OTT di Kemenhub, Salah Satu Ruang Dirjen Disegel KPK

Kompas.com - 24/08/2017, 06:53 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi diberitakan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kementerian Perhubungan, Rabu (23/8/2017) malam.

Tidak lama pasca-OTT dilakukan, tim KPK langsung mendatangi kantor Kemenhub RI di Jalan Medan Merdeka Barat nomor 8, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (24/8/2017) dini hari.

Dikutip dari Tribunnews.com, empat orang mengenakan tanda pengenal dan berkas KPK datang dengan menggunakan mobil Avanza warna hitam sekitar pukul 00.10 WIB.

Mereka didampingi petugas keamanan kementerian langsung menuju ruang kerja Direktur Jenderal Hubungan Laut (Dirjen Hubla), Antonius Tonny Boediono, di lantai 4 Gedung Karsa Kemenhub.

Selanjutnya para petugas komisi antirasuah tersebut menyegel ruang kerja Antonius Tonny Budiman dengan membentangkan pita garis KPK warna merah di depan pintu ruangan tersebut. Satu ruangan di samping ruang kerja juga turut disegel.

"Tadi, mereka datang sekitar setengah jam cuma nyegel ruangan di lantai empat aja. Itu ruangan Pak Dirjen Hubla," ujar seorang petugas Kemenhub yang enggan disebutkan namanya saat ditemui Tribunnews.com di kantor Kemenhub, Kamis dini hari.

"Enggak ada barang yang dibawa, orang dari sini juga enggak ada yang dibawa sama mereka," kata dia.

Setelah penyegelan tersebut, keempat petugas KPK langsung menuju mobilnya dan meninggalkan kantor Kemenhub.

(Baca juga: KPK Dikabarkan Lakukan Operasi Tangkap Tangan di Kemenhub)

Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo membenarkan petugasnya baru saja melakukan OTT terhadap beberapa orang.

Namun, ia belum bisa menyampaikan siapa saja orang yang terjaring OTT kali ini maupun dugaan kasus korupsinya.

(Tribunnews.com/Abdul Qodir)

***
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul: "OTT Pejabat Kemenhub, Ruang Kerja Dirjen Hubla Disegel Petugas KPK"

Kompas TV Ini Hasil Survei Anti Korupsi Tahun 2017

 



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorBayu Galih
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X