Jusuf Kalla Bersyukur, Indonesia Tak Seperti Afghanistan

Kompas.com - 07/03/2018, 13:19 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla di Hitam Aryaduta, Jakarta, Senin (26/2?2018) Kompas.com/YOGA SUKMANAWakil Presiden Jusuf Kalla di Hitam Aryaduta, Jakarta, Senin (26/2?2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla bersyukur bahwa Indonesia tak seperti Afghanistan yang porak-poranda karena bencana yang disebabkan ulah manusia.

Kalla sendiri beberapa waktu lalu sempat melakukan kunjungan kenegaraan ke Afganistan selama kurang lebih tiga hari.

"Syukur bahwa negara kita begitu baik dan tidak mengalami masalah seperti bencana karena buatan manusia (seperti) di sana (Afganistan)," kata Kalla di Hotel Millennium Jakarta, Rabu (7/3/2018).

Menurut Kalla, bencana terbagi menjadi dua yakni bencana alam seperti yang sering terjadi di dalam negeri dan bencana yang diakibatkan oleh ulah manusia seperti di Afganistan, konflik berkepanjangan.

"Karena itu lah rasa syukur kita semua," ucap Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) tersebut.

Kata Kalla, meski Indonesia tak dilanda bencana akibat ulah manusia, tapi bencana alam besar pernah menimpa wilayah Tanah Air.

(Baca juga: Bawa Misi Perdamaian, Wapres JK Bertolak ke Afghanistan)

"Kita sudah mengalami bencana paling besar pada 13 tahun yang lalu tsunami di Aceh. Tsunami memberikan kita pembelajaran yang besar bagaimana masyarakat itu harus siap," ujar dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga menceritakan pengalamannya ketika berkunjung ke negara ke Timur Tengah.

Jokowi memberi gambaran betapa sengsaranya rakyat jika negara dilanda konflik. Seperti di Afghanistan. Karena konflik 40 tahun lalu, negara tersebut menjadi porak poranda.

Bahkan Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani berpesan kepada Jokowi agar menjaga kemajemukan yang dimiliki Indonesia agar tidak terjadi konflik berkepanjangan.

"Pesan yang paling tegas, kalau ada pertikaian antar tetangga, segera selesaikan, ada ada pertikaian antar kampung segera selesaikan. Kalau ada perang antar suku, cepat-cepat selesaikan jangan sampai seperti di Afghanistan," ucap Jokowi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cairan Pembersih yang Jadi Akselerator Kebakaran Kejagung Sudah Dipakai 2 Tahun

Cairan Pembersih yang Jadi Akselerator Kebakaran Kejagung Sudah Dipakai 2 Tahun

Nasional
Pemerintah Dikabarkan Batal Beli Sejumlah Vaksin Covid-19, Ini Kata Satgas

Pemerintah Dikabarkan Batal Beli Sejumlah Vaksin Covid-19, Ini Kata Satgas

Nasional
Faisal Basri: Oligarki Makin Mencengkeram Lewat UU Cipta Kerja

Faisal Basri: Oligarki Makin Mencengkeram Lewat UU Cipta Kerja

Nasional
KPK Akan Dalami Temuan Mendagri soal Dana Rp 252 Triliun Tersimpan di Bank

KPK Akan Dalami Temuan Mendagri soal Dana Rp 252 Triliun Tersimpan di Bank

Nasional
BNPT Harap Masjid Jadi Pertahanan Lawan Radikalisme dan Terorisme

BNPT Harap Masjid Jadi Pertahanan Lawan Radikalisme dan Terorisme

Nasional
Achmad Yurianto Diberhentikan dari Jabatan Dirjen P2P Kemenkes

Achmad Yurianto Diberhentikan dari Jabatan Dirjen P2P Kemenkes

Nasional
Faisal Basri: Investasi di RI Relatif Sudah Besar Tanpa UU Cipta Kerja

Faisal Basri: Investasi di RI Relatif Sudah Besar Tanpa UU Cipta Kerja

Nasional
Rencana Pelibatan TNI Atasi Terorisme Dinilai Kontraproduktif dengan Demokrasi

Rencana Pelibatan TNI Atasi Terorisme Dinilai Kontraproduktif dengan Demokrasi

Nasional
KPK Tahan Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman

KPK Tahan Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman

Nasional
Soal Rekening Ratusan Juta Milik Cleaning Service di Kasus Kebakaran Kejagung, Polisi: Tak Ada yang Mencurigakan

Soal Rekening Ratusan Juta Milik Cleaning Service di Kasus Kebakaran Kejagung, Polisi: Tak Ada yang Mencurigakan

Nasional
Kesenjangan Gender Disebut Pengaruhi Tingginya Angka Stunting di Indonesia

Kesenjangan Gender Disebut Pengaruhi Tingginya Angka Stunting di Indonesia

Nasional
Pasal UU Cipta Kerja Dihapus, Pakar Hukum Nilai Aneh Pelanggaran Sangat Terbuka

Pasal UU Cipta Kerja Dihapus, Pakar Hukum Nilai Aneh Pelanggaran Sangat Terbuka

Nasional
Pejabat Pembuat Komitmen Kejagung Ikut Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Gedung Utama

Pejabat Pembuat Komitmen Kejagung Ikut Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Gedung Utama

Nasional
Wakil Ketua Komisi II Sebut Sosialisasi KPU soal Protokol Kesehatan Belum Maksimal

Wakil Ketua Komisi II Sebut Sosialisasi KPU soal Protokol Kesehatan Belum Maksimal

Nasional
4.369 Kasus Covid-19 di 31 Provinsi, DKI Jakarta Tertinggi

4.369 Kasus Covid-19 di 31 Provinsi, DKI Jakarta Tertinggi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X