Giliran Setya Novanto yang Tarik Keterlibatan Keponakannya - Kompas.com

Giliran Setya Novanto yang Tarik Keterlibatan Keponakannya

Kompas.com - 14/03/2018, 14:36 WIB
Terdakwa kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (12/3). Sidang mantan ketua DPR itu beragenda mendengarkan keterangan saksi dan saksi ahli yang dihadirkan jaksa penuntut umum. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay Terdakwa kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (12/3). Sidang mantan ketua DPR itu beragenda mendengarkan keterangan saksi dan saksi ahli yang dihadirkan jaksa penuntut umum.

JAKARTA, KOMPAS.com — Terdakwa Setya Novanto mengajukan pertanyaan kepada keponakannya, Irvanto Hendra Pambudi, dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Novanto yang awalnya membantah kini menyebut keponakannya itu bertindak sebagai kurir uang untuk sejumlah anggota DPR.

"Waktu itu saya tanya, Irvan, apa benar kasih uang pada beberapa orang, jawabannya, saya cuma disuruh sama Andi. Apa masih ingat?" Tanya Novanto kepada Irvan.

Mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera, Irvanto Hendra Pambudi, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (27/4/2017).KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN Mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera, Irvanto Hendra Pambudi, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (27/4/2017).

Menurut Novanto, saat itu pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong dan Irvanto datang ke rumahnya.

(Baca juga: Menurut Novanto, Keponakannya Disuruh Jadi Kurir Bagi-bagi Uang E-KTP)

Menurut dia, Andi memberi tahu bahwa penyerahan uang kepada sejumlah anggota DPR telah dilakukan melalui Irvan.

Novanto mengaku sempat menanyakan kepada Andi mengapa penyerahan uang melalui Irvan.

Menurut Novanto, saat itu Andi mengatakan bahwa sebagai imbalan Irvan akan diberi pekerjaan oleh konsorsium pemenang lelang e-KTP.

(Baca juga: Keponakan Novanto Bantah Beri Uang ke Senayan dengan Kode Miras)

Meski demikian, Irvan membantah pertanyaan Novanto itu. Menurut dia, tidak pernah ia diminta menyerahkan uang untuk anggota DPR.

"Saya tidak dapat pekerjaan, dan saya tidak pernah ada memberikan uang kepada beberapa anggota dewan," kata Irvan.

KPK sebelumnya menetapkan Irvanto sebagai tersangka kasus e-KTP. Ia diduga sejak awal mengikuti pengadaan e-KTP melalui perusahaannya, yakni PT Murakabi Sejahtera.

(Baca juga: Hakim Minta Keponakan Setya Novanto Tak Berbelit-belit saat Bersaksi)

Dia juga ikut beberapa kali dalam pertemuan di Ruko Fatmawati bersama tim penyedia barang proyek e-KTP.

Selain itu, menurut KPK, Irvanto juga diduga mengetahui adanya permintaan komisi 5 persen untuk mempermudah pengurusan anggaran e-KTP. Kemudian, Irvanto diduga menerima total 3,5 juta dollar AS

Kompas TV Hal ini diungkap saat Yunus Husein menjadi saksi ahli dalam sidang KTP elektronik, Senin (12/3) kemarin.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Close Ads X