Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemerintah Jangan Terlalu Percaya Diri Sebut Dampak "Brexit" Tak Signifikan

Kompas.com - 28/06/2016, 04:14 WIB
Rakhmat Nur Hakim

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Komisi I DPR Hanafi Rais mengimbau agar pemerintah cermat dalam menyikapi fenomena "Brexit" dan berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan, khususnya di bidang ekonomi.

Hanafi menilai, saat ini Indonesia terkoneksi dengan ekonomi dunia yang integral. Oleh karena itu, turbulensi yang terjadi di kawasan lain pastinya akan berdampak pula bagi Indonesia.

"Kalau saya melihat, Pemerintah Indonesia jangan terlalu yakin menyatakan Brexit hanya berdampak kecil. Di jangka panjang, pasti ada dampaknya, khususnya di sektor ekonomi," ujar Hanafi saat dihubungi Kompas.com, Senin (27/6/2016).

Dia mengatakan, jika nantinya Inggris resmi keluar dari Uni Eropa (UE), bisa saja mereka memiliki standar yang lebih tinggi dibandingkan saat masih di UE, dalam menerima hasil ekspor dari Indonesia.

(Baca: Komisi I DPR: Bisa Saja Fenomena "Brexit" Terjadi di ASEAN)

"Itu salah satu yang harus diwaspadai," tutur Hanafi.

Karena itu, pemerintah diharapkan cermat dalam menentukan kebijakan, terutama yang berkaitan langsung dengan ekspor dan impor dari Inggris.

Politisi Partai Amanat Nasional ini pun mengatakan, selain di bidang ekonomi, fenomena Brexit juga bisa berdampak pada sikap Inggris terhadap negara-negara asal imigran yang menetap di sana, khususnya negara-negara Asia.

"Satu hal lagi yang perlu dihitung oleh pemerintah seandainya rezim baru di Inggris bergerak ke kanan adalah sikap politiknya tentang kedaulatan Indonesia, terutama soal Papua, misalnya, karena kelompok kanan itu memang cenderung anti-imigran dan pro-pemodal besar," ujar Hanafi.

(Baca: Pilih “Brexit,” Begini Proses “Perceraian” Inggris dengan Uni Eropa)

Seperti diberitakan sebelumnya, Inggris telah memutuskan untuk meninggalkan Uni Eropa (UE) setelah 43 tahun dalam referendum bersejarah, referendum Britain Exit (Brexit).

Rakyat Inggris yang memilih "keluar" atau 52 persen dengan perolehan suara sebanyak 17.410.742 orang, sedangkan yang memilih "bergabung" ada 48 persen dengan perolehan suara sebanyak 16.141.241 orang.

Kompas TV Infografis: Apa itu Brexit?
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Istana Disebut Belum Terima Draf Revisi UU Kementerian Negara

Istana Disebut Belum Terima Draf Revisi UU Kementerian Negara

Nasional
Grace dan Juri Jadi Stafsus, Ngabalin Sebut Murni karena Kebutuhan Jokowi

Grace dan Juri Jadi Stafsus, Ngabalin Sebut Murni karena Kebutuhan Jokowi

Nasional
Revisi UU Kementerian Disetujui, RUU Perampasan Aset Hilang

Revisi UU Kementerian Disetujui, RUU Perampasan Aset Hilang

Nasional
[POPULER NASIONAL] Babak Baru Kasus Vina Cirebon | 'Crazy Rich' di Antara 21 Tersangka Korupsi Timah

[POPULER NASIONAL] Babak Baru Kasus Vina Cirebon | "Crazy Rich" di Antara 21 Tersangka Korupsi Timah

Nasional
Tanggal 21 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 21 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Kemendikbud Sebut Kuliah Bersifat Tersier, Pimpinan Komisi X: Tidak Semestinya Disampaikan

Kemendikbud Sebut Kuliah Bersifat Tersier, Pimpinan Komisi X: Tidak Semestinya Disampaikan

Nasional
Wapres Minta Alumni Tebuireng Bangun Konsep Besar Pembangunan Umat

Wapres Minta Alumni Tebuireng Bangun Konsep Besar Pembangunan Umat

Nasional
Khofifah-Emil Dardak Mohon Doa Menang Pilkada Jatim 2024 Usai Didukung Demokrat-Golkar

Khofifah-Emil Dardak Mohon Doa Menang Pilkada Jatim 2024 Usai Didukung Demokrat-Golkar

Nasional
Pertamina Raih Penghargaan di InaBuyer 2024, Kado untuk Kebangkitan UMKM

Pertamina Raih Penghargaan di InaBuyer 2024, Kado untuk Kebangkitan UMKM

Nasional
Soal Isu Raffi Ahmad Maju Pilkada 2024, Airlangga: Bisa OTW ke Jateng dan Jakarta, Kan Dia MC

Soal Isu Raffi Ahmad Maju Pilkada 2024, Airlangga: Bisa OTW ke Jateng dan Jakarta, Kan Dia MC

Nasional
Cegah MERS-CoV Masuk Indonesia, Kemenkes Akan Pantau Kepulangan Jemaah Haji

Cegah MERS-CoV Masuk Indonesia, Kemenkes Akan Pantau Kepulangan Jemaah Haji

Nasional
Dari 372 Badan Publik, KIP Sebut Hanya 122 yang Informatif

Dari 372 Badan Publik, KIP Sebut Hanya 122 yang Informatif

Nasional
Jemaah Haji Indonesia Kembali Wafat di Madinah, Jumlah Meninggal Dunia Menjadi 4 Orang

Jemaah Haji Indonesia Kembali Wafat di Madinah, Jumlah Meninggal Dunia Menjadi 4 Orang

Nasional
Hari Keenam Penerbangan, 34.181 Jemaah Haji tiba di Madinah

Hari Keenam Penerbangan, 34.181 Jemaah Haji tiba di Madinah

Nasional
Jokowi Bahas Masalah Kenaikan UKT Bersama Menteri Pekan Depan

Jokowi Bahas Masalah Kenaikan UKT Bersama Menteri Pekan Depan

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com