Senyum SBY untuk Duet JK-AHY

Kompas.com - 03/07/2018, 18:58 WIB
Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Demokrat Imelda Sari memamerkan gambar Jusuf Kalla-Agus Harimurti Yudhoyono lewat status WhatsApp Mesengger dengan keterangan: JK-AHY will coming soon. IstimewaKetua Divisi Komunikasi Publik DPP Demokrat Imelda Sari memamerkan gambar Jusuf Kalla-Agus Harimurti Yudhoyono lewat status WhatsApp Mesengger dengan keterangan: JK-AHY will coming soon.

JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil polling internal yang dilakukan Partai Demokrat terhadap para pengurus partai itu menunjukkan adanya keinginan menduetkan Jusuf Kalla sebagai capres dengan Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY) sebagai cawapres.

Apa respons SBY terhadap wacana itu?

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono tersenyum begitu mendengar sebagian besar pengurus partainya setuju menduetkan Jusuf Kalla dan Agus Harimurti Yudhoyono dalam pemilihan presiden 2019 mendatang. 

"Bapak sih senyum-senyum saja, karena dia tahu para kader begitu antusias dengan polling ini. Bapak senyum- senyum saja," ujar Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari dalam acara diskusi di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/7/2018).

Imelda tak menjawab lugas saat ditanya apakah senyum SBY itu artinya merestui pasangan tersebut atau tidak. Ia hanya mengatakan, SBY adalah sosok yang sangat memperhatikan suara dari bawah.

Baca juga: Wacana JK-AHY dan Harapan Akan Poros Ketiga...

Lagipula, keputusan siapa yang akan diusung dalam Pilpres 2019 tidak cukup jika didasarkan pada jajak pendapat pengurus internal saja. Keputusan itu harus melalui analisis, evaluasi, dan perhitungan yang matang pada tataran majelis tinggi partai.

"Keputusan majelis tinggi partailah yang kemudian memutuskan dan menentukan apakah kita dengan calon presiden siapa atau calon wakil presiden siapa. Biasanya, memutuskan itu menjelang pendaftaran Pilpres," lanjut dia.

Selain itu, wacana menduetkan JK dengan AHY itu juga harus dibahas bersama partai politik lain. Imelda menyebut, pihaknya sudah membuka komunikasi terkait wacana itu dengan sejumlah partai politik. Ia tidak mau menyebut siapa saja elite partai politik yang diajak berkomunikasi.

Baca juga: Ketua DPP Partai Demokrat: 90 Persen Pengurus Inti Memilih JK-AHY

"Saya tidak bisa bilang. Tapi di kedua kubu ada (koalisi pendukung Jokowi atau di luar pendukung Jokowi). Nah itu dilakukan baik oleh AHY, Sekjen dan Waketum. Maka kami gas bagaimana kami koalisi kerakyatan dapat terwujud," ujar Imelda.

Diberitakan sebelumnya, tim internal Demokrat menggelar polling mengenai keinginan pengurus partai soal berapa calon yang bertanding di Pilpres 2019 pada 28 Juni 2018 lalu. Polling melibatkan pengurus Partai Demokrat.

"Dari situ, hampir 90 persen pengurus inti menyatakan, memilih tiga poros. Jika memang ada tiga koalisi, maka calon yang ketiga, koalisi alternatif, mereka memilihnya JK-AHY," ujar Imelda.

Imelda menambahkan, wacana menduetkan JK dengan AHY sebenarnya sudah muncul di kalangan internal sejak lama. Wacana itu kemudian menguat ketika JK bersilaturahmi dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono pada 25 Juni 2018 lalu.

Baca juga: Elite Demokrat Pamer Gambar JK-AHY

Namun, Imelda membantah pertemuan JK dengan SBY itu khusus membicarakan mengenai wacana duet Pilpres 2019.

Menurut Imelda, duet kedua tokoh itu adalah terobosan di tengah ketidakpastian siapa calon wakil presiden dari dua nama yang diyakini maju dalam Pilpres 2019, yakni Joko Widodo sebagai petahana dan Prabowo Subianto.

