Jokowi di Afghanistan dan Bayang-Bayang Ledakan Bom Kabul - Kompas.com

Jokowi di Afghanistan dan Bayang-Bayang Ledakan Bom Kabul

Kompas.com - 31/01/2018, 08:07 WIB
Presiden Joko Widodo bertemu Presiden Afghanistan Ashraf Gani di Kabul, Afghanistan, Senin (29/1/2018).Biro Pers Setpres Presiden Joko Widodo bertemu Presiden Afghanistan Ashraf Gani di Kabul, Afghanistan, Senin (29/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Rangkaian serangan teror dan bom bunuh diri membayangi kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke kota Kabul, Afghanistan. Pada 21 Januari 2018 atau delapan hari sebelum ketibaan Jokowi, bom meledak di Hotel Intercontinental menewaskan lebih dari 20 orang. Serangan ini diklaim kelompok Taliban.

Lalu, 27 Januari 2018 atau dua hari sebelum ketibaan Jokowi, bom bunuh diri menghantam pusat kota Kabul. Pelaku menggunakan ambulans berisi penuh bahan peledak. Peristiwa itu menewaskan sedikitnya 103 orang.

Bahkan, pada hari ketibaan Jokowi, Senin (29/1/2018), tepatnya dua jam sebelumnya, markas akademi militer di Kabul kembali diserang.

Sebanyak lima tentara Afghanistan tewas dan 10 lainnya mengalami luka dalam serangan yang diklaim dilakukan ISIS tersebut.

Kendati demikian, Presiden Jokowi tetap berkeras ke Afghanistan sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerjanya ke lima negara di Asia. Pukul 11.40 waktu setempat, pesawat kepresidenan Indonesia-1 mendarat di Bandar Udara Internasional Hamid Karzai, Kabul.

Baca juga: Enam Jam Jokowi di Afghanistan...

Hujan salju mengiringi momen Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana turun dari pesawat. Wakil Presiden Afghanistan Sarwar Danish menyambutnya di ujung tangga pesawat. Jokowi pun menjadi presiden kedua yang menjejakkan kaki di Afghanistan setelah proklamator Ir Soekarno pada 57 tahun lalu, tepatnya tahun 1961.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menceritakan, Pemerintah Afghanistan memberlakukan pengamanan yang sangat ketat kepada Presiden Jokowi dan rombongan.

Pengamanan ketat mengawal delegasi setibanya di bandara sampai Istana Agr, tempat Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menunggu.

"Sepanjang jalan dari Airport ke Istana Presiden Afganistan melalui jalan-jalan berbeton, kendaraan lapis baja dan 2 heli terbang diatas mobil Presiden," cerita Pramono lewat akun Twitter-nya, @pramonoanung.

Baca juga: Jokowi Jadi Imam Sholat di Afghanistan, Fadli Zon Anggap Pencitraan

Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi Saptopribowo menambahkan, rompi antipeluru juga sudah disiapkan untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan.

Namun, Presiden Jokowi menolak menggunakan rompi antipeluru. Kepala Negara merasa pengamanan yang diberlakukan pihak Afghanistan bekerja sama dengan Pasukan Pengamanan Presiden sudah cukup.

"Tetapi, Presiden juga enggak pakai rompi juga, enggak mau pakai," ucap Johan.

Hangat

Sesampainya di Istana Presiden, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani telah menunggu Jokowi di pelataran. Jokowi disambut peluk hangat dan senyum lebar oleh Presiden Ghani.

Presiden Ghani lalu membawa Presiden Jokowi berjalan kaki mengikuti upacara kenegaraan. Terpaan salju mengiringi keduanya berjalan mengecek pasukan kehormatan.

Kehangatan juga terasa saat keduanya melaksanakan pertemuan empat mata alias tete a tete dan pertemuan bilateral bersama masing-masing delegasi. Tawa dan canda menghiasi pertemuan itu.

Baca juga: Hangatnya Pertemuan Presiden Afghanistan dengan Jokowi, Beberapa Jam Setelah Ledakan

Sebagai tanda persahabatan, Presiden Jokowi dan Presiden Ghani bertukar penutup kepala seusai rangkaian pertemuan bilateral. Setelah pertemuan bilateral, Jokowi dan Ghani berjalan kaki menuju masjid kompleks Istana Arg untuk menunaikan shalat Dzuhur berjemaah. Presiden Jokowi didaulat sebagai imam.

Sebelum shalat dimulai, kedua kepala negara bertukar ikat kepala. Jokowi menerima longi, topi panjang yang ujungnya menjuntai sampai 7 meter. Sementara Ghani menerima peci hitam yang sebelumnya dikenakan Jokowi.

Dalam pernyataan pers bersama, Presiden Ghani menyebut kedatangan Jokowi membawa berkah karena bersamaan dengan turunnya hujan salju.

"Kedatangan Yang Mulia tidak perlu membawa emas, tetapi membawa hujan dan salju. Hujan dan salju merupakan berkah bagi kami. Hujan dan salju tidak pernah memilih akan turun pada orang kaya atau orang miskin," demikian kutipan pernyataan pers Ghani.

