Mekeng: Airlangga Didukung Internal dan Eksternal Jadi Ketum Golkar

Kompas.com - 26/11/2017, 19:54 WIB
Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto langsung menguji Nissan Note e-Power Aditya Maulana - KompasOtomotifMenteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto langsung menguji Nissan Note e-Power
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP Bidang Pengawasan Pembangunan Partai Golkar Melchias Markus Mekeng menyebut, sosok Airlangga Hartarto mendapat dukungan paling banyak dari kader partainya untuk maju menjadi Ketua Umum Golkar.

Ia menilai Airlangga layak menggantikan Setya Novanto jika musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) digelar.

"Saat ini dukungan begitu besar diberikan kepada kader senior Partai Golkar yang juga Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto atau AH. AH ini sudah didukung dari internal maupun eksternal," ujar Mekeng dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (26/11/2017).

"Dari kiri, kanan, atas, bawah, dukungan ke Pak AH sudah sangat besar," lanjut politikus asal Nusa Tenggara Timur tersebut.

(Baca juga : Mekeng Minta Munaslub Golkar Paling Lambat Pertengahan Desember 2017)

Sosok Airlangga, sebut Mekeng, sangat tepat untuk memimpin partai berlambang pohon beringin tersebut.

Airlangga dinilai memiliki kemampuan manajemen dan pengalaman yang cukup untuk menahkodai sebuah partai politik.

Mekeng juga berharap, dalam Munaslub nantinya, mekanisme pengambilan keputusan tidak dilaksanakan dengan pemungutan suara, melainkan melalui aklamasi.

"Cukup musyawarah saja untuk aklamasi. Tidak perlu bertarung bebas seperti pada Munas atau Munaslub sebelumnya. Karena hanya membawa perpecahan pada Partai Golkar. Aklamasi sangat penting untuk konsolidasi partai lebih cepat," lanjut dia.

(Baca juga : Nurdin Halid Harap Novanto Legawa Lepas Jabatan Ketum Golkar)

Mekeng menyebut, mayoritas DPD I dan II partainya mendorong dilaksanakannya Munaslub. Paling lambat, Munaslub dilaksanakan pertengahan bulan Desember 2017.

Sebab, Golkar harus segera mempersiapkan diri menghadapi Pilkada serentak pada 2018 dan Pemilihan Anggota Legislatif sekaligus Pemilihan Presiden Wakil Presiden pada 2019.

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mensos Juliari Diduga Terima Suap Rp 17 Miliar untuk Keperluan Pribadi

Mensos Juliari Diduga Terima Suap Rp 17 Miliar untuk Keperluan Pribadi

Nasional
Kasus Dugaan Suap Bansos Covid-19, KPK: Kami Sudah Mendeteksi Sejak Awal

Kasus Dugaan Suap Bansos Covid-19, KPK: Kami Sudah Mendeteksi Sejak Awal

Nasional
Mensos Juliari Batubara Tiba di Gedung KPK

Mensos Juliari Batubara Tiba di Gedung KPK

Nasional
KPK: Sejak Awal Pandemi, Kami Sudah Ingatkan Kemensos untuk Hati-hati Terkait Bansos

KPK: Sejak Awal Pandemi, Kami Sudah Ingatkan Kemensos untuk Hati-hati Terkait Bansos

Nasional
Barang Bukti Kasus Dugaan Suap Bansos Kemensos: 7 Koper hingga Uang Tunai

Barang Bukti Kasus Dugaan Suap Bansos Kemensos: 7 Koper hingga Uang Tunai

Nasional
Selain Rupiah, Dalam OTT Terkait Kasus Dugaan Suap Bansos Covid-19 KPK Amankan Uang Dollar AS dan Singapura

Selain Rupiah, Dalam OTT Terkait Kasus Dugaan Suap Bansos Covid-19 KPK Amankan Uang Dollar AS dan Singapura

Nasional
Begini Konstruksi Kasus Dugaan Suap Bansos Penanganan Covid-19 yang Menjerat Mensos Juliari

Begini Konstruksi Kasus Dugaan Suap Bansos Penanganan Covid-19 yang Menjerat Mensos Juliari

Nasional
Berawal dari Laporan Masyarakat, Begini Kronologi OTT Dugaan Suap Bansos Covid-19 di Kemensos

Berawal dari Laporan Masyarakat, Begini Kronologi OTT Dugaan Suap Bansos Covid-19 di Kemensos

Nasional
KPK Tahan 3 Tersangka Suap Bansos Covid-19 di Kemensos, Mensos Juliari Masih Diburu

KPK Tahan 3 Tersangka Suap Bansos Covid-19 di Kemensos, Mensos Juliari Masih Diburu

Nasional
Kasus Dugaan Suap Bansos Covid-19 di Kemensos, KPK Tetapkan 5 Tersangka

Kasus Dugaan Suap Bansos Covid-19 di Kemensos, KPK Tetapkan 5 Tersangka

Nasional
OTT Kasus Dugaan Suap Bansos Covid-19, KPK Amankan 6 Orang

OTT Kasus Dugaan Suap Bansos Covid-19, KPK Amankan 6 Orang

Nasional
Jadi Tersangka Kasus Dugaan Suap Bansos Covid, KPK Minta Mensos Juliari Batubara Serahkan Diri

Jadi Tersangka Kasus Dugaan Suap Bansos Covid, KPK Minta Mensos Juliari Batubara Serahkan Diri

Nasional
KPK Tetapkan Mensos Juliari Batubara Tersangka Kasus Dugaan Suap Bansos Covid-19

KPK Tetapkan Mensos Juliari Batubara Tersangka Kasus Dugaan Suap Bansos Covid-19

Nasional
Bawaslu: Masih Ada 47 Kabupaten/Kota yang Bermasalah Soal Distribusi Logistik Pilkada

Bawaslu: Masih Ada 47 Kabupaten/Kota yang Bermasalah Soal Distribusi Logistik Pilkada

Nasional
Pimpinan Komisi II Minta KPU Pertimbangkan Kembali Petugas KPPS Datangi Pasien Covid-19

Pimpinan Komisi II Minta KPU Pertimbangkan Kembali Petugas KPPS Datangi Pasien Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X