Kompas.com - 20/11/2017, 14:54 WIB
Penulis Moh. Nadlir
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid mengatakan, partainya belum berkomunikasi dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto setelah yang bersangkutan ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Novanto ditahan KPK sejak Minggu (19/11/2017) malam, terkait kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

"Sampai saat ini belum ada komunikasi dengan Pak Setya Novanto," kata Nurdin di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Senin (20/11/2017).

Menurut Nurdin, Novanto juga belum mengajukan permintaan bantuan hukum kepada Golkar.

Ketua Harian DPP Partai Golkar, Nurdin Halid di sela Rakornis Partai Golkar di Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (29/9/2017).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Ketua Harian DPP Partai Golkar, Nurdin Halid di sela Rakornis Partai Golkar di Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (29/9/2017).
"Saat ini kan masih jadi Ketua Umum. Kalau minta pertolongan, tentu akan diberikan," kata Nurdin.

Baca juga : Kontributor Metro TV Mengundurkan Diri, Setya Novanto Kapan?

Soal nasib Novanto selanjutnya akan dibahas dalam rapat pleno DPP Golkar yang akan digelar pada Selasa (21/11/2017) besok.

"Perkembangan politik terkini yang terkini akibat kasus Pak Setya Novanto akan dikaji di pleno besok," kata dia.

"Termasuk Munaslub. Apakah Golkar membutuhkan atau tidak, itu ditentukan dalam rapat pleno," tambah Nurdin.

Novanto ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan KTP elektronik oleh KPK. Novanto bersama sejumlah pihak diduga menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau korporasi.

Baca juga : Jalan Panjang Setya Novanto hingga Pakai Rompi Oranye

Sejumlah pihak itu antara lain Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo, pengusaha Andi Agustinus atau Andi Narogong, serta dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto.

Ia juga diduga menyalahgunakan kewenangan dan jabatan saat menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar. Akibat perbuatannya bersama sejumlah pihak tersebut, negara diduga dirugikan Rp 2,3 triliun pada proyek Rp 5,9 triliun tersebut.

Ketua DPR RI Setya Novanto, Senin (20/11/2017)Kompas.com/Robertus Belarminus Ketua DPR RI Setya Novanto, Senin (20/11/2017)

Novanto sempat dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau dan dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo setelah mobil yang ditumpanginya mengalami kecelakaan. 

Novanto ditahan di Rutan KPK setelah penyidik menyatakan bahwa kondisi kesehatannya memungkinkan untuk dibawa ke luar rumah sakit.

Kompas TV Setelah penahanan ketua umumnya, kini Partai Golkar belum menentukan sikap apakah mengganti ketua umum atau menunjuk pelaksana tugas


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.