Survei Median, Cuma PDI-P dan Gerindra yang Suaranya Naik - Kompas.com

Survei Median, Cuma PDI-P dan Gerindra yang Suaranya Naik

Kompas.com - 16/04/2018, 17:51 WIB
Presiden Joko Widodo kembali mendapat dukungan dari PDI Perjuangan untuk maju kembali dalam Pilpres 2019 dalam acar rakernas III PDI-P di Bali, Jumat (23/2/2018).Twitter PDI Perjuangan Presiden Joko Widodo kembali mendapat dukungan dari PDI Perjuangan untuk maju kembali dalam Pilpres 2019 dalam acar rakernas III PDI-P di Bali, Jumat (23/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Hanya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDI-P) dan Partai Gerindra yang elektabilitasnya meningkat dibandingkan pemilu 2014 lalu. Parpol lainnya mengalami penurunan suara.

Hal ini diketahui dari survei Media Survei Nasional (Median) 24 Maret-6 April 2018. Survei bertanya kepada responden, "Jika pemilihan legislatif dilakukan saat ini, partai apa yang Anda pilih?"

Hasilnya, PDI-P mendapat 21,1 persen dan Gerindra 15,0 persen.

Angka itu lebih tinggi dari pileg 2014, yakni PDI-P mendapat 18,95 persen dan Gerindra 11,81 persen.

Suara partai lainnya secara berturut-turut adalah Golkar (9,3 persen), PKB (8,5 persen), Partai Demokrat (8,1 persen), PPP (3,6 persen), PKS (2,9 persen), Nasdem (2,4 persen), PAN (2,0 persen), dan Hanura (0,7 persen).

Baca juga: PKS: Kasihan Gerindra kalau Prabowo Jadi Cawapres Jokowi

Suara kedelapan parpol tersebut lebih kecil dibandingkan perolehan suara di 2014 lalu.

Direktur Riset Median Sudarto mengatakan, PDI-P dan Gerindra menjadi dua parpol yang mengalami peningkatan karena mempunyai tokoh yang juga memiliki elektabilitas tinggi.

"Beberapa waktu belakangan ini, tokoh partai yang eksis dengan image positif di media massa dan media sosial kan PDI-P dengan Jokowi-nya, serta Gerindra dengan Prabowo-nya," kata Sudarto saat merilis hasil surveinya di Jakarta, Senin (16/4/2018).

"Tokoh partai lain praktis belum bersuara banyak," tambah Sudarto.

Sudarto mengatakan, jelang pilpres 2019, tokoh seperti Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono memang sudah gencar melakukan sosialisasi ke publik. Namun, sosialisasi itu dinilai belum efektif untuk meningkatkan elektabilitas partai mereka.

Baca juga: Kedekatan PAN dan Gerindra Jelang Pilpres 2019, Sinyal Dukungan untuk Prabowo?

"AHY sendiri tampaknya belum mampu menjadi brand ambassador dari Demokrat. Survei kami masih menunjukkan Demokrat dipilih dominan karena SBY, bukan AHY," ujar Sudarto.

Populasi survei ini adalah seluruh warga Indonesia yang memiliki hak pilih. Sampelnya sebanyak 1200 responden. Margin of error Survei ini adalah plus minus 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Artinya, ada peluang angka survei meleset lebih besar atau kecil sampai 2,9 persen.

Sampel dipilih secara random dengan teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi provinsi dan gender. Sudarto menegaskan survei dibiayai secara mandiri.


Terkini Lainnya


Close Ads X