Menkominfo: Fitur "Trusted Flagger" Juga Bisa Laporkan Hoaks

Kompas.com - 04/08/2017, 13:50 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (kemeja putih) dan Direktur, Kebijakan Publik, dan Hubungan Pemerintahan Google Asia Pasifik Ann Lavin (dua dari Kiri), di Jakarta, Jumat (4/8/2017). KOMPAS.com/ESTU SURYOWATIMenteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (kemeja putih) dan Direktur, Kebijakan Publik, dan Hubungan Pemerintahan Google Asia Pasifik Ann Lavin (dua dari Kiri), di Jakarta, Jumat (4/8/2017).
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, fitur baru yang saat ini sedang diuji coba oleh Google, yaitu "Trusted Flagger", juga bisa digunakan untuk menangkis informasi atau berita bohong (hoaks), apalagi jelang Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

"Kami akan meng-address (hoaks) dengan cara Trusted Flagger. Dan nanti itu tidak hanya pemerintah. Nanti ada Civil Society Organization (CSO)," kata Rudiantara di Jakarta, Jumat (4/8/2017).

Rudiantara menuturkan saat ini sudah ada beberapa SCO yang terlibat bersama Kemenkominfo dalam pemantauan internet dan media sosial.

CSO yang terlibat penanganan konten negatif di antaranya ICT Watch, The Wahid Institute, serta Mafindo.

Menurut Rudiantara, penanganan terhadap konten negatif seharusnya menjadi upaya bersama masyarakat.

"Apalagi hoaks. Media sosial itu adalah di masyarakat. Jadi kita menyelesaikannya juga harus sama-sama komponen masyarakat," kata Rudiantara.

Rudiantara mengimbau, jelang Pilkada 2018 dan Pemilu 2019, masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

"Kami juga mengharapkan penggunaan medsos atau messaging system atau video file sharing itu lebih baik, lebih positif," kata dia.

"Jadi, jangan sampai nanti ke depannya ini (medsos) dipakai untuk suatu hal yang memecah belah bangsa," ujar Rudiantara.

Trusted Flagger merupakan fitur yang dikembangkan Kemenkominfo bersama Google. Fitur ini memungkinkan pengguna internet atau netizen untuk menandai (flaging) suatu konten negatif.

(Baca: Pemerintah-Google Uji Coba "Trusted Flagger" Perangi Konten Negatif)

Saat ini, fitur tersebut tengah dalam fase uji coba. Diharapkan, Trusted Flagger ini bisa efektif berjalan Oktober atau November 2017.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AHY Sebut KLB Sumut Dihadiri 32 Mantan Ketua DPC yang Sudah Dicopot

AHY Sebut KLB Sumut Dihadiri 32 Mantan Ketua DPC yang Sudah Dicopot

Nasional
Menkes: Semua Kontak Erat Dua Kasus Covid-19 B.1.1.7 Negatif

Menkes: Semua Kontak Erat Dua Kasus Covid-19 B.1.1.7 Negatif

Nasional
Dalam Sidang, Terungkap Aliran Dana Fee Bansos: untuk Juliari, Cita Citata, hingga Pembelian Brompton

Dalam Sidang, Terungkap Aliran Dana Fee Bansos: untuk Juliari, Cita Citata, hingga Pembelian Brompton

Nasional
Doni Monardo Minta Instansi Pemerintah Hingga BUMN Awasi Mobilitas Karyawan Selama 11-14  Maret

Doni Monardo Minta Instansi Pemerintah Hingga BUMN Awasi Mobilitas Karyawan Selama 11-14 Maret

Nasional
Menpan RB Minta Penerapan Larangan Bepergian ASN Dilaporkan Online

Menpan RB Minta Penerapan Larangan Bepergian ASN Dilaporkan Online

Nasional
Menlu: 1,1 Juta Vaksin AstraZeneca Didapatkan dari Jalur Multilateral

Menlu: 1,1 Juta Vaksin AstraZeneca Didapatkan dari Jalur Multilateral

Nasional
Kemenkes Sebut Empat Temuan Varian Baru Covid-19 Ditemukan Di 4 Provinsi Ini..

Kemenkes Sebut Empat Temuan Varian Baru Covid-19 Ditemukan Di 4 Provinsi Ini..

Nasional
Kemenkes: Virus Corona B.1.1.7 Lebih Menular, tapi Tidak Lebih Mematikan

Kemenkes: Virus Corona B.1.1.7 Lebih Menular, tapi Tidak Lebih Mematikan

Nasional
Jhoni Allen Sebut Terpilihnya Moeldoko Tak Terkait dengan Jabatannya di Pemerintahan

Jhoni Allen Sebut Terpilihnya Moeldoko Tak Terkait dengan Jabatannya di Pemerintahan

Nasional
Pemeriksaan Spesimen Rendah, IDI Ingatkan Pemerintah Bahaya Rasa Aman Palsu

Pemeriksaan Spesimen Rendah, IDI Ingatkan Pemerintah Bahaya Rasa Aman Palsu

Nasional
4 Pasien yang Terpapar Mutasi Virus Corona B.1.1.7 Sempat Alami Gejala Ringan dan Sedang

4 Pasien yang Terpapar Mutasi Virus Corona B.1.1.7 Sempat Alami Gejala Ringan dan Sedang

Nasional
Pemerintah Klaim PPKM Mikro Berhasil Tekan Kasus Aktif Covid-19

Pemerintah Klaim PPKM Mikro Berhasil Tekan Kasus Aktif Covid-19

Nasional
Dibatalkan, Putusan PTUN soal Pernyataan Jaksa Agung terkait Tragedi Semanggi

Dibatalkan, Putusan PTUN soal Pernyataan Jaksa Agung terkait Tragedi Semanggi

Nasional
Indonesia Kedatangan 1 Juta Vaksin Astrazeneca

Indonesia Kedatangan 1 Juta Vaksin Astrazeneca

Nasional
Menkes: 4 Pasien yang Terpapar Covid-19 dari Virus Corona B.1.1.7 Sudah Sembuh

Menkes: 4 Pasien yang Terpapar Covid-19 dari Virus Corona B.1.1.7 Sudah Sembuh

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X