Kompas.com - 27/03/2015, 16:56 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi menyita Rp 700 juta rupiah dalam operasi tangkap tangan yang melibatkan Ketua DPRD Bangkalan Fuad Amin Imron, Selasa (2/12/2014) KOMPAS.com/AMBARANIE NADIAKomisi Pemberantasan Korupsi menyita Rp 700 juta rupiah dalam operasi tangkap tangan yang melibatkan Ketua DPRD Bangkalan Fuad Amin Imron, Selasa (2/12/2014)
|
EditorFidel Ali Permana


JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi telah merampungkan berkas perkara yang menjerat anak buah Ketua nonaktif DPRD Bangkalan Fuad Amin Imron, Abdur Rouf. KPK menetapkan Rouf sebagai tersangka kasus jual beli gas alam di Bangkalan, Jawa Timur.

"AR sudah P21," ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha melalui pesan singkat, Jumat (27/3/2015).

Dengan demikian, dalam kurun waktu maksimal 14 hari, perkara Rouf akan disidangkan di Pengadilan Tipikor Jakarta. Seusai diperiksa penyidik KPK, Rouf menyatakan bahwa berkas perkaranya telah rampung.

"Iya, sudah P21. Sudah selesai," kata Rouf begitu keluar dari Gedung KPK.

Dalam rangkaian operasi tangkap tangan Fuad Amin, Rouf merupakan orang pertama yang ditangkap petugas KPK. Ia ditangkap pada Senin (1/12/2014) siang pukul 11.30 WIB di parkiran sebuah gedung di Jalan Bangka Raya, Jakarta Selatan.

Rouf merupakan perantara suap yang menerima sejumlah uang dari Direktur PT Media Karya Sentosa, Antonius Bambang Djatmiko untuk Fuad Amin. Saat menciduk Rauf, KPK menyita uang sebesar RP 700 juta yang disimpan dalam sebuah mobil.

Uang tersebut diduga merupakan pemberian Antonius yang akan diberikan Rauf kepada Fuad. PT MKS bermitra dengan PD Sumber Daya dalam menyalurkan gas hasil pembelian dari PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore untuk pembangkit listrik tenaga gas di Gili Timur Bangkalan dan Gresik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Direktur PT MKS, Antonio Bambang Djatmiko, diduga menyuap Fuad yang saat itu menjabat sebagai Bupati Bangkalan terkait jual-beli gas alam oleh PT MKS dari PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore.

Gas itu seharusnya dialirkan untuk pembangkit listrik, salah satunya untuk PLTG Gili Timur di Bangkalan. Namun, gas tersebut tidak pernah sampai ke PLTG itu. Meski demikian, PT MKS terus mendapatkan kontrak pembelian dan Fuad menerima jatah uang terima kasih.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.