Buwas: Bandar Narkoba yang Mati Masih Kurang Banyak

Kompas.com - 19/10/2017, 15:26 WIB
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso (kedua dari kiri) saat gelar barang bukti di Kantor Badan Narkotika Nasional, Jakarta, Selasa (10/10/2017). Badan Narkotika Nasional ( BNN) mengungkap empat penindakan kasus narkoba di berbagai daerah di Tanah Air dan menyita 37,25 kg sabu, 26.005 butir ekstasi, serta barang bukti lainnya. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOKepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso (kedua dari kiri) saat gelar barang bukti di Kantor Badan Narkotika Nasional, Jakarta, Selasa (10/10/2017). Badan Narkotika Nasional ( BNN) mengungkap empat penindakan kasus narkoba di berbagai daerah di Tanah Air dan menyita 37,25 kg sabu, 26.005 butir ekstasi, serta barang bukti lainnya. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
EditorSandro Gatra

MEDAN, KOMPAS.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) menegaskan untuk tetap menembak di tempat bandar dan pengedar narkoba yang tidak menyerah demi menjaga keselamatan generasi penerus bangsa dari bahaya narkoba.

Hal itu disampaikan Kepala BNN Budi Waseso saat pemusnahan narkoba dan pelantikan Satuan Tugas Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Lapangan Merdeka, Medan, Sumatera Utara, Kamis (19/10/2017).

"Mereka bilang, BNN tidak boleh menembak di tempat. Kata siapa?" ujar Budi Waseso seperti dikutip Antara.

(baca: Buwas: Oknum Lapas yang Terlibat Jaringan Narkoba Layak Dicincang)


Kondisi peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba di Tanah Air, menurut mantan Kabareskrim Polri itu, sangat memprihatinkan dan mengancam keamanan bangsa dan negara.

BNN mencatat, selama ini ada sekira 15.000 orang Indonesia mati setiap tahun akibat terlibat penyalahgunaan narkoba.

Dengan ancaman yang sudah di depan mata tersebut, dinilainya, sudah sangat wajar jika diperlukan tindakan tegas.

Salah satu tindakan tegas yang dilakukan, ia menyatakan, adalah menembak mati bandar dan pengedar barang yang dapat merusak mental dan kesehatan manusia.

(baca: Buwas Sebut Peredaran Narkoba di Indonesia Sudah Sangat Parah)

Apalagi, katanya, mayoritas pengedar narkoba selalu mengulangi perbuatannya setelah menjalani masa hukuman.

Mereka hanya berorientasi pada keuntungan materi tanpa mempedulikan kelangsungan generasi bangsa.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X