Baca juga: Fahri Hamzah Minta Kunjungan Jokowi ke Afghanishtan Tak Didramatisasi

Presiden Ghani lalu menjamu makan siang Presiden Jokowi dan rombongan. Di sela jamuan santap siang itu, Presiden Ghani menganugerahkan Medal of Ghazi Amanullah kepada Presiden Jokowi.

Medali tersebut merupakan bentuk penghormatan Afghanistan kepada sosok Joko Widodo atas keteguhan dan keberanian dalam memajukan hubungan bilateral Indonesia-Afghanistan, terutama dalam pembangunan perdamaian di Afghanistan.

"Terima kasih atas anugerah Medal of Ghazi Amanullah. Medali ini akan jadi spirit baru upaya meningkatkan hubungan bilateral dan perdamaian," ujar Jokowi.

Kesepakatan

Pertemuan Jokowi dan Ghani menghasilkan sejumlah kesepakatan. Kedua Presiden sepakat bahwa upaya pembangunan perdamaian di Afghanistan harus ditopang dengan pembangunan ekonomi negara itu. Kedua hal itu harus berjalan secara beriringan.

“Tanpa perdamaian, tidak akan ada kesejahteraan. Tanpa kesejahteraan, perdamaian tidak akan lestari. Oleh karena itu, pada saat kita bekerja sama membangun perdamaian, kerja sama ekonomi harus ditingkatkan secara paralel,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menyinggung nilai perdagangan kedua negara yang masih relatif rendah. Padahal, ia percaya potensi kerja sama perdagangan kedua negara sangat besar. Untuk itu, ia akan menindaklanjuti hal tersebut dengan menugaskan jajaran terkait.

“Saya telah meminta para menteri saya mendorong business-to-business contact,” ujar Presiden Jokowi.

Baca juga: Jadi Imam Shalat di Afghanistan, Jokowi Dipuji-puji PKS

Sebelumnya, sekitar 100 pengusaha Afghanistan hadir dalam Trade Expo Indonesia pada tahun lalu. Kedatangan mereka membukukan nilai transaksi lebih dari 1,1 juta dollar AS. Presiden Jokowi berjanji mengirimkan delegasi bisnis potensial ke Afghanistan pada triwulan pertama tahun ini.

“Saya yakin interaksi yang lebih intensif antara pebisnis kedua negara dapat membuka berbagai peluang kerja sama,” ujar Presiden Jokowi.

Kemudian, dukungan Indonesia pada upaya perdamaian di Afghanistan turut ditunjukkan dengan kerja sama peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Indonesia, menurut Presiden Jokowi, akan terus meningkatkan program pengembangan kapasitas bagi masyarakat Afghanistan, seperti pemberdayaan perempuan serta pengembangan UKM, kesehatan, penegakkan hukum, dan tata kelola pemerintahan.

Baca juga: Jokowi Bersikeras ke Afghanistan meski Ada Potensi Gangguan Keamanan

“Indonesia juga siap memberikan 100 beasiswa bagi pelajar Afghanistan,” sambungnya.

Seusai bertemu Presiden Ghani, Jokowi juga bertemu jajaran Dewan Perdamaian Afghanistan Karim Khalili di Istana Haram Sarai. Jokowi di dalam pertemuan itu menegaskan, Indonesia siap berkontribusi pada upaya perdamaian melalui rekonsiliasi di Afghanistan.

Salah satu bentuk upaya itu adalah melangsungkan acara Pertemuan Ulama Internasional. "Indonesia siap menjadi tuan rumah (pertemuan ulama internasional)," ujar Jokowi.

Syukur

Pukul 17.25 waktu setempat, Presiden Jokowi dan rombongan sudah berada di Bandar Udara Internasional Hamid Karzai untuk bersiap kembali ke Tanah Air.

Setibanya di pesawat, sebelum lepas landas, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Komandan Paspampres Mayjen (Mar) Suhartono spontan langsung melakukan sujud syukur.

Menlu Retno Marsudi bersyukur karena kunjungan Presiden ke Afghanistan, di tengah berkecamuknya masalah keamanan di negara tersebut, berlangsung lancar dan aman.

“Kita patut bersyukur, alhamdulillah, bahwa kunjungan Presiden ke Kabul dapat dilakukan dengan lancar dan aman,” kata Retno.

Baca juga: Kunjungan Bersejarah, Jokowi Berterima Kasih kepada Afghanistan

Danpaspampres Suhartono mengakui ada sedikit ketegangan atas langkah Jokowi berkunjung ke negara yang tengah bergejolak. Namun, ia juga bersyukur Presiden Jokowi bisa menjalani kunjungannya dengan aman dan lancar tanpa gangguan keamanan apa pun.

"Alhamdulillah misi pengamanan VVIP dalam rangka kunjungan kenegaraan Presiden RI ke Kabul- Afghanistan selesai, aman, dan lancar," kata Suhartono.

"Meski sedikit menegangkan karena telah terjadi serangkaian serangan bersenjata dan bom oleh kelompok tertentu dalam minggu ini hingga pagi tadi," tambahnya.

Kompas TV Menanggapi viralnya video Presiden Jokowi menjadi imam shalat dzuhur di Afghanistan, Wakil Ketua DPR Fadli Zon angkat bicara.

Jokowi Jadi Imam Sholat di Afghanistan, Fadli Zon Anggap Pencitraan


PenulisIhsanuddin
EditorSabrina Asril
Komentar

Close Ads X