Said Aqil: Andai Mendikbud Orang NU Pun Saya Lawan

Kompas.com - 11/07/2017, 15:53 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj seusai buka bersama di kediaman Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto di Widya Chandra III, Jakarta Selatan, Rabu (7/6/2017). KOMPAS.com/Nabilla TashandraKetua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj seusai buka bersama di kediaman Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto di Widya Chandra III, Jakarta Selatan, Rabu (7/6/2017).
Penulis Ihsanuddin
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj menegaskan bahwa penolakan NU soal sekolah 5 hari bukan terkait posisi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy sebagai orang Muhammadiyah.

"Ini bukan masalah NU dan Muhammadiyah. Seandainya menterinya NU pun saya lawan," kata Aqil usai bertemu Presiden Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (11/7/2017).

Said Aqil mengaku sudah menyampaikan protes kepada Presiden Jokowi soal sekolah 5 hari. Ia menilai program tersebut akan mengganggu kegiatan pengajian dan ilmu agama di madrasah yang dimulai selepas shalat djuhur atau pukul 12.00 WIB.  Sebab, jam belajar di sekolah akan ditambah hingga mencapai 8 jam per harinya.

(Baca: Istana: Program Sekolah 8 Jam Sehari Dikaji Ulang, Bukan Dibatalkan)

"Saya tantang, meskipun menterinya NU. Ini masalah prinsip, madrasah diniyah harus ada," ucap Aqil.

Menurut Said Aqil, Presiden memahami betul keberatan yang disampaikan. Presiden, kata Aqil, berjanji akan mempercepat pembentukan peraturan presiden yang akan menggugurkan peraturan menteri pendidikan nomor 23 Tahun 2017.

Selama Perpres belum terbit, permen yang ditandatangani Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy itu juga tidak akan diberlakukan.

"Presiden sangat respek sekali dan menanggapi dengan positif. InsyaAllah akan diupayakan cara bagaimana katakanlah mencabut atau apa lah atau membatalkan (aturan sekolah lima hari)," ucap dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X