"Lagipula, Pak JK sosok yang pernah bersama-sama Pak SBY, mengatasi konflik 2003 dan 2004 kemudian bersama- sama merekonsiliasi Aceh, lalu Pak JK saat ini juga membantu Presiden Jokowi. Jadi saya kita Pak JK ini sangat multitalenta. Mas Agus juga sama, pengetahuannya di militer baik, di administrasi juga, kemudian mendukung ekonomi kreatif anak muda," papar Imelda.

 

Baca tentang
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Sebut Konsep Pembangunan Ibu Kota Baru Mulai Dilirik Dunia

Jokowi Sebut Konsep Pembangunan Ibu Kota Baru Mulai Dilirik Dunia

Nasional
5 Keuntungan Punya Pengalaman Organisasi saat Kuliah

5 Keuntungan Punya Pengalaman Organisasi saat Kuliah

Nasional
MA Sebut Telah Urai Hambatan Hukum Demi Pertumbuhan Ekonomi

MA Sebut Telah Urai Hambatan Hukum Demi Pertumbuhan Ekonomi

Nasional
Elly Lasut Yakin Pelantikannya Sebagai Bupati Talaud Tak Dipersoalkan

Elly Lasut Yakin Pelantikannya Sebagai Bupati Talaud Tak Dipersoalkan

Nasional
Presiden Jokowi Akui Sulit Evakuasi WNI dari Kapal Diamond Princess

Presiden Jokowi Akui Sulit Evakuasi WNI dari Kapal Diamond Princess

Nasional
Proyek Tak Ada Progres, Petinggi AP II Mengaku Tolak Pencairan Uang Muka Rp 21 Miliar

Proyek Tak Ada Progres, Petinggi AP II Mengaku Tolak Pencairan Uang Muka Rp 21 Miliar

Nasional
RUU Ketahanan Keluarga Dianggap Terlalu Banyak Atur Ranah Etika

RUU Ketahanan Keluarga Dianggap Terlalu Banyak Atur Ranah Etika

Nasional
Observasi 188 WNI di Pulau Sebaru, Kemenkes Kerahkan 39 Dokter Spesialis

Observasi 188 WNI di Pulau Sebaru, Kemenkes Kerahkan 39 Dokter Spesialis

Nasional
Polisi Limpahkan Barang Bukti dan Tersangka Penyerang Novel Baswedan

Polisi Limpahkan Barang Bukti dan Tersangka Penyerang Novel Baswedan

Nasional
Bangun Pabrik Baterai Lithium di Ibu Kota Baru, Luhut Sebut Indonesia Ingin Jadi Pemain Global

Bangun Pabrik Baterai Lithium di Ibu Kota Baru, Luhut Sebut Indonesia Ingin Jadi Pemain Global

Nasional
Karyawan Sambut Baik Penghentian Seleksi Calon Dirut TVRI di DPR

Karyawan Sambut Baik Penghentian Seleksi Calon Dirut TVRI di DPR

Nasional
Buru Nurhadi dkk, KPK Sambangi Rumah Mertua Nurhadi di Tulungagung

Buru Nurhadi dkk, KPK Sambangi Rumah Mertua Nurhadi di Tulungagung

Nasional
Anggota Komisi VIII Protes Menteri Agama Tinggalkan Rapat Kerja demi Panggilan Presiden

Anggota Komisi VIII Protes Menteri Agama Tinggalkan Rapat Kerja demi Panggilan Presiden

Nasional
Langkah Kemenag Antisipasi Virus Corona Jangkiti Jemaah Haji

Langkah Kemenag Antisipasi Virus Corona Jangkiti Jemaah Haji

Nasional
Luhut Sebut Pembentukan Badan Otorita Ibu Kota Baru Masih Tahap Finalisasi

Luhut Sebut Pembentukan Badan Otorita Ibu Kota Baru Masih Tahap Finalisasi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X