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk menjadi calon gubernur DKI, Neno Warisman, mengunjungi rumah Mantan Menko Bidang Kemaritiman Rizal Ramli di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (22/8/2016). Nursita SariKetua Jaklovers, komunitas pendukung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk menjadi calon gubernur DKI, Neno Warisman, mengunjungi rumah Mantan Menko Bidang Kemaritiman Rizal Ramli di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (22/8/2016).

JAKARTA, KOMPAS.comNeno Warisman, salah satu salah aktivis dalam gerakan #2019GantiPresiden, menceritakan saat  dia dan sejumlah rekannya dilarang keluar dari Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, pada Sabtu (28/7/2018) lalu. 

Neno mengatakan, sejak awal kedatangannya ke Batam memang untuk menggelar kampanye #2019GantiPresiden. Ia dan rombongannya tiba di Bandara Hang Nadim pada sekitar pukul 17.00 WIB.

Menurut Neno, ada kejanggalan saat ia dan rombongan baru tiba di bandara. Saat baru keluar dari pintu pesawat, sejumlah orang tak dikenal memotret rombongan Neno. 

Baca juga: Kata Fadli Zon, Prabowo Sempat Bereaksi Saat Neno Warisman Ditolak di Batam

Kecurigaan itu ternyata menjadi kenyataan. Tak berapa lama, dia dan rombongannya didampingi petugas keamanan.

"Waktu saya digiring, saya tanya, ini apa? Pas saya mau keluar, ada yang lempar tong sampah. Saya diamankan dan itu jadi alasan buat saya untuk mundur," kata Neno saat ditemui di rumahnya di Depok, Jawa Barat, Selasa (31/7/2018).

Menurut Neno, tak lama kemudian ada temannya yang menghubungi salah satu organisasi masyarakat Macan Asia. Anggota ormas tersebut berupaya membantu Neno dan rombongannya keluar lewat pintu belakang bandara.

Baca juga: Bersimpati ke Neno Warisman, Gerindra Mengaku Tak Terafiliasi Aksi Ganti Presiden

Namun, menurut Neno, pihak kepolisian yang menjaga tidak memberikan izin. Pada akhirnya, kepolisian bersedia memberi izin keluar, namun melalui proses negosiasi.

"Ada tekanan pada pihak panitia. Kami boleh keluar, asal tanda tangan untuk membatalkan acara deklarasi," kata Neno.

Hubungi Fadli Zon

Menurut Neno, karena tidak terjadi kesepakatan, ia mencoba cara lain agar dapat keluar dari bandara. Neno yang mengaku kenal dekat dengan Fadli Zon menghubungi Wakil Ketua DPR tersebut.

Neno meminta agar Fadli mendatangkan pihak pejabat daerah atau kalangan berwenang untuk dapat menyelesaikan persoalan yang ia hadapi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X