Wacana Anies Baswedan Maju Pilpres 2019 Belum Dibahas Majelis Syuro PKS - Kompas.com

Wacana Anies Baswedan Maju Pilpres 2019 Belum Dibahas Majelis Syuro PKS

Kompas.com - 11/07/2018, 18:48 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi Makam Wakaf Muslim di kawasan Cilandak Barat, Jakarta Selatan, Sabtu (16/6/2018)Kompas.com/Sherly Puspita Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi Makam Wakaf Muslim di kawasan Cilandak Barat, Jakarta Selatan, Sabtu (16/6/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) Jazuli Juwaini mengungkapkan bahwa hingga saat ini Majelis Syuro belum membahas nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk diusulkan sebagai calon presiden (capres) maupun calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2019.

Ia mengatakan, setiap nama yang akan dicalonkan sebagai capres atau cawapres oleh PKS harus melalui keputusan Majelis Syuro.

"Dalam rapat Majelis Syuro (Anies Baswedan) belum masuk radar. Kalau ada orang yang meng-endorse (mengusung), kemudian itu tetap keputusannya harus lewat Majelis Syuro," ujar Jazuli saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Baca juga: Waketum Gerindra: Tak Mungkin Anies Baswedan Presiden, Itu Berat...

Menurut Jazuli, Anies belum pernah melobi anggota Majelis Syuro terkait pencalonannya di Pilpres 2019.

Namun, ia tidak dapat memastikan apakah Anies melakukan lobi ke dewan pimpinan pusat.

"Saya tidak tahu kalau Pak Anies berbicara ke DPP atau apa, namamya politik ini kan sah-sah saja orang berkomunikasi," kata Jazuli.

"Yang penting sampai sekarang ini belum ada agenda rapat Majelis Syuro," ucap dia.

Baca juga: Prabowo: Anies Baswedan Calon Wakil Presiden yang Serius

Sebelumnya, Direktur Pencapresan DPP PKS Suhud Alynudin menyatakan, partai koalisi menyetujui jika Anies Baswedan maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2019, bukan sebagai calon wakil presiden.

"Wacana Anies Baswedan sebagai cawapres Prabowo Subianto sangat kecil kemungkinan terealisasi. Partai koalisi lebih setuju mengusung Anies sebagai capres, bukan cawapres," ujar Suhud dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (8/7/2018), seperti dikutip dari Antara.

"Pengorbanan umat dan rakyat Jakarta terlalu besar jika Anies hanya cawapres," lanjutnya.

Suhud mengatakan, PKS telah mengusulkan pasangan Anies-Ahmad Heryawan sebagai opsi yang sangat menjanjikan sebagai pasangan untuk melawan petahana.

Menurut dia, Pilpres 2019 membutuhkan figur baru untuk melawan Jokowi.

Baca juga: Anies: Biarkan Para Pemimpin Partai yang Menentukan...

"Anies-Aher pasangan yang sangat ideal. Keduanya muda, kepala daerah berprestasi, kompeten, pintar, dan religius," ujarnya.

Sementara itu, PKS telah mengajukan sembilan kadernya sebagai cawapres bagi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Sembilan kader PKS itu adalah Gubernur Jawa Barat dari PKS Ahmad Heryawan, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, mantan Presiden PKS Anis Matta, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno.

Kemudian, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufrie, mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring, Ketua DPP PKS Al Muzammil Yusuf, dan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Senin Ini Pendaftaran Ditutup, Berikut 'Update' Jumlah Pelamar CPNS

Senin Ini Pendaftaran Ditutup, Berikut "Update" Jumlah Pelamar CPNS

Nasional
Program Naturalisasi Sungai Gubernur DKI Dinilai Tak Terlihat di Lapangan

Program Naturalisasi Sungai Gubernur DKI Dinilai Tak Terlihat di Lapangan

Megapolitan
Uang Lebih dari Rp 1,5 Miliar dalam OTT Pejabat di Bekasi Diduga Bukan yang Pertama

Uang Lebih dari Rp 1,5 Miliar dalam OTT Pejabat di Bekasi Diduga Bukan yang Pertama

Nasional
Kemendikbud Buka Rekuitmen Kepala Sekolah dan Guru di Luar Negeri

Kemendikbud Buka Rekuitmen Kepala Sekolah dan Guru di Luar Negeri

Edukasi
Buya Syafii: Agama Tak Bisa Pisah dari Politik, Tapi Jangan Jadi Kendaraan Politik

Buya Syafii: Agama Tak Bisa Pisah dari Politik, Tapi Jangan Jadi Kendaraan Politik

Nasional
Menristek Dikti Perpanjang Masa Jabatan Rektor Unimal Aceh Utara

Menristek Dikti Perpanjang Masa Jabatan Rektor Unimal Aceh Utara

Regional
Peluru di Ruangan Anggota DPR Mengenai Kerudung Seorang Tenaga Ahli

Peluru di Ruangan Anggota DPR Mengenai Kerudung Seorang Tenaga Ahli

Nasional
Polisi Olah TKP Peluru Nyasar di Gedung DPR

Polisi Olah TKP Peluru Nyasar di Gedung DPR

Megapolitan
Polisi Cari Saksi di Sekitar Lokasi Peluru Nyasar Gedung DPR

Polisi Cari Saksi di Sekitar Lokasi Peluru Nyasar Gedung DPR

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Pertanyakan Kajian Revisi Perda soal Pelarangan Becak

Ketua DPRD DKI Pertanyakan Kajian Revisi Perda soal Pelarangan Becak

Megapolitan
Polri Minta Peserta Pemilu Hadirkan Kampanye Sejuk

Polri Minta Peserta Pemilu Hadirkan Kampanye Sejuk

Nasional
Advokat Lucas Yakin Keterangan Eddy Sindoro Akan Buktikan Dirinya Tak Bersalah

Advokat Lucas Yakin Keterangan Eddy Sindoro Akan Buktikan Dirinya Tak Bersalah

Nasional
'Bangkai' Jembatan Kuning Diincar Warga dan 5.000 Huntara Disiapkan, Ini 5 Fakta Baru Gempa Sulteng

"Bangkai" Jembatan Kuning Diincar Warga dan 5.000 Huntara Disiapkan, Ini 5 Fakta Baru Gempa Sulteng

Regional
Wapres Minta Polri Jangan Biarkan Para Begal Beraksi

Wapres Minta Polri Jangan Biarkan Para Begal Beraksi

Nasional
Polisi Periksa Peluru yang Mengenai Ruangan Anggota DPR

Polisi Periksa Peluru yang Mengenai Ruangan Anggota DPR

Megapolitan
Close Ads X